Tangerang, Optimaise News – PT Multi Nitrotama Kimia di Cikampek, Jawa Barat, baru meresmikan instalasi PLTS Atap berkapasitas 307,5 kWp bersama Modena Energy. Fasilitas on-grid itu diperkirakan menghasilkan sekitar 400.000 kWh listrik setahun dan memangkas emisi karbon hingga 360.000 kg CO₂ per tahun tanpa mengganggu jalannya pabrik.
Inti artikel
- PT Multi Nitrotama Kimia di Cikampek, Jawa Barat, baru meresmikan instalasi PLTS Atap berkapasitas 307,5 kWp bersama Modena Energy
- Keputusan ini mencerminkan pergeseran pelaku industri yang mencari pasokan lebih stabil sekaligus penghematan jangka panjang
- Pabrik kimia milik anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk itu memilih sistem terhubung jaringan PLN
Keputusan ini mencerminkan pergeseran pelaku industri yang mencari pasokan lebih stabil sekaligus penghematan jangka panjang. Optimaise News menelusuri bagaimana langkah serupa kini menjadi pilihan praktis bagi pabrik yang ingin menekan tagihan listrik sambil menopang target bersih.
MNK Cikampek Resmikan PLTS Atap 307,5 kWp
Pabrik kimia milik anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk itu memilih sistem terhubung jaringan PLN. Siang hari listrik dari atap langsung menyuplai mesin, sementara kelebihan atau kekurangan tetap diisi dari grid agar operasional tak terputus.
General Manager Manufacture MNK Susilo Yuwono menekankan bahwa instalasi tersebut langsung menaikkan efisiensi energi. Biaya listrik harian berkurang dan daya saing perusahaan ikut terdongkrak.
Menurutnya, inisiatif ini juga menjadi landasan penerapan solusi energi bersih di unit-unit lain di bawah Ancora. Target Net Zero Emission perusahaan mendapat penopang konkret dari atap pabrik sendiri.
Efisiensi Biaya dan Stabilitas Pasokan Jadi Pendorong Utama

Head of Modena Energy Agiya Fersya menjelaskan bahwa pelaku industri beralih ke PLTS Atap karena dua alasan praktis. Pertama, biaya operasional jangka panjang turun signifikan. Kedua, pasokan listrik di siang hari lebih terprediksi dibanding ketergantungan penuh pada jaringan.
Kolaborasi dengan MNK dianggap langkah strategis untuk mempercepat adopsi energi surya di sektor manufaktur. Agiya Fersya menambahkan bahwa transisi bersih Indonesia butuh contoh nyata dari pabrik yang berani berinvestasi di atap mereka sendiri.
Bagi pemilik pabrik skala menengah, model on-grid ini relatif mudah diadopsi. Tidak perlu baterai besar, cukup inverter yang terintegrasi, sehingga modal awal lebih terjangkau sambil tetap mendapat manfaat penghematan langsung.
Industri Sumbang Kapasitas PLTS Atap Terbesar 2024
Laporan Indonesia Solar Energy Outlook 2025 mencatat sektor industri sebagai penyumbang utama penambahan kapasitas PLTS Atap sepanjang 2024. Hingga akhir Juli 2024, sekitar 104 MWp kapasitas baru telah terpasang di kawasan industri.
Angka itu menunjukkan bahwa pabrik-pabrik tidak lagi memandang panel surya sebagai proyek greenwashing semata. Mereka melihatnya sebagai instrumen pengendali biaya yang sejalan dengan komitmen emisi.
MNK menjadi satu di antara banyak entitas yang menghubungkan efisiensi operasional harian dengan agenda Net Zero. Dengan 400.000 kWh yang dihasilkan tiap tahun, pabrik di Cikampek memperoleh buffer energi mandiri yang langsung terasa di neraca listrik.







