PSG vs Aston Villa 2-1, Pertahankan Piala Super Eropa Beruntun

PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 di Piala Super Eropa 2026, menjadi juara kedua beruntun. Kvaratskhelia dan Desire Doue cetak gol, Brian Madjo balas.

Author Image

Adel

PSG vs Aston Villa 2-1, Pertahankan Piala Super Eropa Beruntun

PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 pada laga final Piala Super Eropa 2026 yang berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis 13 Agustus 2026 dini hari WIB. Kedua gol Les Parisiens dicetak Desire Doue, sementara Brian Madjo yang berusia 17 tahun mencetak gol pembuka yang membantu tuan rumah lebih berani di menit akhir.

Inti artikel

  • PSG menjadi juara untuk musim kedua beruntun setelah mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti di edisi 2025
  • Duel yang mempertemukan juara Liga Champions melawan juara Liga Europa ini berjalan ketat sejak awal
  • Laga dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim

PSG menjadi juara untuk musim kedua beruntun setelah mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti di edisi 2025. Duel yang mempertemukan juara Liga Champions melawan juara Liga Europa ini berjalan ketat sejak awal.

Kronologi 90 Menit di Red Bull Arena: 1-0, 1-1, 2-1

Laga dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Khvicha Kvaratskhelia membuka skor pada menit ke-20 lewat umpan Desire Doue yang sempurna. Skor 1-0 membuat fans Aston Villa harus berjuang lebih keras.

Brian Madjo kemudian menyamakan skor pada menit ke-45 dengan bantuan assist John McGinn. Gol remaja 17 tahun ini menjadi momen kunci yang membuat laga semakin seru sebelum masuk jeda babak pertama. Imbang 1-1 ini bertahan hingga istirahat, meski PSG tampak lebih menguasai bola.

Di babak kedua, Desire Doue mencetak gol kedua pada menit ke-61 setelah kreasi Ousmane Dembele. Wasit Omar Artan memverifikasi melalui VAR dan mengesahkan gol ini meski ada posisi offside yang sempat dibahas. Gol itu menjadi penentu karena Aston Villa tidak bisa menunjukkan performa serupa.

Peran Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia Versus Gol Remaja Brian Madjo

Desire Doue tampil menonjol sepanjang laga dan menjadi bintang kedua PSG setelah Kvaratskhelia. Sementara itu, Brian Madjo yang membuktikan dirinya sebagai striker berbakat untuk klub tuan rumah meski usianya masih sangat muda. Golnya membuat Villa lebih percaya diri di babak kedua.

Kvaratskhelia, winger asal Georgia yang jarang ikut Piala Dunia, justru menjadi andalan dalam serangan PSG. Kemampuannya mengelabui pertahanan Aston Villa membantu tim berwarna merah bintik menjaga dominasi hingga akhir. Optimaise News mencatat bagaimana kedua pemain ini bekerja sama membentuk serangan yang sulit dibendung.

Perubahan Luis Enrique: Masuknya Ousmane Dembele yang Ubah Arah Laga

Luis Enrique melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Ousmane Dembele di menit ke-46. Substitusi ini langsung terasa dalam permainan, karena dembunya tambah tajam dan membantu PSG mempertahankan tekanan. Ekspresi pelatih itu membuat laga semakin terbuka di akhir.

Dengan penampilan Dembele, PSG yang sempat kalah tanda tangan keunggulan fisik mulai menguasai tempo kembali. Aston Villa coba menekan di menit-menit terakhir, namun didominasi pertahanan solid yang dipimpin kiper Matvey Safonov. Gol kedua Doue pada menit 61 menjadi keputusan yang tepat bagi Enrique.

Susunan Lengkap dan Aturan Baru Tanpa Perpanjangan Waktu

Susunan PSG yang dimulai dengan Matvey Safonov di bawah palang gawang diperkuat Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, dan Nuno Mendes. Di lini tengah hadir Joao Neves, Vitinha, dan Warren Zaire-Emery. Maghnes Akliouche ditemani Desire Doue, sementara Khvicha Kvaratskhelia menjadi penyerang utama hingga diganti Ilya Zabarnyi.

Aston Villa menurunkan Marco Bizot sebagai kiper cadangan dengan pembela penuh Matty Cash, Victor Lindelof, dan Victor Pacheco. John McGinn dipasangkan dengan Boubacar Kamara di tengah, sementara Brian Madjo menjadi striker utama yang diganti Tammy Abraham. Hingga akhir laga, Villa tak berhasil menembus rapat pertahanan PSG.

UEFA menerapkan aturan baru tanpa perpanjangan waktu. Jika imbang setelah 90 menit, langsung dilakukan adu penalti untuk menentukan pemenang. Keputusan ini membuat laga lebih cepat dan adil menurut para pengamat.

Arti Gelar Kedua Beruntun bagi PSG dan Sisa Peluang Aston Villa

Menjadi juara Piala Super Eropa untuk dua musim beruntun menandai kebanggaan baru bagi Paris Saint-Germain yang kini menyamai pencapaian langka Real Madrid di tahun 2016 dan 2017. Gelar ini membuka peluang besar untuk mengamankan trofi UEFA lainnya sepanjang musim 2026/27.

Bagi Aston Villa, kekalahan meski dari tim yang dianggap lebih kuat masih membuka peluang menambah koleksi trofi mereka sendiri. Pengalaman mereka di edisi 1982 sebagai juara Super Cup menjadi bekal berharga untuk masa depan. Mengacu pada data sumber yang dirangkum Optimaise News, laga ini menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama berpotensi di level Eropa.

Optimaise News mencatat bahwa performa buruk di Piala Dunia ikut memengaruhi tim tamu yang banyak kehilangan beberapa eksponennya. PSG justru lebih stabil dan siap ambil langkah pertama sebagai juara musim baru.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.