Lenovo Cabut Branding G02 usai Isu ROM dari Reseller

Author Image

Bagus

18 Juli 2026

Lenovo Cabut Branding G02 usai Isu ROM dari Reseller

Lenovo memutus penjualan handheld retro G02 dan menarik unit dari marketplace resmi setelah banyak perangkat yang beredar di luar China disorot karena membawa ribuan game yang diduga melanggar hak cipta. Langkah itu menyusul laporan Games Radar pada pertengahan Juli 2026.

Pantauan Optimaise News menunjukkan, pemutusan branding justru menyingkap rantai pasok abu-abu di segmen retro: batas antara pabrikan berlisensi regional, nama perusahaan global, dan reseller menjadi kabur di mata pembeli, sementara hardware sejenis tetap bisa muncul dengan merek lain.

Penarikan resmi dan alasan di balik pemutusan branding

Perusahaan menghentikan distribusi G02 di kanal resmi yang sebelumnya memasarkan perangkat tersebut. Unit yang tersisa ditarik agar tak lagi muncul bersama identitas Lenovo.

Sorotan publik muncul karena banyak lot yang dijual pihak ketiga memuat pustaka game retro berlisensi dalam skala besar. Mengaitkan nama perusahaan dengan konten yang digugat hak ciptanya dinilai berisiko hukum dan merusak reputasi.

Dengan memutus branding, Lenovo memutus rantai asosiasi langsung ke unit-unit bermasalah itu. Langkah ini lebih mudah dikendalikan daripada menelusuri tiap reseller di berbagai platform lintas negara.

Status lisensi China-only yang memicu kebingungan awal

Status lisensi China-only yang memicu kebingungan awal

Bentuk genggam bergaya konsol klasik sempat membuat sebagian orang menduga perangkat itu palsu yang hanya menempel nama besar. Penelusuran kemudian membalik anggapan tersebut.

Lenovo menegaskan G02 memang produk berlisensi khusus pasar China, bukan bagian lini global yang dikenal di wilayah lain. Perangkat ini tidak dipasarkan resmi di luar China menurut pernyataan perusahaan.

Kebingungan itu wajar: ketika hardware regional tiba-tiba muncul di marketplace internasional dengan logo familiar, pembeli sulit membedakan mana saluran resmi dan mana jalur paralel.

Peran reseller dalam menyisipkan konten berlisensi

Peran reseller dalam menyisipkan konten berlisensi

Menurut perusahaan, pabrik tidak pernah mengirim G02 beserta kartu microSD berisi game. Konten bajakan ditambahkan oleh penjual pihak ketiga saat unit dipasarkan ke luar China.

Pola serupa umum di segmen handheld retro murah. Produsen fokus membuat perangkat keras, sementara reseller mengisi media penyimpanan dengan ribuan ROM sebelum unit sampai ke konsumen.

Ketika nama perusahaan besar ikut terpampang, pembeli sering menyamakan pabrikan, pemegang lisensi regional, dan penjual akhir sebagai satu pihak. Isu ROM ilegal bikin Lenovo handheld G02 gagal melaju di pasar resmi justru karena kaburnya batasan itu.

Keberlanjutan hardware identik di marketplace tanpa logo Lenovo

Branding resmi dihilangkan, tetapi laporan terbaru menyebut hardware dasar yang sama masih beredar di AliExpress dan platform lain. Salah satu penamaan yang disebut adalah GUSGU H7.

Artinya yang hilang terutama logo dan jalur resmi, bukan rantai produksi di balik perangkat. Reseller tetap bisa menjual mesin sejenis dengan identitas merek berbeda.

Bagi pembeli, risiko konten tidak berlisensi tidak otomatis hilang hanya karena nama Lenovo sudah diganti. Yang berubah adalah pihak yang tampak bertanggung jawab di mata publik.

Implikasi citra bagi perusahaan yang dikenal lewat lini Legion

Lenovo selama ini lebih lekat di benak gamer lewat laptop Legion dan handheld Legion Go. Asosiasi dengan perangkat emulasi murah yang disorot karena ROM bajakan berpotensi mengaburkan posisi brand premium itu.

Membiarkan logo perusahaan tetap menempel di unit yang beredar bersama ribuan game diduga ilegal membuka celah sengketa hak cipta. Penarikan branding menjadi langkah mitigasi yang paling cepat.

Kasus ini juga jadi pengingat industri: selama rantai pasok memisahkan pabrikan hardware dan penjual yang mengisi konten, produk bermerek besar tetap rentan diseret ke kontroversi yang tak mereka rancang sendiri. Optimaise News mencatat pola itu berulang di segmen retro yang tumbuh cepat.

FAQ

Apa yang diputuskan Lenovo terkait G02?

Penjualan dihentikan dan unit ditarik dari marketplace resmi. Branding Lenovo pada model itu tidak lagi dipakai di jalur resmi.

Apakah G02 produk palsu?

Tidak. Perusahaan mengonfirmasi G02 berlisensi khusus pasar China, meski bukan bagian lini global.

Siapa yang menambahkan ROM ke perangkat?

Menurut Lenovo, pabrik tidak mengirim microSD berisi game. Konten ditambahkan reseller pihak ketiga saat unit dipasarkan internasional.

Apakah hardware sejenis masih dijual?

Ya. Perangkat dasar yang sama dilaporkan masih beredar di AliExpress dan platform lain dengan merek berbeda, termasuk penamaan GUSGU H7.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.