Jakarta, Optimaise News – Apple dilaporkan sedang menguji chip memori dari ChangXin Memory Technologies atau CXMT guna mengisi iPhone serta MacBook yang dipasarkan di China. Langkah ini muncul di tengah alokasi besar chip memori ke data center AI yang menekan pasokan perangkat konsumen, dan belum ada putusan final dari raksasa asal Cupertino itu.
Inti artikel
- Reuters mengutip laporan Wall Street Journal soal pembicaraan awal itu, namun belum memverifikasi secara mandiri
- Baik Apple maupun CXMT memilih diam, sementara pasar DRAM global masih dikuasai tiga raksasa Korea dan AS
- Optimaise News merangkum konteks kelangkaan dan peluang pemain China yang sudah masuk jajaran empat besar Mobile DRAM
Reuters mengutip laporan Wall Street Journal soal pembicaraan awal itu, namun belum memverifikasi secara mandiri. Baik Apple maupun CXMT memilih diam, sementara pasar DRAM global masih dikuasai tiga raksasa Korea dan AS. Optimaise News merangkum konteks kelangkaan dan peluang pemain China yang sudah masuk jajaran empat besar Mobile DRAM.
Lonjakan AI Serap Kapasitas DRAM, Smartphone dan Laptop Kehilangan Jatah
Permintaan server AI yang melonjak memaksa produsen memori mengalihkan kapasitas produksi ke data center. Akibatnya, chip untuk ponsel dan laptop makin sulit didapat. Apple sendiri mengakui harga chip memori naik dan stok terbatas, sehingga menekan bisnis perangkat keras mereka.
Situasi ini memaksa rantai pasok mencari pemasok baru di luar triumvirat tradisional. CXMT muncul sebagai kandidat kuat untuk perangkat yang beredar di pasar China, tempat permintaan masih tinggi dan regulasi lokal mendorong komponen dalam negeri. Pilihan itu bersifat terbatas, bukan pengganti total rantai global.
Kelangkaan bukan hanya soal harga. Waktu tunggu pengiriman memanjang, dan Apple harus menyesuaikan jadwal produksi. Langkah uji coba chip China menjadi jawaban pragmatis sebelum keputusan final diambil.
CXMT Sudah Dipakai HP dan Acer, Posisi di Empat Besar Mobile DRAM

HP dan Acer telah memasang chip CXMT di sebagian model yang dijual di luar Amerika Serikat. Keberhasilan produsen PC tersebut memberi sinyal bahwa kualitas produk CXMT cukup untuk perangkat konsumen massal. Apple, yang lebih ketat soal spesifikasi, masih dalam tahap evaluasi awal.
Menurut data yang dirujuk TrendForce, CXMT menempati peringkat empat besar pemasok Mobile DRAM bersama Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron. Di kuartal II 2026, CXMT menguasai sekitar 7 persen pendapatan DRAM global. Angka itu menandai lonjakan signifikan untuk pemain yang dulunya dianggap pemain pinggiran.
Dominasi tiga raksasa Korea dan AS masih kuat, tetapi porsi 7 persen membuka ruang negosiasi. Apple bisa memanfaatkan CXMT sebagai penyeimbang, khususnya untuk SKU yang beredar di China, tanpa merombak rantai pasok di pasar lain.
Belum Ada Putusan Final, Fokus Utama Perangkat China
Pembicaraan Apple dan CXMT masih tahap eksplorasi. Opsi yang paling serius dibahas adalah pemasangan chip memori CXMT hanya pada iPhone dan MacBook yang dipasarkan di China. Langkah itu meminimalkan risiko geopolitis sambil menjawab kelangkaan lokal.
Reuters menekankan belum ada verifikasi independen, dan kedua pihak belum mengeluarkan pernyataan resmi. Status ini membuat investor dan pemasok lain menunggu sinyal lebih jelas. Optimaise News mencatat bahwa ketiadaan komentar justru memperpanjang spekulasi di rantai pasok Asia.
Jika uji coba berhasil, Apple bisa mengurangi ketergantungan pada Samsung, SK Hynix, dan Micron di segmen tertentu. Namun, standar kualitas, yield, dan kepatuhan ekspor tetap menjadi filter ketat sebelum produksi massal.
Dampak Harga dan Stok Perangkat Konsumen
Apple sudah merasakan tekanan margin karena harga chip memori naik. Konsumen berpotensi menghadapi perangkat dengan kapasitas memori lebih terbatas atau harga lebih tinggi di kuartal mendatang. Kelangkaan ini merata di industri, bukan hanya Apple.
Dengan adanya opsi CXMT, Apple setidaknya punya jalur alternatif di pasar China. Produsen lain yang sudah memakai chip serupa menunjukkan bahwa adopsi sudah berlangsung di luar lingkar premium. Keberhasilan uji coba bisa mempercepat diversifikasi lebih luas.
Namun, tanpa keputusan final, rantai pasok tetap waspada. Analis mengamati apakah 7 persen porsi CXMT akan tumbuh seiring permintaan AI yang belum surut. Jika kapasitas CXMT terus diperluas, tekanan pada smartphone dan laptop bisa mereda bertahap.







