Jaime VandenBerg, perempuan berusia 1996 yang lahir di Lethbridge, Alberta, menggenjot sejarah saat menggendong putrinya Charlotte Nicole Hernandez-VandenBerg di final walk penobatan Miss Universe Kanadda 2026. Aksi emosional ini terjadi di Windsor, Ontario, sebelum mahkota diserahkan kepada Aslihan Morali dari Ancaster, Ontario. Peristiwa ini membawa dampak luas karena melibatkan kehamilan yang dirahasiakan selama berbulan-bulan, sekaligus menjadi bukti ketahanan seorang ibu yang tetap fokus pada tugasnya sebagai miss internasional.
Inti artikel
- Aksi emosional ini terjadi di Windsor, Ontario, sebelum mahkota diserahkan kepada Aslihan Morali dari Ancaster, Ontario
- Momen tersebut jadi sorotan di mana-mana karena perempuan Kanada pertama kali meraih empat gelar nasional sekaligus
- Jaime memenangkan gelar Miss Universe Canada, Miss World Canada, Miss International Canada, serta Miss Earth Canada
Yang menarik, Jaime bahkan ikut serta dalam Miss Universe 2025 di Thailand ketika kehamilan di umur empat bulan, tapi berhasil lolos top 30 tanpa diketahui publik luas. Ia berbagi cerita di balik pengungkapan ini di suatu momen, menekankan betapa berharga momen intim ini terasa saat digabungkan dengan spotlight yang menyengat. Momen tersebut jadi sorotan di mana-mana karena perempuan Kanada pertama kali meraih empat gelar nasional sekaligus.
Karena Sukses Meraih Empat Gelar, Jaime Menjadi Pionir Miss Universe Kanadda
Jaime memenangkan gelar Miss Universe Canada, Miss World Canada, Miss International Canada, serta Miss Earth Canada. Prestasi tersebut menandai pencapaian luar biasa bagi kontestan asal Kanada, di mana ia bisa mengendalikan empat mahkota dalam satu masa bertanding. Aslihan Morali, yang menjadi runner-up, menerima tugas sebagai penerus untuk terus melanjutkan semangat dari miss universe kanadda.
Pengungkapan kehamilan dilakukan secara bertahap setelah sesi pemotretan di Mexico City bersama Aaron Hernandez. Kontraksi foto itu dilakukan sebelum melahirkan Charlotte Nicole pada 14 Mei 2026. Awalnya, Jaime ragu terbuka karena khawatir dianggap sebagai kontestan hamil yang bisa mengganggu fokus pada kampanye advokasi kemanusiaan.
Jaime Temukan Cara Cerdik Jaga Kehamilan Tanpa Mengganggu Advokasi

Ia berkata, ‘Kami memilih untuk menyimpannya sendiri cukup lama… terasa jauh lebih intim di tengah periode hidup saya yang disorot publik’. Kata-kata itu mencerminkan keputusan bijak yang bisa menginspirasi banyak ibu muda yang ingin mengejar mimpi karir sambil tetap menjaga keberlanjutan. Dengan mengundurkan diri dari pengumuman publik terlebih dahulu, Jaime bisa menikmati proses persalinan secara lebih pribadi sambil tetap bersiap menghadapi panggung internasional.
Dilansir dalam pemaparan yang kami ringkas di Optimaise News, pendekatan ini terbukti ampuh. Saat menggendong bayi di gambar pre-walk, Jaime terlihat tegar, meski sedang dalam kondisi hamil empat bulan. Ilustrasi Sabtu 8 Agustus 2026 itu menunjukkan bagaimana ironisnya, tubuh yang ditonjolkan justru terlihat lebih kuat karena penelitian yang matang sebelum event.
Mereka Atasi Tantangan Sembari Jaga Rahasia dengan Optimal
Kehamilan dirahasiakan sejak tahap awal karena sifat intermediet mungkin mengurangi konsentrasi terhadap berbagai program global yang melibatkan isu kemanusiaan. Buku catatan pribadi dan jurnal harian jadi alat bantu agar terbiasa dengan perubahan fisik sekaligus menjaga citra yang masih segar di mata pengadil. Di samping itu, ada sentuhan rasa syukur yang datang setelah Charlotte Nicole lahir.
Pada akhirnya, Jaime berhasil melewati semua tahap tanpa salah langkah besar. Bayinya kini ikut hadir di beberapa acara terbuka, mulai dari final walk sampai momen-momen pre-talk. Sementara itu, top 30 di Miss Universe 2025 Thailand tetap menjadi gambaran kecil ajang lain yang tak terlupakan setelah hasil berita mereda.
Prestasi empat gelar ini pasti memunculkan banyak pertanyaan dari penggemar. Mengapakah bisa seseorang mencapai puncak begitu dalam waktu singkat? Semua mulai dari disiplin tinggi, dukungan keluarga, dan konseling mental yang konstan. Momen menggendong anak saat menerima mahkota akhirnya jadi simbol sempurna bahwa prestasi bukan hanya tentang gelar saja, tapi juga tentang kekuatan karakter yang terus berkembang.







