Lionel Messi merilis surat terbuka kepada ayahnya, Jorge Messi, beberapa hari setelah Jorge wafat di Rosario pada 7 Agustus 2026 usai lama berjuang melawan penyakit. Ia sempat meninggalkan Inter Miami, lalu pada Kamis, 13 Agustus 2026, kembali ke lapangan saat The Herons kalah 2-3 dari Club Leon dan tersingkir dari fase grup Leagues Cup 2026 di NU Stadium, Miami.
Inti artikel
- Titik paling menusuk dalam tulisan itu bukan hanya rasa kehilangan
- La Pulga bahkan berjanji timnya akan ke final supaya ayahnya bisa datang menyaksikan, janji yang tak sempat terwujud
- Sumber lain dalam rangkuman yang sama menyebut Jorge meninggal pada Sabtu, 8 Agustus 2026
Titik paling menusuk dalam tulisan itu bukan hanya rasa kehilangan. Messi mengaku ayahnya terus meminta ia tampil di Piala Dunia yang lalu, kondisi Jorge justru memburuk beberapa hari sebelum turnamen, dan itu kali pertama sang ayah tak hadir; ibu Messi sempat meyakinkan bahwa Jorge akan cukup sehat untuk bepergian. La Pulga bahkan berjanji timnya akan ke final supaya ayahnya bisa datang menyaksikan, janji yang tak sempat terwujud.
Kronologi duka Jorge Messi di Rosario dan absen Messi dari Inter Miami
Optimaise News merangkum, kabar duka dari kampung halaman memaksa kapten Inter Miami menunda tugas klub. Artikel yang memuat surat itu terbit Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, ditulis Ade Jayadireja. Beberapa hari Messi tampak senyap di ruang publik sebelum menulis lewat media sosial.
Sumber lain dalam rangkuman yang sama menyebut Jorge meninggal pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Perbedaan tanggal itu muncul antarliputan, sementara inti peristiwanya sama: ayah pemain delapan kali pemenang Bola Emas itu pergi setelah perlawanan panjang terhadap sakit. Rosario, kota yang membentuk keduanya, menjadi latar perpisahan.
Bagi pendukung Inter Miami, absen singkat itu langsung terasa di kalender kompetisi. Fase grup Leagues Cup 2026 sedang menuntut poin, sementara keluarga Messi masih mengatur duka di Argentina. Keputusan kembali bermain datang lebih cepat daripada perkiraan banyak pengamat.
Isi surat: penolakan kenyataan hingga permintaan ayah soal Piala Dunia

Dalam surat yang beredar, Messi menulis, “Ayah, aku masih tak percaya Ayah sudah tiada. Kenyataan ini belum sepenuhnya meresap, atau lebih tepatnya, aku memang tak ingin mengakuinya.” Ia menambahkan, “Sulit sekali bagiku membayangkan bahwa kita takkan pernah bisa mengobrol lagi.”
Ia mengakui penderitaan ayahnya dan menyebut kepergian itu sebagai jalan terbaik, namun tetap merasa terlalu cepat. “Masih banyak hal yang seharusnya bisa kita nikmati bersama,” tulisnya. Fragmen ini yang membuat banyak pembaca ikut terhenti: bintang lapangan yang terbiasa mengontrol tempo tiba-tiba mengakui bahwa waktu keluarga tak bisa diatur seperti jadwal pertandingan.
Bagian yang membedakan surat ini dari ucapan belasungkawa biasa adalah Piala Dunia. Ayah terus memintanya bermain di edisi lalu. Beberapa hari sebelum kickoff, kondisi Jorge memburuk. Itu absen pertama ayah di turnamen semacam itu. Ibu terus menenangkan bahwa kesehatan akan membaik dan Jorge cukup kuat untuk terbang. Messi berulang kali berkata kepada ayahnya bahwa skuad akan sampai final agar Jorge bisa menonton di tribun.
Janji itu kini menggantung. Turnamen besar yang seharusnya jadi alasan ayah datang justru menjadi latar terakhir permintaan yang tak sempat dilunasi bersama. Bagi pembaca Indonesia yang mengikuti Timnas di kualifikasi dan Piala ASEAN, momen ayah-anak di tribun adalah bahasa yang mudah dipahami: prestasi di lapangan sering kali ditulis untuk satu penonton di rumah.
Dampak ke Inter Miami: comeback dan tersingkir Leagues Cup
Pada matchday terakhir Grup B, Inter Miami menghadapi Club Leon, Kamis 13 Agustus 2026 pagi WIB. Messi tidak starter. Ia masuk menit ke-46, menggantikan Daniel Pinter yang sempat unggul 1-0 di menit ke-42. Kehadirannya tidak mencegah kekalahan 2-3. The Herons gagal ke fase gugur.
Dalam rangkuman Optimaise News, comeback itu memperlihatkan dilema atlet elit: duka belum selesai, kalender kompetisi tidak menunggu. Satu sumber terkait sempat menyinggung kekalahan kandang saat Messi absen; laga Leon menutup rangkaian itu dengan tersingkir lebih awal. Poin grup habis sebelum emosi pemain sempat pulih.
Bagi klub MLS yang menjual nama Messi sebagai wajah global, hasil 2-3 terasa lebih pahit karena harapan sempat hidup di babak pertama. Substitusi di awal babak kedua menjadi isyarat bahwa staf pelatih ingin kehadiran kapten tanpa memaksanya 90 menit penuh dalam kondisi bela sungkawa.
Reaksi lapangan: pelukan lawan dan konteks keluarga Argentina
Tak lama setelah masuk, Messi mendapat umpan Rodrigo De Paul di kotak penalti. Peluang itu digagalkan bek Leon, Jhohan Romana. Adu fisik merebut bola lalu berubah pelukan. Bek lawan merangkul kapten yang masih berduka, momen yang lebih berbicara daripada skor.
Di orbit Argentina yang sama, kabar transfer turut bergerak: Nahuel Molina, rekan trofi internasional Messi, bergabung ke AS Roma dari Atletico Madrid. Cuti Cristian Romero dengan Atletico disebut sudah deal, menjaga tradisi koloni pemain Argentina di Eropa. Dunia bola tidak berhenti, bahkan ketika satu keluarganya sedang menutup lembar paling berat.
Lintasan lain di kalender Asia, India batal mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Itu tidak terkait langsung dengan Rosario, tetapi mengingatkan bahwa Agustus 2026 penuh keputusan instan: siapa yang cuti, siapa yang pindah klub, siapa yang mundur dari turnamen. Di tengah itu, surat Messi tetap menjadi teks yang paling personal.







