Jakarta, Optimaise News – Dua model laptop Avita asal Amerika diluncurkan di Jakarta pada Selasa, 17 Desember 2019. Fokus utama jatuh pada Avita Admiror dalam ukuran 14 inci dan 15,6 inci, ditawarkan lewat program pre-sale mulai Rp4 juta hingga 31 Desember 2019.
Inti artikel
- Dua model laptop Avita asal Amerika diluncurkan di Jakarta pada Selasa, 17 Desember 2019
- Acara peluncuran di Jakarta menandai masuknya merek Avita ke etalase lokal
- Selain Admiror sebagai model utama, jajaran Avita lain ikut diluncurkan pada hari yang sama agar portofolio terasa utuh di rak ritel
Optimaise News mencatat, perangkat ultraramping ini dibawa ke pasar Indonesia dengan penekanan pada desain artistik dan bobot ringan 1,23 kg. Pilihan itu menyasar milenial yang butuh mesin produktivitas harian tanpa beban di tas.
Peluncuran Dua Model Avita di Jakarta
Acara peluncuran di Jakarta menandai masuknya merek Avita ke etalase lokal. Selain Admiror sebagai model utama, jajaran Avita lain ikut diluncurkan pada hari yang sama agar portofolio terasa utuh di rak ritel.
Admiror ditawarkan dalam dua ukuran layar agar pembeli bisa memilih antara portabilitas 14 inci atau ruang kerja lebih lega di 15,6 inci. Kedua varian tetap mengusung identitas merek yang sama: tipis, modern, dan mudah dibawa.
Kehadiran merek asal Amerika ini menambah opsi di kelas laptop tipis yang saat itu mulai ramai. Bagi pembaca yang membandingkan perangkat sekelas, Admiror menonjol lewat cerita desain, bukan sekadar spek mentah.
Desain Artistik dan Inovasi Engsel Tersembunyi

Desain Admiror terinspirasi arsitektur gotik yang digabung dengan sentuhan teknologi modern. Hasilnya bukan bodi generik silver polos, melainkan siluet yang ingin terasa punya karakter di meja kerja atau kafe.
Engsel tersembunyi diletakkan di antara layar dan keyboard. Solusi itu merapikan garis buka-tutup laptop sekaligus memberi kesan bodi lebih utuh saat ditutup.
Ketebalan hanya 9 mm dan bobot 1,23 kg memperkuat klaim ultraramping. Kombinasi itu relevan untuk pengguna yang sering pindah lokasi: kampus, coworking, hingga perjalanan dinas singkat.
Nilai tambah desain gotik justru terletak pada diferensiasi visual di pasar yang dipenuhi laptop aluminium minimalis. Pembeli yang mencari identitas visual berbeda punya alasan jelas untuk melirik Admiror.
Spesifikasi Teknis yang Mendukung Produktivitas
Varian 14 inci memakai layar FHD IPS 1920×1080 piksel. Varian 15,6 inci membawa layar sentuh sehingga input jari bisa dipakai untuk navigasi cepat atau presentasi ringan.
Prosesor Intel Core i5-8265U hingga Core i7-8565U generasi ke-8 menopang beban dokumen, browser, dan aplikasi kantor. RAM 8 GB DDR4 menjadi fondasi multitasking harian yang wajar untuk kelas harganya.
Spesifikasi ini tidak menjanjikan rendering film berat atau game kelas atas. Fokusnya tetap produktivitas: mengetik, rapat daring, spreadsheet, dan media ringan sambil tetap hemat ruang di tas.
Dibanding laptop tipis sekelas yang sering menonjolkan baterai ultra-panjang atau chip AI baru di berita 2026, Admiror era peluncuran ini menonjol lewat paket tipis plus opsi layar sentuh di ukuran lebih besar.
Harga Pre-Sale dan Program Penjualan
Harga mulai Rp4 juta berlaku dalam program pre-sale 17, 31 Desember 2019. Semua penawaran harga pada periode itu masih terikat skema pre-sale, bukan etalase reguler jangka panjang.
Angka masuk di kisaran yang membuka akses bagi mahasiswa dan pekerja muda. Sintesis singkat: di pasar laptop bekas atau entry yang sering dibahas di kisaran Rp3 jutaan, Admiror baru lewat pre-sale memberi opsi merek global dengan desain beda tanpa melonjak ke dual digit jutaan.
Bagi pembeli, jendela dua minggu itu penting. Lewat 31 Desember 2019, skema pre-sale berakhir dan posisi harga bisa berubah sesuai kebijakan ritel.
Dalam ringkasan Optimaise News, paket pre-sale Admiror menjadi magnet utama karena memadukan angka Rp4 juta dengan bodi 9 mm dan 1,23 kg, kombinasi yang jarang ditonjolkan bersamaan di kelas yang sama.
Manfaat untuk Pengguna Milenial Indonesia
Direktur Bisnis ASEAN Norman Ng menyebut perangkat ini cocok untuk kaum milenial. Pernyataan itu selaras dengan positioning merek: mobilitas tinggi, penampilan beda, dan spek cukup untuk kerja-belajar harian.
Manfaat praktisnya jelas. Laptop ultraramping mengurangi beban bahu, engsel tersembunyi merapikan penampilan, dan opsi 14 atau 15,6 inci menyesuaikan gaya kerja masing-masing.
Bagi milenial yang sering gonta-ganti tempat kerja, desain gotik plus bobot rendah memberi rasa “punya perangkat sendiri” tanpa harus mengorbankan portabilitas. Harga pre-sale memperlebar peluang akses tanpa menunggu diskon besar di luar periode.
Pada akhirnya, Avita Admiror mengisi celah antara laptop generik murah dan ultrabook mahal: ada cerita desain, spek generasi ke-8 yang memadai, dan entry price yang diumumkan terbuka ke publik Indonesia.






