Pelatih Andoni Iraola mengakui Liverpool belum mampu menjaga intensitas sepanjang 90 menit usai The Reds kembali tumbang di pramusim. Kekalahan 2-3 dari AS Monaco di Anfield pada Minggu, 9 Agustus 2026, menjadi laga kedua beruntun di mana keunggulan 2-0 di babak pertama sirna total.
Inti artikel
- Pelatih Andoni Iraola mengakui Liverpool belum mampu menjaga intensitas sepanjang 90 menit usai The Reds kembali tumbang di pramusim
- Sebelumnya, pada 2 Agustus 2026, Liverpool juga kalah 2-4 dari Leeds United dengan pola serupa
- Dua uji coba terakhir menggambarkan skenario yang hampir cermin
Sebelumnya, pada 2 Agustus 2026, Liverpool juga kalah 2-4 dari Leeds United dengan pola serupa. Optimaise News merangkum, hitungan menuju laga resmi perdana musim 2026-2027 tandang ke Newcastle United pada 23 Agustus kini tinggal sekitar dua pekan, sementara isu kebugaran skuad masih menjadi PR utama.
Pola Identik: Unggul 2-0 lalu Ambruk di Separuh Kedua
Dua uji coba terakhir menggambarkan skenario yang hampir cermin. Liverpool membuka laga dengan tempo tinggi, mencetak dua gol di babak pertama, lalu kehilangan kontrol usai jeda.
Kontra Leeds, Luke Chambers (menit 7) dan Florian Wirtz (menit 40) membuat skor 2-0. Brenden Aaronson, Dominic Calvert-Lewin (dua kali, menit 71 dan 85), serta Sean Longstaff kemudian membalikkan keadaan menjadi 4-2.
Lawan Monaco di Anfield, Alexander Isak (16) dan Florian Wirtz (29) lagi-lagi mengantar Liverpool unggul 2-0. Monaco merespons lewat penalti Aleksandr Golovin (44), penyamaan Mika Biereth (56), dan sundulan penentu Paris Brunner (88). Skor akhir 2-3 untuk tamu.
Pola kolaps di separuh kedua ini yang membuat alarm kebugaran terdengar keras. Tempo awal yang mengkilap belum diikuti daya tahan struktural saat lawan menekan terus-menerus.
Pengakuan Iraola soal Energi dan Kebugaran Skuad
Andoni Iraola secara terbuka menyebut timnya belum sanggup bermain penuh 90 menit. Ia menempatkan masalah pada kondisi fisik dan kelelahan kumulatif, bukan pada spirit bermain.
Menurut penjelasannya yang dihimpun dari laporan media, skuad butuh waktu untuk menyamakan beban latihan dan rotasi. Di babak kedua lawan Monaco ia melakukan 11 pergantian, tanda eksperimen sekaligus pengelolaan tenaga.
Victor Munoz debut pada menit 61 dan disambut sorakan Anfield. Rotasi massal itu mempertegas bahwa Iraola masih menimbang skema ideal sambil menjaga kebugaran pemain kunci menjelang musim kompetisi.
Gol-Gol Kunci Isak-Wirtz versus Kebangkitan Monaco
Alexander Isak membuka skor lewat kerja sama satu-dua yang melibatkan Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai. Florian Wirtz menambah keunggulan usai kemelut di depan gawang yang dikawal Lukas Hradecky.
Monaco bangkit lewat penalti Golovin setelah pelanggaran Virgil van Dijk di kotak penalti. Babak kedua dimanfaatkan Mika Biereth yang menyambar bola muntah usai usaha Giorgi Mamardashvili, kiper pengganti yang masuk menggantikan Alisson.
Paris Brunner menutup laga lewat sundulan dari sepak pojok Anis Soubeir pada menit 88. Rangkaian gol itu menampilkan kontras: lini depan Liverpool tajam di 30 menit pertama, sementara deep block di babak kedua rapuh saat press lawan naik.
Hitung Mundur ke Laga Resmi Kontra Newcastle
Jadwal resmi Premier League menempatkan Liverpool di St. James’ Park pada 23 Agustus 2026. Sebelum itu, masih ada uji coba kontra Como pada 16 Agustus sebagai tempat uji terakhir.
Optimaise News mencatat dari rangkuman sumber bahwa ruang perbaikan hanya sekitar 13 hari dari laga Monaco hingga debut liga. Target segera Iraola adalah menyiapkan Jeremy Jacquet dan Curtis Jones agar siap dimainkan lawan Como, lalu merapikan intensitas hingga menit 90.
Van Dijk dan Alisson kembali start usai Piala Dunia, tetapi absensi Joe Gomez, Jeremy Jacquet, dan instabilitas di belakang saat lawan Leeds sempat merusak keseimbangan. Perbaikan densitas di kotak penalti dan kesiapan cadangan kiper menjadi agenda harian staf kebugaran.
Evaluasi Lini Belakang dan Debut Pemain Baru
Penalti van Dijk lawan Monaco dan kebobolan beruntun lawan Leeds menunjukkan celah komunikasi saat rotasi. Iraola masih menimbang paket bek yang stabil untuk opening day.
Debut Munoz memberi opsi sayap atau transisi, tetapi sinkronisasi dengan gelandang masih perlu diuji di sesi intensitas tinggi. Sintesis dua kekalahan: Isak dan Wirtz boleh diandalkan untuk pembukaan skor, namun deep block, jarak antar lini, dan daya tahan full press di babak kedua harus naik level sebelum tandang Newcastle.
Checklist singkat menjelang matchweek pertama: jaga keunggulan awal tanpa turun tempo, kurangi pelanggaran di kotak penalti, dan pastikan kiper cadangan serta bek rotasi siap tanpa lonjakan kelelahan. Tanpa perbaikan itu, pola unggul 2-0 lalu ambruk bisa kembali menghantui laga resmi.







