Mental juang yang tetap utuh saat tertinggal dua set serta pola serangan yang semakin terkontrol sejak set ketiga menjadi penentu kemenangan dramatis timnas bola voli putri Indonesia atas Vietnam pada leg kedua SEA V Cup 2026. Pertandingan di Chiang Mai, Thailand, Jumat (7/8/2026), berakhir 3-2 dengan skor set 20-25, 18-25, 25-22, 25-20, dan 15-9.
Inti artikel
- Pertandingan di Chiang Mai, Thailand, Jumat (7/8/2026), berakhir 3-2 dengan skor set 20-25, 18-25, 25-22, 25-20, dan 15-9
- Hasil itu bukan hanya skor, melainkan bukti bahwa tekanan lawan tak otomatis mematahkan daya tempur Merah Putih
- Huong unggul 25 poin namun gagal mengunci kemenangan
Hasil itu bukan hanya skor, melainkan bukti bahwa tekanan lawan tak otomatis mematahkan daya tempur Merah Putih. Pantauan Optimaise News mencatat Arsella Nuari Purnama dan Ersandrina Devega masing-masing menyumbang 20 poin sebagai motor kebangkitan, sementara di sisi Vietnam P.Q. Huong unggul 25 poin namun gagal mengunci kemenangan.
Pemain pembawa beban Indonesia yang nekat 20 poin
Arsella Nuari Purnama dan Ersandrina Devega memikul beban skor saat dualisme serangan Vietnam masih mendominasi dua set awal. Kedua pemain itu tidak hanya mengandalkan spike, tetapi juga menjaga ritme poin saat bounce back mulai dibutuhkan di set ketiga.
Salsabila Arsela Nuari Purnama ikut menopang ramai serangan sehingga Vietnam kesulitan menutup jalur poin. Kontribusi 20-20 dari dua motor utama itu memberi jarak aman yang sebelumnya mustahil dibayangkan usai kalah 0-2 set.
Vietnam kalah mental karena pesta di set krusial

Vietnam sempat mendikte set pertama dan kedua lewat soliditas Tran Thi Thanh Thuy alias 4T yang membatasi ruang gerak Indonesia. Namun ketika set ketiga-set kelima bergulir, pola permainan lawan mulai longgar karena fokus beralih dari mengunci kemenangan cepat menjadi menahan laju comeback.
Indonesia mencuri set ketiga 25-22, melanjutkan 25-20, lalu menutup tie-break 15-9. Kelebihan mental juang saat skor set berbalik membuat Vietnam kehilangan kendali meski sempat unggul dua set terlebih dulu.
Kata manajer Luciana Taroreh: semangat juang tak terlupakan
Manajer timnas Indonesia Luciana Taroreh menyoroti rasa syukur setelah laga ketat itu selesai. “Syukur kepada Tuhan, hari ini tim berhasil meraih kemenangan 3-2 atas Vietnam dalam pertandingan yang sangat ketat,” ujar Luciana dalam siaran resmi PBVSI.
Ia menekankan mental pemain yang tak runtuh meski sempat diguyur dua set. “Para pemain menunjukkan semangat juang dan mental yang baik saat menghadapi tekanan,” katanya. Catatan Optimaise News menunjukkan pernyataan manajer itu menjadi rujukan bagi tim untuk mempertahankan pola juang di leg-leg berikutnya.
Kinerja Medi Yoku dan Chelsa bikin Vietnam tak bisa runtuhkan
Di set pertama, serangan Medi Yoku sempat menyeimbangkan poin sebelum 4T mengunci jalur terbaik Merah Putih. Set kedua masih berat karena pertahanan Indonesia kesulitan di momen krusial.
Angin segar muncul di set ketiga ketika Chelsa, Ersandrina, dan Medi Yoku menekan secara bergiliran. Pola lebih efektif itu memaksa Vietnam bermain lebih panjang dan membuka peluang comeback hingga tie-break.
P.Q. Huong pencetak terbanyak Vietnam tapi tim khilaf
P.Q. Huong menjadi pencetak poin individu tertinggi dengan 25 poin, lebih tinggi dari dual 20 poin Indonesia. Namun keunggulan individu tak cukup menutup celah mental saat set ketiga hingga kelima dikuasai lawan.
Kemenangan 3-2 membuat jalan Vietnam di fase lanjutan SEA V Cup 2026 semakin berat, sementara Indonesia mendapat momentum positif. Pembelajaran paling berharga ada pada kemampuan bertahan saat skor set 0-2, sebuah pola yang bisa dibawa ke duel tuan rumah Thailand dan laga berikutnya di turnamen yang sama.







