Paolo Maldini membeberkan alur penunjukan pelatih baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang berakhir kacau dalam hitungan minggu. Andrea Pirlo sempat digaet, lalu mundur di tengah kontroversi Fonbet, dan jabatan direktur teknik itu sendiri ditinggalkan Maldini hanya setelah 17 hari.
Inti artikel
- Paolo Maldini membeberkan alur penunjukan pelatih baru Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang berakhir kacau dalam hitungan minggu
- Pada 11 Juli 2026, Maldini resmi dilantik sebagai Direktur Teknik FIGC
- Pilihan itu langsung memancing gelombang kritik publik dan media
Dalam rangkuman Optimaise News, episode itu menjelaskan mengapa Fabio Grosso, mantan pelatih Sassuolo yang sempat membina Jay Idzes, tidak muncul di radar final pelatih Timnas Italia. Kronologi dimulai 11 Juli 2026, bertepatan musim pramusim Neroverdi dan absennya kapten Timnas Indonesia dari Piala AFF 2026.
Maldini ditunjuk FIGC, pilih Pirlo dulu lalu kontroversi muncul
Pada 11 Juli 2026, Maldini resmi dilantik sebagai Direktur Teknik FIGC. Mantan kapten AC Milan itu diminta memilih pelatih tim senior sekaligus merapikan sistem pembinaan yang dinilai menjadi akar langkanya stok pemain berkualitas untuk Gli Azzurri.
Langkah awalnya jelas: mengangkat Andrea Pirlo, rekan ex-Milan, untuk menukangi skuad yang di dalamnya ada Gianluigi Donnarumma dan rekan-rekannya. Pilihan itu langsung memancing gelombang kritik publik dan media.
Banyak yang mengingat Pirlo sempat dipecat Juventus dan Sampdoria. Rekam jejak kepelatihan yang belum meyakinkan di level klub besar langsung dipertanyakan untuk kursi pelatih nasional.
Latar Fonbet dan rekam jejak Pirlo picu penarikan diri
Masalah bertambah berat ketika nama Pirlo dikaitkan dengan status duta global perusahaan taruhan Rusia, Fonbet. Isu itu dipolitisasi dan dipakai sebagai senjata untuk menggoyahkan posisinya di daftar kandidat.
Pirlo akhirnya menarik diri. Ia merasa tidak mendapat dukungan penuh dari FIGC di tengah tekanan politik dan reputasi. Keputusan itu menutup opsi Pirlo secepat naiknya namanya di media.
Hampir bersamaan, Maldini melepaskan jabatan direktur teknik. Masa kerjanya hanya 17 hari, jauh lebih pendek dari target penataan jangka panjang yang semula digadang-gadang federasi.
Grosso sebagai opsi mentor Idzes yang hilang dari radar
Di sisi Indonesia, nama Fabio Grosso kerap disebut sebagai mentor Jay Idzes semasa keduanya masih satu atap di Sassuolo. Foto dan liputan John Herdman yang menemui Idzes serta Grosso di kamp latihan Neroverdi sempat menjadi sinyal kedekatan profesional itu.
Namun, ketika kursi Timnas Italia justru diguncang krisis Pirlo, Maldini, opsi Grosso tidak sempat menguat di jalur resmi FIGC. Fokus publik tersedot pada mundurnya legenda dan kontroversi taruhan, bukan pada kandidat lain dari level klub menengah atas.
Bagi pembaca Indonesia, garis waktu ini penting: mentor Idzes “hilang” dari radar Azzurri justru di musim yang sama Idzes diprioritaskan klub untuk pramusim Serie A 2026/2027. Piala AFF 2026 di luar kalender FIFA, sehingga Sassuolo tidak wajib melepaskan kapten Tim Garuda.
Idzes mengirim dukungan lewat media sosial. Ia menulis doa terbaik untuk rekan-rekan Timnas, mengakui tidak bisa hadir tahun itu, dan menegaskan hati serta dukungannya tetap bersama mereka. Akun resmi Sassuolo juga membagikan pesan serupa. Di lapangan, Idzes sempat absen uji coba, termasuk kekalahan 1-4 dari Celta Vigo, dengan catatan cedera tumit. Alberto Aquilani mengakui lini belakang kesulitan karena calon inti belum dilatih penuh setelah Tarik Muharemovic dijual ke Leeds; spekulasi tandem seperti Francesco Acerbi sempat mengemuka. Musim sebelumnya Idzes menjadi starter 35 laga dan Sassuolo finis peringkat 11.
Resign 17 hari: dampak ke sistem pembinaan Italia
Resign ganda Pirlo, Maldini meninggalkan vacuum di puncak struktur teknis FIGC. Ambisi merapikan jalur pembinaan agar stok pemain nasional lebih padat terhenti sejenak sebelum program benar-benar berjalan.
Optimaise News menghimpun bahwa dampak langsungnya bagi spotlight Indonesia lebih ke konteks simbolik: kesempatan menaikkan profil mentor Idzes di level nasional Italia tidak terwujud karena agenda federasi sendiri ambruk. Fokus Idzes tetap di Italia, sejalan agenda pramusim dan peran yang diharapkan lebih besar di lini belakang Sassuolo.
Dengan demikian, alasan mantan mentor Jay Idzes tak bisa jadi pelatih Timnas Italia bukan semata “ditolak satu per satu”, melainkan tertelan oleh krisis penunjukan Pirlo, isu Fonbet, dan exit Maldini dalam 17 hari yang mengubah seluruh peta kandidat.







