SSC Napoli menumbangkan Osasuna 2-1 dalam laga persahabatan internasional pertama di Castel di Sangro dengan kick-off 17.30 WIB. Dua gol dari Matteo Politano dan Lorenzo Lucca mengantar kemenangan tim pimpinan Massimiliano Allegri yang baru diperkenalkan resmi sebagai pelatih pada 14 Juli 2026 di Teatro di San Carlo.
Inti artikel
- SSC Napoli menumbangkan Osasuna 2-1 dalam laga persahabatan internasional pertama di Castel di Sangro dengan kick-off 17.30 WIB
- Optimaise News merangkum bagaimana laga ini menjadi ujian awal skema Allegri sebelum musim penuh dimulai
- Napoli menurunkan Rasmus Hojlund, Matteo Politano, serta Giovane di lini depan
Formasi 4-3-3 dipilih dengan penyesuaian karena Scott McTominay dan Rafa Marin absen, sementara Romelu Lukaku mendapat izin tetap di Belgia untuk urusan pribadi. Optimaise News merangkum bagaimana laga ini menjadi ujian awal skema Allegri sebelum musim penuh dimulai.
Trio depan Napoli dan penalti Osasuna
Napoli menurunkan Rasmus Hojlund, Matteo Politano, serta Giovane di lini depan. Michael Folorunsho tetap diturunkan di tengah lapangan meski namanya ada di daftar transfer. Osasuna yang finis ke-17 di La Liga musim lalu dan lolos dari degradasi datang dengan intensitas kompetitif.
Gol pembuka tiba di menit ke-27. Leonardo Spinazzola mengirim umpan silang yang diselesaikan Politano menjadi 1-0. Di babak kedua, Andre Frank Zambo Anguissa memberikan umpan kepada Lorenzo Lucca. Lucca mencetak gol kedua di menit ke-53 dan membuat skor 2-0.
Osasuna mengurangi ketertinggalan di menit ke-69. Ante Budimir mengeksekusi penalti setelah dilanggar Nosa Obaretin. Skor akhir 2-1 tetap berpihak pada tuan rumah. Laga ini memberi gambaran awal cara Allegri mengatur tempo dan rotasi.
Pelajaran awal skema Allegri bagi pembaca Indonesia

Bagi pengamat sepak bola dan pelaku usaha di Indonesia, debut ini menunjukkan pentingnya penyesuaian cepat saat kepemimpinan berganti. Absennya dua pemain kunci memaksa susunan 4-3-3 yang lebih fleksibel. Folorunsho yang masih dalam proses transfer tetap diberi kepercayaan, menandakan evaluasi performa langsung di lapangan.
Izin personal untuk Lukaku juga memperlihatkan manajemen skuat yang mempertimbangkan kondisi individu. Politano dan Lucca menjadi contoh kontribusi langsung dari pemain yang siap. Kemenangan tipis atas Osasuna memberi fondasi mental sebelum laga uji coba berikutnya.
Optimaise News mencatat bahwa hasil 2-1 ini bukan sekadar skor persahabatan. Ia menjadi indikator awal seberapa cepat skema Allegri bisa menyatu di lini depan dan tengah. Pembaca bisa melihat pola rotasi dan adaptasi formasi sebagai referensi manajemen tim di dunia nyata.
Castel di Sangro menjadi lokasi ideal untuk menguji ketahanan fisik di musim panas. Kehadiran trio penyerang Hojlund-Politano-Giovane memberi ancaman konstan, sementara umpan Spinazzola dan Anguissa membuktikan konektivitas sayap-tengah yang diinginkan pelatih baru. Osasuna tetap memberi perlawanan lewat penalti Budimir, mengingatkan bahwa lawan dari Liga Spanyol tetap berbahaya meski finis di papan bawah.
Secara keseluruhan, kemenangan ini memberi sinyal positif tanpa berlebihan. Allegri baru saja dilantik di Teatro di San Carlo, dan uji coba pertama sudah menghasilkan tiga poin moral. Fokus ke depan tetap pada penyempurnaan transisi dan kesiapan skuat yang belum utuh.






