Team Vitality dan Team Falcons ID sudah memulai babak di MLBB Women’s International (MWI) 2026 yang digelar di Paris, Prancis, sebagai bagian Esports World Cup (EWC). Juara bertahan Vitality membawa misi mempertahankan gelar di turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) putri yang kini berstatus kejuaraan dunia resmi.
Sebagaimana dihimpun Optimaise News, 16 tim elite dari berbagai kawasan memperebutkan total hadiah US$525.000 atau sekitar Rp9,4 miliar serta 1.000 Club Championship Points bagi juara. Angka dan status itu menempatkan ajang ini sebagai kompetisi putri MLBB paling bergengsi sepanjang sejarah.
Vitality jaga gelar, Falcons ID bawa misi baru
Team Vitality menjuarai MLBB Women’s Invitational 2025 dengan catatan sempurna tanpa kehilangan satu gim pun. Di final mereka mengalahkan Gaimin Gladiators 4-0, lalu kembali diperkuat pemain Indonesia kakak beradik Michelle “Chell” Siswanto dan Cindy “Cinny” Siswanto.
Team Falcons ID menjadi wakil Indonesia kedua setelah lolos lewat jalur kualifikasi regional. Kedua roster itu bersaing bersama 14 tim terbaik dunia untuk gelar juara dunia putri MLBB.
Bagi Vitality, mempertahankan mahkota juga terkait peluang klub di Esports World Cup Club Championship. Regulasi mensyaratkan setiap klub memenangi setidaknya satu turnamen agar berhak bersaing di gelar juara umum klub.
Dari undangan jadi kejuaraan dunia resmi

Moonton Games dan Esports World Cup Foundation mengubah nama kompetisi dari MLBB Women’s Invitational menjadi MLBB Women’s International mulai 2026. Perubahan itu menandai kenaikan status MWI menjadi kejuaraan dunia resmi untuk divisi perempuan MLBB.
Baca juga: Pilihan JagatPlay: Game of the Year 2024 • Jagat Play · Upcoming Game Release: Maret 2025 • Jagat Play
Langkah tersebut memberi panggung internasional yang lebih setara dengan kompetisi utama MLBB. Jalur kompetitif bagi pemain profesional putri pun menjadi lebih jelas di ekosistem esports global.
Upacara pembukaan EWC 2026 digelar di Paris pada 9 Juli 2026, sebelum fase kompetisi MWI bergulir. Hadiah dan poin klub memperkuat bobot setiap kemenangan di atas panggung itu.
Format grup double elimination menuju knockout

Kompetisi diawali fase grup berformat double elimination sebelum berlanjut ke babak knockout sistem gugur. Setiap kesalahan di fase awal bisa mempersempit ruang koreksi menuju gelar juara dunia.
Struktur itu membuat ritme pertandingan lebih ketat dibanding edisi undangan terdahulu. Tim unggulan maupun pendatang harus menjaga konsistensi map demi map.
Peta lawan lintas kawasan yang makin terbuka
Berbeda dengan beberapa edisi awal yang didominasi Asia Tenggara, MWI 2026 diikuti wakil Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga kawasan MENA. Tim kuat Indonesia dan Filipina tetap jadi sorotan, tetapi prediksi hasil tiap laga jauh lebih sulit.
Hasil pemantauan Optimaise News menunjukan kesenjangan kualitas antarwilayah semakin mengecil. Sejumlah organisasi internasional menggelontorkan investasi besar untuk membangun divisi MLBB putri, sehingga roster non-Asia kian kompetitif.
Indonesia tetap masuk daftar unggulan karena sejarah mengangkat trofi lewat roster yang kini bernaung di organisasi besar dunia. Tantangan 2026 tetap lebih berat karena lapangan lawan lebih merata dan format gugur tidak memberi ruang longgar.
Kenapa gelar putri tahun ini lebih sulit dijaga
Membongkar persaingan MWI EWC 2026, turnamen Mobile Legends putri ini menyatukan status resmi dunia, hadiah besar, dan perluasan peta peserta. Kombinasi itu menekan juara bertahan sekaligus membuka peluang bagi wakil kawasan yang dulu jarang masuk radar.
Bagi penonton di Indonesia, fokus utama tetap pada Vitality yang membawa beban juara dan Falcons ID yang ingin membuktikan jalur kualifikasi regional. Siapa pun yang juara, poin klub dan prestise EWC 2026 akan jadi penanda baru skena MLBB putri global.





