Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan kiriman kasur yang memicu kecurigaan Sarwendah murni produk endorsement merek tempat tidur, bukan isyarat perselingkuhan. Ia mendesak mantan istri kliennya membuktikan klaim agar tuduhan tak berubah menjadi fitnah, sambil mengembalikan perhatian publik ke sengketa hak asuh anak.
Inti artikel
- Pernyataan itu muncul setelah Sarwendah menceritakan asal usul keraguan di podcast YouTube Bang Denny Sumargo sekitar akhir Juli 2026
- Optimaise News menelusuri informasi bahwa klarifikasi Minola juga disiarkan lewat kanal Intens Investigasi
- Cerita bermula saat keduanya masih menempuh masa rumah tangga di apartemen Pondok Indah pada pandemi Covid-19
Pernyataan itu muncul setelah Sarwendah menceritakan asal usul keraguan di podcast YouTube Bang Denny Sumargo sekitar akhir Juli 2026. Optimaise News menelusuri informasi bahwa klarifikasi Minola juga disiarkan lewat kanal Intens Investigasi.
Kronologi pindah apartemen ke rumah sewa yang picu kecurigaan
Cerita bermula saat keduanya masih menempuh masa rumah tangga di apartemen Pondok Indah pada pandemi Covid-19. Ruben Onsu merasa hunian itu sumpek, lalu meminta Sarwendah pindah ke rumah sewaan di kawasan yang sama.
Sarwendah merasa janggal. Ruben memiliki rumah pribadi di Rempoa, namun justru mengajak tinggal di rumah sewaan Pondok Indah. Keputusan itu memicu pertanyaan di benaknya jauh sebelum kasur muncul.
Usai pindah, sebuah kasur baru tiba tanpa pesanan dari Sarwendah. Ia menanyakan petugas keamanan rumah lama. Jawaban security, menurut pengakuannya, menyebut pengiriman atas perintah bapak ke apartemen. Dari situ keraguan membesar hingga memicu pertengkaran besar menjelang perceraian.
Kutipan Sarwendah soal security dan planning tinggal bareng orang lain
Di hadapan Denny Sumargo, Sarwendah mengaitkan kiriman itu dengan dugaan rencana tinggal bersama orang lain. Ia menggambarkan kemarahan Ruben kepada petugas keamanan setelah pengiriman diketahui.
“Jadi mungkin dia sudah ada planning buat tinggal di sana bersama yang lain. Security dimarahin habis-habisan dong. Karena kenapa bisa ketahuan ke aku kalau mau ngirim kasur ke apartemen,” imbuh Sarwendah.
Denny sempat menanyakan bukti. Sarwendah mengakui tak memegang dokumen atau rekaman yang menguatkan. “Enggak ada bukti, tapi kita ada berantem, dia juga tahu mestinya,” ucap Sarwendah. Versi lain di podcast yang sama menyebut ia bertanya langsung ke security dan mendapat jawaban serupa soal perintah kirim ke apartemen.
Penjelasan Minola: kasur endorse, bukan sinyal perselingkuhan
Minola Sebayang membantah tafsir itu. Ia menjelaskan Ruben menjadi salah satu brand ambassador merek tempat tidur atau kasur, sehingga barang endorsement wajar diterima dan dipindahkan.
“Ruben itu kan salah satu endorse-nya tempat tidur, kasur. Jadi akhirnya sekarang yang dibicarakan kasur, pengantarnya diomongin. Loh,” kata Minola dikutip dari tayangan Intens Investigasi.
Menurutnya, penempatan kasur terjadi karena pasangan sudah pindah sementara rumah di Cilandak sedang dibangun atau direnovasi. Ia menilai menautkan barang promosi dengan tuduhan selingkuh terlalu jauh. Catatan Optimaise News menunjukkan klarifikasi ini menjadi jawaban langsung atas narasi kasur yang beredar di media hiburan.
Desakan buktikan klaim dan risiko fitnah
Minola menekankan bahwa tuduhan tanpa bukti berpotensi menjadi fitnah. Ia menantang pihak Sarwendah untuk menunjukkan data konkret jika memang meyakini ada perselingkuhan.
“Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Memangnya sekarang ada ceritanya Ruben setelah bercerai dekat dengan orang lain? Karena kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kasur diletakkan di apartemen yang diketahui bersama saat masih berstatus suami istri. Dugaan sepihak, menurutnya, tidak pantas digulirkan tanpa dasar yang dapat diverifikasi.
Mengapa isu ini dinilai mengalihkan dari hak asuh anak
Minola menilai sorotan publik soal selingkuh justru mengaburkan inti sengketa pasca-cerai: akses Ruben bertemu anak-anak dan sengketa hak asuh. Ia berulang kali mengembalikan topik ke persoalan anak yang belum bisa berkumpul dengan ayahnya.
“Sekali lagi, persoalan kita ini mengenai masalah anak. Anak yang tidak bisa berkumpul bersama Ruben. Kok larinya ke selingkuh, Ruben selingkuh,” katanya. Di kesempatan lain ia menambahkan, “Apa kaitannya dengan selingkuh? Ini kan masalahnya hak asuh anak tetapi masalahnya melebar kemana. Jangan malah sekarang bikin fitnah.”
Bagi pembaca yang mengikuti polemik selebritas, sintesis kronologi pindah dari apartemen sumpek, pilihan rumah sewaan alih-alih Rempoa, kedatangan kasur endorse, lalu klarifikasi Minola, menunjukkan bagaimana satu detail logistik bisa membesar menjadi isu moral. Fokus hukum yang relevan tetap pada kepentingan anak, bukan spekulasi tanpa bukti.






