PT Multipolar Technology Tbk resmi mengubah parameter perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia mulai 21 Juli 2026. Nominal turun dari Rp100 menjadi Rp4 per lembar melalui rasio pemecahan 1:25, sementara harga teoretis di JATS disesuaikan ke Rp1.040 dari penutupan cum date Rp25.950 sehari sebelumnya.
Inti artikel
- PT Multipolar Technology Tbk resmi mengubah parameter perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia mulai 21 Juli 2026
- Jumlah lembar tercatat melonjak dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar
- Pedoman harga tawar-menawar di pasar reguler dan negosiasi ikut disesuaikan serentak pada hari pertama perdagangan pasca-pemecahan
Jumlah lembar tercatat melonjak dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar. Pedoman harga tawar-menawar di pasar reguler dan negosiasi ikut disesuaikan serentak pada hari pertama perdagangan pasca-pemecahan. Emiten teknologi Grup Lippo berkode MLPT ini menuntaskan aksi korporasi yang disetujui RUPSLB 29 Juni 2026.
Apa yang Berubah di JATS Setelah Nominal Baru Berlaku
Jakarta Automated Trading System langsung menerapkan parameter baru pada 21 Juli 2026. Fraksi harga dan pedoman tawar-menawar disesuaikan agar sesuai nominal Rp4. Bursa Efek Indonesia memastikan penyesuaian berlaku untuk sesi reguler maupun negosiasi tanpa jeda.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, menegaskan harga dasar individual stock dihitung ulang agar investor tidak bingung. Perubahan ini juga mencakup batas auto-rejection dan lot size yang tetap 100 lembar. Optimaise News mencatat semua penyesuaian ini terjadi di hari yang sama dengan debut perdagangan nominal baru.
Investor yang memegang saham sebelum cum date otomatis menerima 25 kali jumlah lembar. Tidak ada aksi tambahan di rekening efek. Sistem KSEI menangani distribusi setelah recording date.
Hitungan Harga Teoretis dan Jumlah Lembar Pasca-Pemecahan

Harga penutupan cum 20 Juli 2026 di pasar reguler mencapai Rp25.950. Dibagi 25, hasilnya Rp1.038 lalu dibulatkan sesuai fraksi menjadi harga teoretis Rp1.040. Kapitalisasi pasar tetap di kisaran Rp48,6 triliun karena nilai total tidak berubah.
Jumlah saham beredar naik tepat 25 kali lipat. Dari 1,875 miliar lembar menjadi 46,875 miliar lembar. Tabel ringkas sebelum-sesudah memudahkan perbandingan cepat:
| Parameter | Sebelum Split | Sesudah Split |
|---|---|---|
| Nominal | Rp100 | Rp4 |
| Jumlah lembar | 1,875 miliar | 46,875 miliar |
| Harga acuan | Rp25.950 | Rp1.040 |
| Kapitalisasi pasar | ±Rp48,6 triliun | ±Rp48,6 triliun |
Perbandingan menarik muncul dari estimasi awal. Saat rencana diumumkan harga masih sekitar Rp19.200, prediksi teoretis sempat disebut Rp700-an. Realisasi jauh lebih tinggi karena harga cum sudah naik ke Rp25.950.
Jejak Harga Jelang Cum Date hingga Hari Perdagangan Baru

Sebelum cum date, harga Multipolar Technology sempat menyentuh Rp29.225. Dalam hitungan hari harga turun sekitar 11 persen ke Rp25.950. Volume perdagangan fluktuatif dengan dominasi investor domestik.
Timeline utuh dari keputusan hingga eksekusi berjalan sebagai berikut. RUPSLB menyetujui split 29 Juni 2026. Persetujuan prinsip BEI menyusul. Cum date jatuh 20 Juli. Hari pertama perdagangan nominal baru 21 Juli. Recording date dan distribusi KSEI menyelesaikan proses dalam rentang 15-23 Juli.
Optimaise News merangkai seluruh tahap itu jadi satu alur biar pembaca tidak bolak-balik antar berita. Dari RUPSLB ke first trade, semuanya tuntas dalam tiga minggu.
Siapa yang Pegang Saham dan Mengapa Likuiditas Jadi Isu
PT Multipolar Technology Tbk masuk kategori high shareholding concentration. Kepemilikan terkonsentrasi di atas 99 persen di tangan grup. Free float sangat tipis meski jumlah lembar sudah dikalikan 25.
Likuiditas pasca-split berpotensi tetap rendah. Harga per lembar lebih murah memang menarik pembeli ritel. Namun volume harian bisa stagnan jika mayoritas saham tetap dipegang pengendali. Aktivitas asing dan domestik jelang split sudah menunjukkan pola hati-hati.
Status HSC dari pengumuman BEI sebelumnya masih relevan. Investor perlu waspada terhadap bid-ask yang lebar meski akses harga sudah lebih terjangkau.
Arti Praktis bagi Investor Ritel: Beli Lebih Mudah, Risiko Tetap Sama
Harga per lembar Rp1.040 membuat pembelian lot lebih ringan di dompet. Seorang investor yang dulu butuh modal besar untuk satu lot sekarang cukup seperdua puluh lima. Daya jangkau naik signifikan.
Apa artinya buat investor: Harga lebih murah tidak mengubah nilai portofolio fundamental. Seribu lembar lama setara 25 ribu lembar baru. Risiko bisnis, kinerja, dan fluktuasi harga tetap sama. Tidak ada free lunch dari stock split.
Catatan risiko likuiditas wajib diingat. Saham berkonsentrasi tinggi sering bergerak tipis. Investor ritel yang masuk hanya karena harga murah perlu cek volume harian dulu. Multipolar tbk tetap emiten teknologi Grup Lippo dengan prospek operasional tersendiri.
FAQ Stock Split Multipolar Technology
Apakah nilai investasi saya berkurang setelah pecah saham?
Tidak. Total nilai kepemilikan tetap. Hanya nominal dan jumlah lembar yang dipecah 1:25. Kapitalisasi pasar tidak berubah.
Kapan saham dengan nominal baru mulai diperdagangkan?
21 Juli 2026. Harga teoretis Rp1.040 langsung berlaku di JATS untuk pasar reguler dan negosiasi.
Mengapa harga teoretis Rp1.040 bukan Rp700-an seperti prediksi lama?
Prediksi Rp700-an muncul saat harga masih sekitar Rp19.200. Harga cum date sudah naik ke Rp25.950 sehingga hasil baginya jadi Rp1.040 setelah penyesuaian fraksi.







