Bank Mandiri mencatat lonjakan volume transaksi digital lewat Livin’ yang rata-rata melayani 1.700 transaksi per jam sepanjang semester I-2026. Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini memaparkan data itu dalam paparan kinerja H1-2026.
Inti artikel
- Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini memaparkan data itu dalam paparan kinerja H1-2026
- Lebih dari 41 juta nasabah aktif memakai livin mandiri
- Lonjakan ini menekan biaya operasional dibanding kanal cabang sambil menopang ROE 24,3 persen serta ekspansi fitur bagi UMKM dan anak
Lebih dari 41 juta nasabah aktif memakai livin mandiri. Lonjakan ini menekan biaya operasional dibanding kanal cabang sambil menopang ROE 24,3 persen serta ekspansi fitur bagi UMKM dan anak.
Volume Transaksi Livin’ dan Basis 41 Juta Nasabah
Platform livin mandiri kini menopang basis nasabah masif lebih dari 41 juta pengguna hingga paruh pertama 2026. Volume 1.700 transaksi per jam mencerminkan peralihan kuat masyarakat ke mobile banking.
Manajemen menekankan penghematan biaya besar dibanding transaksi konvensional di cabang. Nasabah bisa memantau saldo minimal mandiri livin kapan saja tanpa antre panjang.
Angka volume setara puluhan ribu transaksi harian. Infrastruktur digital terbukti mampu menampung lonjakan tanpa gangguan besar.
Kopra by Mandiri: 354 Ribu Pengguna, Mayoritas UMKM

Platform wholesale Kopra by Mandiri melayani sekitar 354 ribu pengguna. Sebanyak 84 persen di antaranya pelaku UMKM yang mengandalkan layanan untuk transaksi bisnis harian.
Dominasi UMKM di Kopra menandakan fokus bank pada inklusi keuangan sektor produktif. Platform ini melengkapi ekosistem Livin’ untuk klien kecil dan menengah.
Pertumbuhan pengguna Kopra memperkuat efisiensi keseluruhan. UMKM mendapat akses cash management yang lebih murah dibanding kanal lama.
Fitur Baru: Agunan Deposito dan Tabungan Anak

Bank Mandiri meluncurkan KSM Emas, kredit dengan agunan deposito. Nasabah yang punya tabungan berjangka kini punya akses pinjaman lebih fleksibel.
Livin’ Next G hadir sebagai fitur edukasi menabung untuk anak. Aplikasi ini memperkenalkan literasi keuangan sejak usia dini lewat antarmuka familiar.
Kedua fitur memperluas cakupan layanan digital. Opsi cara pinjam uang di livin mandiri lewat KSM Emas memberi alternatif aman tanpa keluar ekosistem.
Efisiensi Digital Terefleksi di ROE dan Pertumbuhan DPK
Efisiensi kanal digital langsung terlihat di kinerja keuangan. ROE tercatat 24,3 persen dan ROA 17,5 persen di paruh pertama 2026.
Dana pihak ketiga tumbuh 17,1 persen year on year, di atas rata-rata industri perbankan. Lonjakan Livin’ dan Kopra menjadi penopang utama pertumbuhan DPK.
Novita Widya Anggraini menyoroti penghematan biaya operasional dari transaksi digital yang berkontribusi ke profitabilitas. Data menunjukkan ekosistem terintegrasi yang solid.
Apa Artinya 1.700 Transaksi per Jam bagi Nasabah
Angka 1.700 transaksi per jam berarti sistem Livin’ mampu menangani volume tinggi secara stabil. Bagi nasabah, layanan cepat 24 jam mengurangi waktu tunggu di cabang tradisional.
Efisiensi biaya bank berpotensi mendorong suku bunga lebih kompetitif atau fitur gratis tambahan. UMKM lewat Kopra menikmati kemudahan cash management yang dulu mahal.
Tabungan anak via Livin’ Next G dan KSM Emas memberi akses keuangan lintas generasi. Secara keseluruhan digitalisasi menciptakan nilai nyata bagi puluhan juta pengguna.
Dalam sintesis Optimaise News, volume Livin’ plus basis 41 juta nasabah, dominasi UMKM di Kopra, fitur baru, serta metrik ROE ROA DPK membentuk peta ekosistem digital yang utuh. Nasabah bisa memanfaatkan livin mandiri dengan lebih percaya diri untuk kebutuhan sehari-hari.







