Samarinda, Optimaise News – PSSI dan Liga Indonesia Baru membuka kompetisi Liga 1 2023/2024 pada 1 Juli 2023 dengan format yang diperbarui. Regular Series 34 pekan diikuti Championship Series bagi empat tim teratas, total 314 pertandingan, seluruhnya eksklusif di INDOSIAR dan Vidio.
Inti artikel
- PSSI dan Liga Indonesia Baru membuka kompetisi Liga 1 2023/2024 pada 1 Juli 2023 dengan format yang diperbarui
- Skema promosi degradasi dihidupkan lagi
- Delapan belas klub yang sama dengan musim sebelumnya akan bertarung home and away selama Regular Series
Skema promosi degradasi dihidupkan lagi. Erick Thohir dan Ferry Paulus menegaskan perubahan ini digarap agar kompetisi lebih ketat, fair, dan mampu menyuplai pemain berkualitas untuk tim nasional.
Regular Series 34 Pekan Lalu Empat Tim ke Championship
Delapan belas klub yang sama dengan musim sebelumnya akan bertarung home and away selama Regular Series. Empat posisi puncak lolos ke Championship Series yang memutuskan juara lewat delapan laga tambahan.
Hitungan resmi menghasilkan 306 pertandingan reguler ditambah delapan laga final series, sehingga musim ini merangkum 314 laga penuh. Penonton bisa menonton setiap laga tanpa pindah platform karena hak siar digenggam penuh INDOSIAR dan Vidio.
Kembalinya sistem naik-turun kasta menambah taruhan di setiap pekan. Klub di zona bawah tidak lagi hanya bermain untuk gengsi, tetapi juga untuk bertahan di kasta tertinggi.
Daftar 18 Klub Peserta Tetap
Peserta musim ini tidak berubah dari edisi sebelumnya. Ada juara bertahan PSM Makassar, raksasa ibu kota Persija Jakarta, Persib Bandung, Borneo FC Samarinda, Bali United, Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, Madura United, Persita, Persis Solo, Persik Kediri, Arema FC, PSIS Semarang, Persikabo 1973, PS Barito Putera, PSS Sleman, Dewa United, dan Rans Nusantara.
Kehadiran nama-nama mapan itu membuat persaingan di papan atas diprediksi ketat. Di sisi lain, klub yang sempat terancam degradasi musim lalu kini punya kesempatan bangkit lewat skema baru.
Optimaise News mencatat bahwa stabilitas peserta memberi kepastian jadwal bagi penonton dan sponsor, sementara format Championship memberi drama di penghujung musim yang sebelumnya jarang muncul.
Pernyataan Erick Thohir soal Fair Play dan Timnas
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan upaya menjaga kompetisi tetap menarik dan kompetitif. Ia menekankan pentingnya fair play serta target agar level liga bisa sejajar di kancah internasional.
Menurutnya, kompetisi yang dikelola baik akan menghasilkan pemain berstandar timnas. Ia mengajak seluruh pihak memberi dukungan penuh agar sepak bola Indonesia mendapat hasil terbaik.
Pernyataan itu menjadi fondasi perubahan regulasi yang diterapkan musim ini. Format dua tahap dipilih agar intensitas laga tetap tinggi hingga pekan terakhir.
Ferry Paulus dan Semangat Industrialisasi
Direktur Utama LIB Ferry Paulus menjelaskan musim baru hadir dengan inovasi format yang disepakati semua klub. Tujuannya memperkuat spirit industrialisasi sepak bola nasional.
Ia berjanji LIB akan bekerja maksimal agar Liga 1 2023/2024 menjadi hiburan berkelas bagi pecinta bola tanah air sekaligus kebanggaan bersama. Komitmen itu diikat lewat kesepakatan seluruh manajemen klub.
Dengan siaran eksklusif di dua platform besar, jangkauan penonton diharapkan meluas. Kombinasi jadwal padat Regular Series dan dramatika Championship Series dirancang untuk menjaga rating sepanjang musim.
Dampak Format Baru bagi Penonton dan Klub
Bagi penonton, 314 laga berarti hiburan hampir setiap pekan tanpa jeda panjang. Bagi klub, empat slot Championship memberi target realistis selain gelar juara mutlak.
Skema promosi degradasi memulihkan logika kompetisi yang sempat hilang. Klub Liga 2 yang kuat punya jalur naik, sementara tim Liga 1 yang lemah harus waspada sejak pekan awal.
Optimaise News melihat kombinasi itu sebagai upaya menyeimbangkan hiburan dan profesionalisme. Jika dijalankan konsisten, musim 2023/2024 bisa menjadi titik balik daya tarik Liga 1 di mata publik dan pemain muda berbakat.




