Saham Multipolar Technology langsung menutup hari pertama pasca stock split di Rp1.300. Harga itu 25 persen di atas level teoretis Rp1.040 yang dipasang BEI.
Inti artikel
- Saham Multipolar Technology langsung menutup hari pertama pasca stock split di Rp1.300
- Harga itu 25 persen di atas level teoretis Rp1.040 yang dipasang BEI
- Transaksi hari itu mencatat frekuensi 9.753 kali, volume 198.589 saham, dan nilai Rp25,1 miliar
Transaksi hari itu mencatat frekuensi 9.753 kali, volume 198.589 saham, dan nilai Rp25,1 miliar. Optimaise News merangkai alur lengkap dari harga cum Rp25.950 hingga arti praktisnya bagi investor ritel yang baru bisa masuk.
Harga Teoretis Rp1.040, Penutupan Hari Pertama Rp1.300
Harga cum terakhir 20 Juli 2026 di Rp25.950. Setelah rasio 1:25, hitungan teoretis murni jadi sekitar Rp1.038. BEI menyesuaikan fraksi harga di JATS menjadi Rp1.040.
Pada 21 Juli 2026 sesi reguler dibuka di Rp1.120. Harga sempat menyentuh low Rp1.075 sebelum melonjak ke high dan penutupan Rp1.300. Kenaikan 25 persen dari harga dasar teoretis langsung memberi sinyal antusiasme pasar.
Bagi investor ritel, angka Rp1.300 terasa jauh lebih ringan dibanding Rp25.950 lama. Satu lot sekarang hanya butuh modal sekitar Rp130.000, bukan jutaan rupiah per lot.
| Keterangan | Harga (Rp) |
|---|---|
| Harga cum 20 Juli 2026 | 25.950 |
| Harga teoretis (disesuaikan) | 1.040 |
| Open 21 Juli | 1.120 |
| High | 1.300 |
| Low | 1.075 |
| Close (+25%) | 1.300 |
Dari Rp100 ke Rp4: Perubahan Nominal dan Jumlah Saham

Nominal lama PT Multipolar Technology Tbk sebesar Rp100 per saham diubah menjadi Rp4. Rasio pemecahan 1:25 membuat jumlah saham beredar melonjak dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar lembar.
Perubahan ini tidak mengubah nilai kapitalisasi pasar secara langsung. Namun, pecahan lebih kecil memudahkan investor kecil membeli tanpa harus merogoh kocek besar di awal.
Harga dasar IHS individual juga disesuaikan menjadi 19.237. Penyesuaian itu menjaga kontinuitas indeks setelah aksi korporasi selesai.
Jadwal BEI: Pasar Reguler, Tunai, dan Parameter JATS

Perdagangan dengan nominal lama berakhir 20 Juli 2026. Sejak 21 Juli pasar reguler memakai nominal baru Rp4 dan harga dasar teoretis Rp1.040.
Pasar tunai dihentikan sementara pada 21 dan 22 Juli 2026. Aktivitas tunai kembali dibuka 23 Juli 2026 dengan parameter JATS yang sudah disesuaikan.
Trader harian perlu mencatat jeda dua hari itu. Mereka yang terbiasa menyelesaikan transaksi tunai harus menunggu sampai 23 Juli sebelum bisa memanfaatkan pasar tersebut lagi.
Empat Alasan Emiten Memecah Saham untuk Investor Ritel
Manajemen Multipolar Technology menyampaikan empat alasan utama di balik stock split. Alasan itu bisa dibaca sebagai checklist dampak langsung bagi investor ritel.
Pertama, harga lebih terjangkau. Kedua, likuiditas diharapkan naik karena unit perdagangan lebih kecil. Ketiga, tarik minat investor baru yang sebelumnya terkendala harga tinggi. Keempat, tingkatkan daya saing saham di papan BEI.
Data hari pertama sudah memberi indikasi positif. Frekuensi 9.753 kali dan nilai Rp25,1 miliar menunjukkan partisipasi yang cukup ramai sejak sesi pembukaan.
Transaksi Rp25,1 Miliar: Likuiditas Hari Pertama Pasca-Split
Nilai transaksi Rp25,1 miliar pada 21 Juli 2026 menjadi bukti awal bahwa stock split bekerja. Volume 198.589 saham tersebar di ribuan frekuensi, bukan didominasi sekelompok besar saja.
Multipolar Tbk kini lebih mudah dipantau investor ritel. Harga di kisaran seribu rupiah membuka ruang akumulasi bertahap tanpa tekanan modal besar.
Optimaise News melihat kombinasi open-high-low-close plus data volume memberi gambaran utuh. Harga cum tinggi, teoretis rendah, realisasi plus 25 persen, lalu jadwal tunai yang jelas, semua terangkai dalam satu alur hari H.
FAQ Stock Split Multipolar Technology
Apa rasio stock split Multipolar Technology?
Rasio resmi 1:25. Setiap satu saham lama diganti 25 saham baru dengan nominal Rp4.
Kapan pasar tunai MLPT dibuka kembali?
Pasar tunai dihentikan 21, 22 Juli 2026 dan mulai lagi 23 Juli 2026 dengan nominal baru.
Berapa harga teoretis yang dipakai BEI?
Hitungan murni sekitar Rp1.038, lalu disesuaikan fraksi menjadi Rp1.040 di sistem JATS.
Apa arti lonjakan 25 persen bagi investor ritel?
Harga Rp1.300 membuat satu lot jauh lebih murah dibanding era Rp25.950. Akses masuk jadi lebih mudah sekaligus memberi ruang likuiditas harian yang lebih aktif.







