Barcelona berhasil menikung Real Madrid lewat kesepakatan pribadi dengan Rodri yang berusia 30 tahun. Namun tawaran 45 juta euro plus bonus dari Blaugrana langsung ditolak mentah-mentah Manchester City yang mematok 80 juta euro, sementara kas klub Catalan belum sepenuhnya stabil.
Inti artikel
- Barcelona berhasil menikung Real Madrid lewat kesepakatan pribadi dengan Rodri yang berusia 30 tahun
- Jurnalis The Athletic, David Ornstein, melaporkan pembukaan tawar-menawar itu jauh di bawah harga The Citizens
- Dalam rangkuman Optimaise News, posisi personal Rodri sudah condong ke Camp Nou, tetapi transfer resmi masih buntu di meja antarklub
Jurnalis The Athletic, David Ornstein, melaporkan pembukaan tawar-menawar itu jauh di bawah harga The Citizens. Dalam rangkuman Optimaise News, posisi personal Rodri sudah condong ke Camp Nou, tetapi transfer resmi masih buntu di meja antarklub.
Proses pengambilan putusan pribadi before transfer resmi
Manajemen Barcelona meyakinkan kapten Timnas Spanyol itu merapat ke Camp Nou. Kesepakatan pribadi sudah di tangan, sehingga Blaugrana sempat dianggap paling depan di balapan gelandang tengah.
Status personal itu belum cukup. Negosiasi klub-klub tetap alot. Transfer besar modern sering terhenti di tahap fee, meski pemain sudah menyetujui gaji dan kontraknya.
Rodri residual nilai tinggi di City. Itu sebabnya kesepakatan personal hanya tahap pertama, bukan lampu hijau final untuk pindah.
Fakta tawaran pembuka Barcelona yang dianggap terlalu rendah
Menurut Ornstein, Barcelona membuka dengan 45 juta euro ditambah sejumlah bonus. Angka itu dibaca City sebagai terlalu minim untuk kapten Spanyol berusia 30 tahun.
The Citizens mematok banderol 80 juta euro. Selisih hampir dua kali lipat membuat jarak negosiasi lebar sejak lembar tawaran pertama.
Sintesis perbandingan jelas: 45 juta plus bonus versus 80 juta murni. Gap itu menjadi tembok bagi klub yang kondisi keuangannya masih dicermati ketat regulator Spanyol.
Reaksi Man City atas tawaran rendah Barcelona
City menolak proposal perdana tanpa basah basih. Penilaian internal klub menganggap angka Catalan jauh dari ekspektasi pasar pemain kelas dunia itu.
Optimaise News mencatat dari sumber yang dihimpun bahwa penolakan keras ini mempersulit Barcelona. Mereka harus menaikkan tawaran atau mencari skema cicilan yang mungkin juga ditolak.
Reaksi itu menjelaskan mengapa judul berita transfer kerap menyentuh “tepok jidat”: tawaran pembuka dianggap tidak sepadan dengan nilai Rodri di Etikhad.
Rahasia kecerobohan Real Madrid yang membantu Barca berhasil
Awalnya Los Blancos berada di ambang penuntasan. Mereka sempat menyatakan siap memenuhi permintaan Man City, lalu proses sempat terlihat tinggal merampungkan detail.
Arah berubah setelah intervensi dalam proses tawar-menawar. Madrid menawar ulang harga, memicu kekecewaan di pihak City. Pintu penawaran untuk klub lain terbuka, dan Rodri yang semula memprioritaskan Bernabeu mulai membuka opsi baru.
Keberhasilan Barcelona mengunci kesepakatan pribadi tak lepas dari momen itu. Setelah gagal, Real Madrid juga dilaporkan beralih radar ke gelandang Juventus sebagai target alternatif.
Dampak finansial Barca setelah penolakan Man City
Situasi menyulitkan Barcelona. Kondisi finansial belum sepenuhnya stabil, sehingga menaikkan tawaran ke 80 juta euro atau mendekati angka itu berisiko menambah tekanan fair play finansial.
Tawaran rendah yang ditolak justru menempatkan Blaugrana di posisi defensif. Mereka unggul di meja pemain, tetapi kalah di meja fee. Analisis kompetitif sederhana: 45 juta gagal mengembalikan mereka ke posisi terdepan di hadapan penjual yang sudah digigit pengalaman buruk dengan Madrid.
Bagi pembaca Indonesia yang mengikuti bursa Eropa, ini contoh klasik: kesepakatan pribadi belum menjamin pindah, apalagi bila kas klub pembeli terbatas dan penjual memegang banderol tinggi. Timeline singkatnya: blunder tawar Madrid, Barca unggul personal, City menolak 45 juta, fee 80 juta masih jadi tembok, Madrid beralih target lain.






