Korban Mutilasi Depok Kaki Hilang 4 Jam, Pencarian di Kali Licin Gagal

Korban mutilasi Depok ditemukan tanpa kaki, kaki hilang 4 jam pencarian gagal di Kali Licin. Saepul 26 tahun mengaku membuang potongan tubuh. Polda Metro Jaya.

Author Image

Adel

Korban mutilasi berinisial K berusia 51 tahun ditemukan mayatnya tanpa kaki di lahan kosong Pancoran Mas, Depok pada 4 Agustus 2026. Pencarian potongan kaki pelaku berlangsung empat jam dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB tanpa hasil sama sekali. Tim khusus dari polisi kemudian turun ke Kali Licin di Cipayung untuk menelusuri jejak.

Inti artikel

  • Korban mutilasi berinisial K berusia 51 tahun ditemukan mayatnya tanpa kaki di lahan kosong Pancoran Mas, Depok pada 4 Agustus 2026
  • Pencarian potongan kaki pelaku berlangsung empat jam dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB tanpa hasil sama sekali
  • Tim khusus dari polisi kemudian turun ke Kali Licin di Cipayung untuk menelusuri jejak

Upaya pencarian ini gagal menemukan bagian tubuh korban meski melibatkan anjing pelacak dan tim dari dinas sumber daya air. Kasus ini menegaskan betapa pentingnya keamanan warga di sekitar kawasan industri dan pemukiman di wilayah Depok.

Potongan Kaki Korban Diselundupkan ke Kali Licin

Suspek Saepul berusia 26 tahun mengaku membuang potongan kaki korban ke Kali Licin, Cipayung, Depok. Pelaku sebelumnya membungkus jasad korban dengan plastik tebal saat proses pembuangan. Bagian kepala hingga pangkal paha ditemukan di Tanah Merah, Pancoran Mas, sementara pangkal paha hingga kaki berada di Kali Licin.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung turun ke lokasi untuk mengejar jejak pelaku. Pencarian mencakup radius hingga 500 meter atau lebih di sungai. Pemerintah setempat diminta memperketat pengawasan terhadap limbah berbahaya yang dibuang sembarangan di sungai.

Anjing K9 dan Tim Air Ikut Bergabung dalam Operasi

Anjing K9 jenis Dutch Shepherd dikerahkan pukul 16.00 WIB untuk menyusuri jejak pelaku. Sementara itu, petugas Dinas Sumber Daya Air Kota Depok turun ke sungai dalam pencarian bagian tubuh korban. Kombinasi ini menunjukkan upaya serius dari aparat keamanan menghadapi kasus mutilasi yang semakin mengkhawatirkan.

Suspek menggunakan sepeda motor korban saat membuang jasad. Langkah ini menandakan motif balas dendam atau kesombongan yang mendasari perbuatan pelaku. Kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah dan kini warga semakin waspada terhadap kekerasan di lingkungan sekitar.

Dampak Kasus ke Keamanan Warga Pancoran Mas

Masyarakat sekitar di Pancoran Mas merasa tidak aman setelah kasus mutilasi ini. Banyak warga yang mulai bergerombol untuk lebih waspada terhadap orang asing yang berkeliaran. Pemuda dan ibu rumah tangga menyatakan khawatir tentang keamanan anak-anak mereka di tempat umum.

Optimaise News menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menangani kasus mutilasi. Bagi pengusaha kecil di Depok, kasus ini menjadi pelajaran agar lebih ekstra dalam menjaga harta benda dan lingkungan kerja. Sejak ditemukan, polisi sudah menetapkan Saepul sebagai tersangka utama dan mendalami motifnya lebih jauh.

Bagaimana Kasus Ini Bisa Berulang?

Bagian tubuh korban yang dibuang dengan cara dibungkus plastik menunjukkan ketenangan pelaku. Pencarian yang gagal dalam empat jam itu menjadi contoh betapa sulitnya menelusuri jejak di sungai yang luas. Pelaku yang menggunakan motor korban juga menambah kerumitan proses penangkapan.

Warga Depok diajak untuk tidak panik namun tetap waspada. Selain itu, pemerintah kota diminta memperkuat pos pengawasan sungai Kali Licin. Kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk merenovasi sistem pengelolaan limbah yang ada.

Dari sisi psikologis, pelaku seperti Saepul sering kali dipicu oleh faktor pribadi yang belum terselesaikan. Komunitas lokal dianjurkan membentuk grup bantu seperti komunikasi awal dengan warga untuk bertukar informasi dini. Dengan demikian, kasus serupa bisa dicegah sebelum merembet luas.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.