Jakarta, Optimaise News – Gedung Danareksa di Jalan Merdeka Selatan Nomor 14 Gambir Jakarta Pusat dipilih sebagai markas sementara Pusat Finansial Internasional Indonesia. Fasilitas ini mulai dioperasikan lebih dulu agar PFII bisa langsung menarik modal global tanpa menunggu pembangunan permanen.
Inti artikel
- Fasilitas ini mulai dioperasikan lebih dulu agar PFII bisa langsung menarik modal global tanpa menunggu pembangunan permanen
- Presiden Prabowo Subianto memberi arahan tindak lanjut segera setelah Undang-Undang PFII disetujui DPR
- CEO Danantara Rosan Roeslani yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi menyampaikan rincian rencana itu di Kompleks Istana Kepresidenan
Presiden Prabowo Subianto memberi arahan tindak lanjut segera setelah Undang-Undang PFII disetujui DPR. CEO Danantara Rosan Roeslani yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi menyampaikan rincian rencana itu di Kompleks Istana Kepresidenan. Optimaise News mencatat langkah ini menjadi jembatan penting sebelum kawasan Bali siap penuh.
Gedung Danareksa Dipilih Jadi Markas Sementara
Lokasi di pusat Jakarta memberi akses cepat ke lembaga keuangan dan regulator utama. Gedung Danareksa sudah memiliki infrastruktur yang memadai untuk operasional awal pusat finansial internasional. Pemilihan spot ini menghindari penundaan lama yang bisa membuat investor ragu.
Pihak terkait menekankan bahwa markas sementara bukan solusi abadi. Namun, bangunan itu cukup untuk menampung layanan dasar dan pertemuan dengan pelaku pasar global. Jakarta menjadi titik awal yang praktis sebelum pindah penuh ke Bali.
Timeline 2-3 Tahun untuk Kawasan Permanen di Bali

Pembangunan fasilitas bertaraf internasional di Bali diperkirakan memakan waktu 2-3 tahun. Persiapan mencakup infrastruktur, regulasi khusus, dan kemudahan bagi family office serta investor asing. Bali Jadi Lokasi PFII Demi Saingi Dubai-Singapura, PP mendorong target itu agar Indonesia mampu bersaing di Asia.
Kawasan permanen dirancang menarik modal besar dengan fasilitas modern dan insentif fiskal. Proses multi-tahun ini melibatkan koordinasi kementerian terkait serta pihak swasta. Tanpa persiapan matang, daya saing terhadap pusat keuangan regional bisa melemah.
Optimaise News melihat timeline tersebut realistik mengingat kompleksitas proyek sejenis di negara lain. Fokus utama tetap pada kualitas agar PFII benar-benar menjadi magnet global.
Antusiasme Belasan Family Office terhadap Rencana Ini

Beberapa hari sebelum pengumuman, digelar pertemuan dengan belasan investor family office. Respons mereka dinilai sangat positif terhadap kehadiran pusat keuangan di Indonesia. Banyak yang melihat peluang diversifikasi aset ke kawasan yang stabil dan prospektif.
Para family office menyambut baik opsi operasional cepat di Jakarta. Mereka siap menunggu pembangunan permanen di Bali selama proses berjalan transparan. Antusiasme ini menjadi sinyal bagus bagi masuknya dana kelolaan skala besar.
Arahan Langsung Presiden Usai Pengesahan Undang-Undang
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan eksekusi segera setelah DPR menyetujui Undang-Undang PFII. Arahan itu disampaikan lewat pejabat terkait di Istana. Fokus utamanya adalah mempercepat operasional agar momentum tidak hilang.
Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara dan Menteri Investasi menjelaskan detail teknis di hadapan pejabat tinggi. Pemerintah ingin memastikan regulasi pendukung segera terbit. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pusat untuk mewujudkan pusat finansial internasional.
Peran Jakarta sebagai Jembatan Transisi PFII
Jakarta berfungsi sebagai jembatan selama masa transisi. Markas sementara di Gedung Danareksa memungkinkan PFII mulai beroperasi sambil pembangunan di Bali berlangsung. Kota ini memiliki jaringan perbankan dan profesional yang sudah matang.
Peran itu meminimalkan risiko kekosongan layanan di tahun-tahun awal. Investor bisa mulai berurusan dengan sistem Indonesia tanpa harus menunggu fasilitas Bali selesai total. Setelah siap, pindah ke pulau dewa akan lebih mulus karena fondasi sudah dibangun.







