Jakarta, Optimaise News – Komdigi menggarap rencana memulihkan sistem rating game secara penuh sepanjang 2026, setelah menjalani evaluasi detail terhadap semua aspek teknis dan aturan. Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Game Komdigi Tita Ayuditya Surya menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan karena penyesuaian sistem dan kebijakan telah mencapai tahap yang cukup matang sehingga proses regulasi bisa berjalan normal kembali.
Inti artikel
- Ketua itu juga menggaris bawahi bahwa kembalinya IGRS ke kondisi normal bisa dipastikan dalam waktu dekat meski jadwal pasti belum dirinci
- Pihak industri game langsung ikut serta sejak detik awal masa penundaan
- Tim investigasi yang dibentuk ini menggarap semua ranah mulai dari keandalan teknis alur proses hingga tata kelola rating
Ketua itu juga menggaris bawahi bahwa kembalinya IGRS ke kondisi normal bisa dipastikan dalam waktu dekat meski jadwal pasti belum dirinci. Angka ini membawa kelegaan besar bagi pengelola industri karena game digital kini diakui sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang terus digenjot pemerintah.
Awal Penundaan dan Penyebabnya
Implementasi IGRS sempat tertunda sejak pertengahan April 2026 akibat kesalahan tampilan tampilan rating yang kelihatan di layar Steam dan viral di kalangan pemain. Gangguan ini mendorong Komdigi membentuk tim khusus yang bertugas mengaudit ulang keandalan sistem teknis, proses pendaftaran hingga pengelolaan rating dari awal hingga akhir.
Pihak industri game langsung ikut serta sejak detik awal masa penundaan. Kolaborasi pun sudah terjalin dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengingat game berada dalam kategori subsektor yang strategis serta dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menjamin perlindungan konsumen anak dari segala bentuk konten tidak pantas.
Tata Kelola Baru Menuju IGRS yang Lebih Kuat

Tim investigasi yang dibentuk ini menggarap semua ranah mulai dari keandalan teknis alur proses hingga tata kelola rating. Orang tua dan perwakilan komunitas ikut dimasukkan ke dalam rangkaian koordinasi karena dampak langsung yang dirasakan pada pola konsumsi media digital anak di tengah maraknya konten game.
Penekanan utama adalah memastikan IGRS bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan aspek keamanan dan pengawasan. Dengan keterlibatan semua pihak tersebut, Komdigi menargetkan IGRS yang lebih adaptif dan andal untuk melindungi ekosistem game Indonesia secara keseluruhan.
Kedatangan IGRS di Tahun 2026
Pengembalian fungsi IGRS pada tahun ini adalah agenda yang sudah lama direncanakan. Evaluasi mendalam akan mencakup semua elemen yang terkena dampak kesalahan awal, mulai dari tampilan rating yang bermasalah hingga tata kelola yang selama ini perlu ditingkatkan lagi. Hasilnya adalah sistem rating yang siap digunakan penuh oleh pengembang dan pemain tanpa risiko pengawasan yang putus.
Langkah ini sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia dalam membesarkan industri kreatif nasional. Game yang berkualitas dan terawasi baik akan menjadi magnet bagi anak muda yang mencari hiburan sekaligus pembelajaran.







