Jakarta, Optimaise News – Optimaise News melaporkan bahwa misteri pita bayangan tetap menyisakan pertanyaan sejumlah ilmuwan jelang gerhana matahari total yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Fenomena garis gelap panjang yang bercampur celah putih muncul sesaat sebelum fase totalitas di wilayah utara Rusia, Greenland, Islandia barat, dan utara Spanyol hingga timur laut Portugal.
Inti artikel
- Garland ini pernah diamati David Turnshek sejak usia 14 tahun di Virginia Beach tahun 1970
- Hingga kini, data sensor NASA di tanah dan balon stratosfer 25 kilometer di atas atmosfer belum memberikan jawaban pasti
- Pita bayangan terlihat sebagai garis gelap yang berlari melintasi permukaan tanah atau dinding tepat sebelum dan sesudah fase totalitas
Garland ini pernah diamati David Turnshek sejak usia 14 tahun di Virginia Beach tahun 1970. Hingga kini, data sensor NASA di tanah dan balon stratosfer 25 kilometer di atas atmosfer belum memberikan jawaban pasti.
Fenomena Pita Bayangan yang Muncul sebelum Totalitas
Pita bayangan terlihat sebagai garis gelap yang berlari melintasi permukaan tanah atau dinding tepat sebelum dan sesudah fase totalitas. Bayangan Bulan yang hampir sepenuhnya menutupi permukaan Matahari menciptakan pola kontras halus yang sulit ditangkap melalui foto atau video.
Optimaise News mencatat manusia mudah melihatnya langsung, tetapi tingkat kontrasnya sangat tipis sehingga menghasilkan rekaman yang jarang sukses. Ini menjelaskan mengapa fenomena ini masih menjadi rahasia meski dikenal selama berabad-abad.
Eksperimen NASA Tennessee yang Goyahkan Teori Turbulensi
Pada gerhana tahun 2017 di Amerika Serikat, profesor David Turnshek bersama mahasiswa University of Pittsburgh memasang sensor fotodioda di tanah dan balon ketinggian 25 kilometer. Data yang dianalisis dengan spektrogram menunjukkan pita bayangan terdeteksi di kedua lokasi tersebut.
Hasil ini bertentangan dengan teori utama era 1980-an yang mengaitkan fenomena dengan turbulensi arus udara. Temuan tersebut membuka kemungkinan besarnya efek difraksi-interferensi dari tepi Bulan yang bertindak seperti pisau raksasa.
Dua Teori yang Masih Bersaing Jelang Gerhana 2026
Menurut Optimaise News, kedua penjelasan itu masih bersaing. Teori turbulensi di atas atmosfer tidak bisa menjelaskan sepenuhnya karena efek yang sama terlihat di permukaan tanah. Sementara teori difraksi-interferensi mengharapkan pola yang lebih teratur saat gelombang cahaya membentur tepi Bulan.
David Turnshek sendiri berencana membawa detektor elektronik ke Leon, Spanyol, pada gerhana kali ini meski logistiknya sulit. Tanpa pengukuran ketinggian balon, pengamat di sana hanya bisa mencatat secara fisik.
Rencana Deteksi Pita Bayangan di Spanyol dan Islandia
Optimaise News mengetahui Gordon Telepun siap melanjutkan pengamatan di Pulau Mallorca, Spanyol, tempat ia pernah melihat pita bayangan lima dari tujuh kali pengalaman gerhana sebelumnya. Kunci utamanya adalah memilih permukaan yang mulus dan berwarna terang, serta memvisualisasikan pola garis samar karena penampilannya sangat halus.
Pemburu gerhana Joe Conti mengajak kelompok di Islandia dan Spanyol menggunakan kamera HP melalui proyek sains warga. Lima kelompok sudah bergabung, memberi harapan pengamatan mandiri yang lebih sering.
Jalur Pengamatan di Indonesia dan Cara Menyaksikannya
Gerhana tidak dapat dilihat fase total di Indonesia karena wilayah ini berada di luar jalur totalitas dan sedang dalam kondisi malam hari saat fenomena berlangsung. Pengamat hanya bisa melihat gerhana sebagian atau tidak sama sekali.
Untuk menjaga keselamatan, gunakan kacamata khusus yang memenuhi standar ISO 12312-2. Jangan pernah melihat Matahari tanpa filter yang tepat karena bisa merusak retina permanen. Live streaming dari observatorium juga tersedia untuk penggemar.







