Robot otonom LASSIE memastikan koloni perkembangbiakan ikan terbesar di dunia masih utuh di bawah Filchner Ice Shelf, Laut Weddell. Pemantauan 48 jam mengonfirmasi sekitar 60 juta sarang aktif Neopagetopsis ionah di kedalaman 420 hingga 535 meter.
Inti artikel
- Robot otonom LASSIE memastikan koloni perkembangbiakan ikan terbesar di dunia masih utuh di bawah Filchner Ice Shelf, Laut Weddell
- Pemantauan 48 jam mengonfirmasi sekitar 60 juta sarang aktif Neopagetopsis ionah di kedalaman 420 hingga 535 meter
- Verifikasi ini memperkuat temuan awal 2021
Verifikasi ini memperkuat temuan awal 2021. Spesies berdarah nyaris transparan itu membentuk padatan sarang dengan kepadatan satu per empat meter persegi, dipantau kamera resolusi tinggi robot tersebut.
Verifikasi 48 Jam di Dasar Laut Weddell
Sistem Low-Altitude Survey System for Icefish atau LASSIE digelar di dasar laut Weddell dekat Filchner Ice Shelf. Robot itu beroperasi otonom selama 48 jam penuh tanpa gangguan es tebal di atasnya.
Kamera beresolusi tinggi merekam 20 gambar per detik. Hasilnya menunjukkan koloni tetap aktif dan padat, bukan hanya sisa penemuan lama. Tim peneliti melihat pola distribusi sarang yang konsisten di area survei.
Data visual ini memberi bukti langsung kondisi terkini. Optimaise News mencatat bahwa metode otonom memungkinkan pemantauan berkelanjutan di lingkungan ekstrem yang sulit dijangkau manusia.
Ikan Es Tanpa Hemoglobin yang Menghuni Koloni Raksasa

Jonah’s icefish atau Neopagetopsis ionah tidak memiliki hemoglobin. Darahnya nyaris transparan karena tidak mengandung protein pengangkut oksigen yang membuat darah ikan lain berwarna merah.
Fisiologi unik ini membantu spesies bertahan di air Antartika yang sangat dingin. Oksigen larut lebih mudah di suhu rendah, sehingga ikan bisa hidup tanpa pigmen darah biasa.
Koloni raksasa ini didominasi individu dewasa yang menjaga keturunan. Adaptasi tersebut menjadi kunci keberhasilan berkembang biak di bawah es tebal selama ratusan tahun.
Skala 240 Km Persegi: Dari Temuan 2021 hingga Pemantauan LASSIE

Penemuan awal terjadi Februari 2021 lewat kapal Polarstern. Sistem kamera OFOBS ditarik sekitar 1,5 meter di atas dasar laut dan merekam lebih dari 10.000 sarang dalam beberapa jam.
Peneliti Autun Purser mengaku terkejut. Empat jam pertama hanya menampilkan deretan sarang tanpa henti. Estimasi kemudian mencapai 60 juta sarang aktif di area 240 kilometer persegi.
Luas itu hampir setara pulau Malta. LASSIE kini mengonfirmasi ulang bahwa padatan tersebut masih ada dan berfungsi sebagai habitat berkembang biak utama. Sintesis temuan Polarstern ke data robot otonom memberi gambaran lengkap dari penemuan ke pemantauan berkelanjutan.
Bentuk Sarang, Telur, dan Peran Ikan Jantan
Setiap sarang berbentuk cekungan melingkar berdiameter sekitar 75 sentimeter. Di dalamnya rata-rata terdapat 1.700 telur yang dijaga ketat.
Ikan jantan menjaga hampir 85 persen sarang. Mereka membersihkan area dan mengusir predator potensial. Endapan lumpur di dalam sarang 40 persen lebih rendah dibanding sekitarnya, menandakan perawatan aktif.
Suhu air di koloni sekitar 2 derajat Celsius lebih hangat dari dasar laut di luar area. Biomassa total diperkirakan mencapai 60.000 ton. Data biologi ini menjelaskan bagaimana padatan tetap stabil di kondisi ekstrem.
Mengapa Koloni Ini Dianggap yang Terbesar di Dunia
Tidak ada koloni berkembang biak ikan yang diketahui mencapai skala 60 juta sarang di 240 kilometer persegi. Status terbesar di dunia bertahan karena kepadatan konsisten dan luas area yang terverifikasi ulang.
Perbandingan dengan habitat lain di laut dalam menunjukkan perbedaan mencolok. Kebanyakan koloni ikan es lain hanya mencakup ratusan atau ribuan sarang. Di sini, peran jantan dan kondisi air hangat lokal mendukung survival massal.
Verifikasi LASSIE menutup celah data temporal. Koloni tidak hanya ditemukan sekali, melainkan terbukti bertahan sebagai ekosistem kunci di bawah es Antartika.







