Antusiasme investor global terhadap obligasi Danantara Investment Management tetap tinggi lewat roadshow lintas benua. Respons positif ini mengalahkan bayang-bayang outlook negatif Moody’s yang dinilai hanya menyangkut peringkat sovereign Indonesia.
Inti artikel
- Antusiasme investor global terhadap obligasi Danantara Investment Management tetap tinggi lewat roadshow lintas benua
- Respons positif ini mengalahkan bayang-bayang outlook negatif Moody’s yang dinilai hanya menyangkut peringkat sovereign Indonesia
- CEO Rosan Roeslani menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan fundamental khusus perusahaan
CEO Rosan Roeslani menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan fundamental khusus perusahaan. Penerbitan obligasi bertenor lima tahun dan sepuluh tahun disambut antusias pasar internasional dengan yield tercatat 5,35 persen.
Peringkat Baa2 Moody’s Dianggap Hanya Refleksi Sovereign
Moody’s menetapkan peringkat Baa2 outlook negatif untuk obligasi senior unsecured dalam dolar AS milik Danantara Investment Management. Peringkat itu selaras penilaian kredit pemerintah Indonesia karena DIM entitas usaha BPI Danantara yang dikelola negara.
Bagi awam, moody artinya lembaga pemeringkat kredit global yang memberi penilaian independen atas kemampuan bayar utang. Rosan Roeslani tegaskan outlook negatif merujuk sovereign rating Indonesia, bukan evaluasi terpisah terhadap kekuatan keuangan Danantara.
Keterkaitan struktur lembaga investasi negara membuat penilaian mengikuti peringkat pemerintah. Optimaise News mencatat pendekatan serupa lazim diterapkan di banyak negara dengan entitas sejenis.
Investor memahami konteks ini sehingga tidak menjadikan outlook sebagai penghalang utama. Mereka lebih menitikberatkan prospek jangka menengah dan pengelolaan aset yang transparan.
Roadshow Lintas Asia-Amerika-Eropa Diikuti Ratusan Perusahaan

Roadshow digelar di Singapura, Hong Kong, Jepang, Boston, New York, dan London. Lebih dari 120 perusahaan mengikuti rangkaian presentasi lintas benua tersebut.
Investor dari Asia, Amerika, dan Eropa menunjukkan minat tinggi terhadap penawaran obligasi lima tahun serta sepuluh tahun. Mereka menghargai transparansi data dan prospek pertumbuhan yang disampaikan manajemen.
Partisipasi luas mencerminkan daya tarik Indonesia di pasar modal global. Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan struktur Danantara kepada basis investor baru di pusat keuangan dunia.
Respons antusias datang dari institusi pengelola dana besar hingga manajer aset regional. Kehadiran mereka menandakan kepercayaan terhadap tata kelola profesional entitas investasi milik negara.
Yield 5,35% Jadi Bukti Sambutan Positif Pasar Internasional

Yield obligasi tercatat 5,35 persen setelah penawaran digelar. Angka ini mencerminkan tingkat imbal hasil yang dinilai menarik di tengah kondisi likuiditas global saat ini.
Penerbitan tenor lima tahun dan sepuluh tahun mendapat sambutan sangat positif. Pasar memandang yield tersebut kompetitif dibanding instrumen sejenis dari emiten kawasan Asia.
Keberhasilan mencapai level yield itu menegaskan investor tetap fokus pada fundamental ekonomi dan prospek arus kas. Bukan semata-mata pada pandangan pemeringkat jangka pendek yang bersifat general.
Imbal hasil 5,35 persen juga memberi ruang bagi Danantara untuk menjaga biaya pendanaan tetap terkendali. Hal ini penting bagi keberlanjutan program investasi jangka menengah yang sedang dijalankan.
Kajian Penerbitan Jangka Panjang di Atas 10 Tahun Dimulai
Danantara sedang mengkaji opsi penerbitan tenor di atas 10 tahun. Langkah ini muncul setelah sukses roadshow dan respons positif terhadap penawaran sebelumnya.
Kajian mencakup kondisi pasar, kebutuhan pendanaan proyek, serta struktur kupon yang sesuai selera investor jangka panjang. Jika direalisasikan, instrumen tersebut dapat memperluas basis pemegang obligasi.
Manajemen melihat peluang diversifikasi profil jatuh tempo utang. Tenor lebih panjang memberi kepastian pendanaan untuk inisiatif strategis yang membutuhkan horizon waktu lebih luas.
Permintaan dari sebagian investor institusi justru mengarah ke maturity extended. Hal ini menjadi sinyal bahwa pasar siap mendukung penerbitan dengan tenor di atas satu dekade.
Keterkaitan Kredit DIM dengan Pemerintah Jadi Dasar Penilaian
Dasar penilaian Moody’s berangkat dari keterkaitan kredit DIM dengan pemerintah. Sebagai bagian dari BPI Danantara, entitas ini memperoleh dukungan implisit negara.
Struktur tersebut membuat peringkat kredit DIM mengikuti peringkat sovereign. Outlook negatif pun menyesuaikan pandangan lembaga itu terhadap Indonesia secara keseluruhan.
Menurut Optimaise News, pendekatan ini lazim diterapkan pada lembaga investasi milik negara di berbagai yurisdiksi. Investor memahami konteks tersebut dan tetap memberikan dukungan lewat partisipasi aktif di roadshow.
Keterkaitan ini justru memberi kenyamanan tambahan bagi sebagian pemegang obligasi. Mereka melihat adanya jaring pengaman implisit yang memperkuat profil risiko kredit secara keseluruhan.







