128.331 Warga Serbu Tiket upacara istana merdeka Hari Pertama

128.331 orang dari 36 provinsi dan luar negeri ikut war ticket upacara istana merdeka HUT ke-81. Kuota 8.100 kursi, daftar ulang 6 Agustus 10.00 WIB.

Author Image

Adel

128.331 Warga Serbu Tiket upacara istana merdeka Hari Pertama

– Sebanyak 128.331 orang dari 36 provinsi Indonesia serta sejumlah negara ikut memperebutkan undangan pada hari pertama war ticket Rabu 5 Agustus 2026. Mereka mendaftar untuk menyaksikan upacara istana merdeka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Inti artikel

  • Mereka mendaftar untuk menyaksikan upacara istana merdeka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut antusiasme itu luar biasa
  • Pemerintah menyediakan kuota undangan masyarakat umum sebanyak 8.100 kursi

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut antusiasme itu luar biasa. Ia mengucapkan Alhamdulillah atas respons masyarakat, sekaligus meminta maaf kepada yang belum mendapat undangan dan menegaskan kesempatan masih terbuka.

Kuota 8.100 Kursi Disesuaikan Angka HUT ke-81

Pemerintah menyediakan kuota undangan masyarakat umum sebanyak 8.100 kursi. Angka itu diselaraskan dengan peringatan HUT ke-81. Setiap hari kuota dibatasi ketat sehingga sistem menutup akses secara otomatis begitu kapasitas terpenuhi.

Pendaftaran resmi berlangsung 5 hingga 7 Agustus 2026. Tiap hari dibuka mulai pukul 10.00 WIB melalui situs pandang.istanapresiden.go.id. Setelah sesi pertama yang membludak, pendaftaran dibuka kembali Kamis 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB agar lebih banyak warga bisa mencoba.

Optimaise News mencatat bahwa pola kuota harian ini membuat calon peserta perlu menyiapkan data diri lebih awal. Koneksi stabil dan ketepatan waktu menjadi penentu karena sistem langsung full begitu kuota habis.

Peserta Luar Negeri Turut Membanjiri Pendaftaran

Selain warga di 36 provinsi, pendaftar datang dari luar negeri. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, serta Britania Raya. Ada juga dari Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

Kehadiran diaspora dan warga asing itu menandakan peringatan kemerdekaan di Istana Merdeka menarik perhatian lintas batas. Banyak yang ingin menyaksikan langsung ritual kenegaraan di pusat pemerintahan.

Bagi pelaku UMKM dan warga yang merencanakan perjalanan ke Jakarta, momentum ini bisa digabungkan dengan kegiatan lain. Namun prioritas utama tetap memastikan undangan resmi dulu sebelum mengatur akomodasi atau transportasi.

Kesempatan Masih Ada di Hari Berikutnya

Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah tidak menutup kesempatan. Mereka yang belum berhasil pada hari pertama diminta mencoba lagi saat pendaftaran dibuka ulang. Sistem akan menyeleksi secara adil sesuai kuota harian yang tersisa.

Proses pendaftaran hanya lewat laman resmi. Tidak ada jalur lain yang diumumkan. Calon peserta diimbau menghindari tawaran pihak ketiga yang mengklaim bisa mempermudah undangan.

Dengan total tiga hari pendaftaran, pemerintah berharap 8.100 kursi terisi merata dari berbagai daerah. Antusiasme yang sudah terlihat di hari pertama menjadi sinyal kuat bahwa upacara istana merdeka tahun ini akan diikuti ratusan ribu peminat.

Tanya Jawab Seputar War Ticket Undangan
Kapan pendaftaran dibuka setiap harinya?
Pendaftaran resmi 5-7 Agustus 2026 dibuka tiap hari mulai pukul 10.00 WIB lewat pandang.istanapresiden.go.id. Setelah full, akses ditutup otomatis.
Berapa total kuota undangan masyarakat umum?
Kuota undangan masyarakat umum ditetapkan 8.100 kursi, disesuaikan dengan angka HUT ke-81. Kuota harian terbatas sehingga tidak semua pendaftar bisa lolos dalam satu sesi.
Apakah masih ada kesempatan bagi yang gagal di hari pertama?
Ya. Prasetyo Hadi meminta maaf dan memastikan kesempatan masih ada. Pendaftaran dibuka kembali Kamis 6 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.