Lionel Messi masih terhuyung usai sang ayah, Jorge Messi, berpulang di usia 68 tahun. Optimaise News merangkum, video dan pesan duka panjang yang ia unggah di Instagram memicu perdebatan: apakah legenda Argentina itu sedang menandai bahwa masa di lapangan hijau tak akan lama lagi.
Inti artikel
- Lionel Messi masih terhuyung usai sang ayah, Jorge Messi, berpulang di usia 68 tahun
- Duka itu datang di tengah bayangan Piala Dunia 2026 yang baru selesai
- Ia berusia 68 tahun dan telah lama menjalani perawatan akibat penyakit yang diderita
Duka itu datang di tengah bayangan Piala Dunia 2026 yang baru selesai. Rivalitas bertahun-tahun dengan Cristiano Ronaldo tiba-tiba seolah melunak saat ribuan komentar, termasuk dari sang rival, mengalir ke akun Messi.
Kronologi singkat kepergian Jorge Messi
Jorge Messi meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026 waktu setempat, atau Sabtu 8 Agustus WIB, di sebuah klinik medis di Rosario, Argentina. Ia berusia 68 tahun dan telah lama menjalani perawatan akibat penyakit yang diderita.
Ayah Messi bukan hanya orang tua. Selama bertahun-tahun ia mendampingi putranya sejak karier di Argentina, kemudian Barcelona, hingga Inter Miami, sekaligus bertindak sebagai agen pribadi. Kehilangan itu merontakkan fondasi keluarga sekaligus karier profesional sang bintang.
Dalam rangkuman Optimaise News, momen ini menjadi penanda emosional keras bagi penggemar sepak bola global yang telah lama mengenal peran Jorge di balik layar.
Isi emotional pesan duka Messi di akun Instagram
Video: Sang Ayah Wafat, Pesan Duka Messi yang viral itu berisi curahan hati yang sangat pribadi. Messi membuka dengan penyesalan yang masih berat: “Ayah, aku masih tidak percaya kamu telah pergi.”
Ia mengakui bahwa sang ayah menderita dan kepergian itu mungkin yang terbaik, tetapi terasa terlalu cepat. “Aku tahu kamu menderita dan ini memang yang terbaik, tapi kamu pergi terlalu cepat. Masih banyak hal yang bisa kita nikmati bersama,” tulisnya, dikutip dari beIN Sports lewat sejumlah media.
Bagian paling menusuk menyinggung Piala Dunia 2026. Jorge terus memintanya tampil sekali lagi di turnamen itu. Beberapa hari sebelum turnamen dibuka, kondisi sang ayah justru memburuk. Messi bertekad membawa Argentina ke final agar ayahnya punya waktu pulih dan bisa datang. “Ayah, kamu terus memintaku untuk bermain di satu Piala Dunia terakhir… hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisimu memburuk,” kenangnya.
“Aku terus mengatakan kepadamu bahwa kami akan mencapai final Piala Dunia agar kamu bisa datang. Itu kembali menjadi misiku,” ujar Messi. Argentina sempat sampai final, tetapi gagal juara. Setelah setiap laga, ia mengaku selalu menunggu pesan ayah. Saat pesan itu tak datang, barulah ia memahami betapa serius situasi kesehatan Jorge. Messi juga mengakui tak pernah berada di puncak kondisi fisik sepanjang turnamen, meski ia tetap menilai keputusan tampil di Piala Dunia 2026 sebagai pilihan yang tepat.
Pesan dukungan Ronaldo yang melebur persaingan
Pada Rabu, 12 Agustus 2026, di kolom komentar unggahan itu, Cristiano Ronaldo menulis: “Pelukan erat untukmu dan orang-orang yang kamu cintai dalam masa sulit ini, Leo. Tetap kuat.” Versi lain media mencatat frasa “Pelukan hangat untukmu dan keluargamu di masa-masa sulit ini, Leo. Semoga diberi kekuatan.”
Komentar itu mencuri perhatian justru karena keduanya dikenal rival terbesar lebih dari satu dekade. Persaingan gelar dan penghargaan individu yang mewarnai era modern seolah dilipat ketika duka keluarga hadir. Pesan Ronaldo dilaporkan mengumpulkan lebih dari satu juta like serta belasan ribu hingga ratusan ribu balasan.
Empati itu tidak berdiri sendiri. Nama-nama lain seperti Luka Modric, Thibaut Courtois, David Beckham, Neymar, Patrick Kluivert, dan jurnalis transfer Fabrizio Romano ikut menulis. Klub Inter Miami, Barcelona, hingga akun media olahraga ikut menyampaikan belasungkawa. Perbandingan nada Ronaldo dengan balasan selebriti lain memperlihatkan pola sama: ringkas, hangat, tanpa drama rivalitas.
Raksasa sepak bola balas duka di tengah Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama yang Jorge tak sempat saksikan langsung di stadion. Messi menuturkan bahwa setelah setiap pertandingan ia merindukan pesan ayah. Tekanan fisik dan emosional itu menempel di setiap laga, termasuk saat misi final gagal mempersembahkan trofi.
Bagi banyak penggemar, detail ini menjelaskan kenapa pesan duka Messi terasa lebih panjang dan rawan dibaca sebagai isyarat. Spekulasi pensiun tumbuh dari nada penutup video: seolah masa depan di lapangan hijau tak lagi diukur hanya dengan trofi, tetapi oleh siapa yang masih ada di bangku cadangan kehidupan.
Kehilangan peran ayah sebagai agen dan penasihat karier juga membuka gap emosional yang jarang disentuh media olahraga. Tanpa Jorge, keputusan kontrak, rencana musim depan di Inter Miami, atau status dengan timnas Argentina bisa terasa lebih berat. Data di sumber tidak menunjuk tanggal pensiun resmi. Yang ada hanyalah bacaan tersirat dari panjangnya pesan duka.
Mengapa pesan ini jadi sorotan besar penggemar
Pertama, timing: duka datang tak lama setelah drama final Piala Dunia. Kedua, tokoh yang menulis dukungan, mulai dari rival abadi sampai rekan lama, membentuk gelombang empati lintas klub. Ketiga, video panjang di Instagram memberi ruang visual yang sulit digantikan kutipan teks pendek.
Bagi penggemar yang ingin ikut berduka tanpa spekulasi berlebih, langkah praktisnya sederhana. Buka unggahan resmi Messi, tulis komentar hormat, dan hindari menekan soal pensiun di ruang duka. Media sosial sudah penuh spekulasi; ruang komentar keluarga lebih butuh ketenangan.
Pesan duka itu pada akhirnya mengingatkan bahwa di balik statistik gol dan Bola Emas, ada ayah yang pernah mengantar anak kecil dari Rosario menuju panggung dunia. Apakah isyarat pensiun akan menjadi kenyataan? Sumber-sumber yang dihimpun belum mengonfirmasi. Yang jelas, dunia bola sedang menyaksikan Messi merawat luka yang tak bisa ditutup offside.







