Perbandingan Point Blank Dulu vs Sekarang kembali ramai di komunitas gamer Indonesia seiring ketatnya persaingan FPS modern. Judul besutan Zepetto tidak lagi menguasai warnet, tetapi masih punya basis pemain yang setia di tengah Valorant, Counter-Strike 2, dan Delta Force.
Optimaise News merangkum jejak game ini dari closed beta hingga pembaruan 2026 yang membuatnya tetap relevan tanpa menghapus karakter klasik.
Dari closed beta Korea hingga fenomena warnet Indonesia
Point Blank memasuki tahap closed beta pada 2007 dan resmi dirilis di Korea Selatan pada 2008. Tidak lama kemudian, game ini hadir di sejumlah negara, termasuk Indonesia pada 2009.
Popularitasnya naik cepat berkat gameplay yang lincah, spesifikasi PC yang ringan, serta mode yang mudah dipelajari. Bagi banyak pemain, judul ini jadi tempat kumpul teman, bangun clan, dan merasakan atmosfer kompetisi esports untuk pertama kali.
Puncak 2010 yang jadi tonggak FPS di Tanah Air

Di Indonesia, Point Blank tumbuh jadi bagian budaya warnet lewat sistem pangkat, Clan War, serta mode Bomb Mission, Death Match, dan AI. Pemain betah berjam-jam karena ritme pertandingan yang cepat dan kompetitif.
Baca juga: Game Sepak Bola Mode Turnamen Internasional, Alternatif · Minecraft Mendapat Pembaruan Besar, Inilah Fitur Baru yang
Puncaknya tercatat pada 2010, ketika lebih dari 260.000 pemain online secara bersamaan di Indonesia. Angka itu menjadi penanda penting bagi perkembangan game FPS di dalam negeri.
Point Blank Dulu vs Sekarang di era update dan engine i-Cube

Memasuki 2026, Point Blank memang tidak lagi mendominasi pasar FPS seperti masa kejayaannya. Zepetto tetap menggarap penyempurnaan, mulai dari peningkatan grafis, optimalisasi engine i-Cube, hingga penambahan map, karakter, dan senjata.
Turnamen internasional juga digelar secara rutin untuk menjaga daya tarik kompetitif. Evolusi Game FPS di judul ini lebih mengarah pada modernisasi bertahap, bukan perubahan total identitas.
Basis global dan pengelolaan langsung di Indonesia
Saat ini Point Blank telah dimainkan oleh lebih dari 100 juta pengguna di lebih dari 100 negara. Basis pemainnya masih kuat di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga sejumlah negara Eropa.
Layanan di Indonesia kini dikelola langsung oleh Zepetto melalui PT Zepetto Interactive Indonesia. Proses pembaruan konten dan komunikasi dengan komunitas menjadi lebih cepat dibanding periode sebelumnya.
Menurut pantauan Optimaise News, kombinasi nostalgia warnet, update rutin, dan dukungan lokal itulah yang membuat Point Blank tetap punya tempat di hati pemain meski arena FPS jauh lebih ramai.
Gameplay yang familiar tetap jadi magnet utama, sementara saingan modern memaksa studio menjaga ritme konten agar komunitas tidak ditinggalkan.





