Jakarta, Optimaise News – Minat industri film India terhadap drama komedi Ketok Mejik muncul setelah produser eksekutif Akshay Melwani mempromosikan proyek itu di BRICS Creative Economy Conference, 6, 7 Agustus 2026. Di dalam negeri, film garapan Yogi S. Calam siap tayang serentak di bioskop mulai 13 Agustus 2026, saat Ananta Rispo tengah diuji keluar dari zona nyaman komedi.
Inti artikel
- Di dalam negeri, film garapan Yogi S
- Calam siap tayang serentak di bioskop mulai 13 Agustus 2026, saat Ananta Rispo tengah diuji keluar dari zona nyaman komedi
- Proyek Haha Production ini menyatukan komika dan aktor mapan dalam cerita warisan bengkel penuh utang yang dilengkapi humor khas Tanah Air
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, cast termasuk Tarra Budiman sempat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). Proyek Haha Production ini menyatukan komika dan aktor mapan dalam cerita warisan bengkel penuh utang yang dilengkapi humor khas Tanah Air.
Minat India muncul usai promosi di konferensi BRICS
Akshay Melwani berangkat ke India untuk ajang BRICS Creative Economy Conference. Di sana ia memaparkan potensi industri kreatif Indonesia kepada pelaku film setempat hanya dalam kurun dua hari.
“Di sana ada interest, saya baru dua hari di sana, jadi ada ketertarikan, which is a good sign. Khususnya untuk Ketok Mejik, initial interest-nya sangat bagus,” kata Akshay Melwani. Sinyal itu dinilai penting karena film Indonesia jarang mendapat perhatian awal dari pasar India sebelum rilis lokal.
Dalam rangkuman Optimaise News, momentum konferensi tersebut datang hanya beberapa hari sebelum jadwal layar lebar 13 Agustus 2026. Prestasi pra-tayang ini memberi bobot baru bagi drama komedi bertabur bintang komika.
Ananta Rispo hadapi karakter drama berat di bengkel utang

Ananta Rispo dikenal lewat aksi konyol di panggung dan grup GJLS. Di Ketok Mejik ia memerankan Ben, cucu yang mewarisi bengkel kakek berbeban utang, sehingga harus menanggung alur emosional yang lebih padat.
“Ini film saya yang lumayan banyak dramanya karena saya harus ngejalanin cerita, harus ngejalanin dramanya,” kata Ananta Rispo di Kuningan. Ia mengakui awal proses tidak mulus. “Jadi lumayan sulit di awal-awal, perlu banyak belajar dan karena saya komedian ya,” katanya.
Sutradara Yogi S. Calam menekankan bahwa ini film pertama Rispo yang tidak liar; justru menjadi benang merah cerita. Proyek solo Rispo berjalan tanpa rekan GJLS Rigen Rakelna dan Hifdzi Khoir, menandai pergeseran citra komika ke peran sentral drama.
Sinopsis inti: warisan bengkel, palu sakti, dan karyawan absurd
Alur berpusat pada Ben yang tiba-tiba memikul usaha montir penuh utang. Ia dibantu Made (Tarra Budiman) yang ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) yang ceplas-ceplos, serta Unung (Arief Didu) yang polos.
Ketiganya mengandalkan palu sakti leluhur untuk melawan pengusaha serakah dan menyelamatkan bengkel beserta nasib mereka. Film ini dibungkus sebagai potret pahlawan rakyat sehari-hari dengan humor segar, durasi sekitar 111 menit menurut data wiki film.
Bagi penonton yang terbiasa menonton komika murni, ketegangan utang bengkel plus benda magis kecil itu memberi jembatan menuju drama ringan tanpa meninggalkan tawa. Naskah ditulis Yogi S. Calam bersama Iyam Renzia dan Moh. Rido S.A.
Susunan pemeran utama hingga supporting
Peran utama dipegang Ananta Rispo (Ben), Tarra Budiman (Made), dan Dodit Mulyanto (Saged). Ersya Aurelia terlibat dalam jalur romansa; ia memuji Rispo “easy going banget” sehingga kimia adegan mudah terbentuk. Agus Kuncoro dan Arif Didu (Unung) memperkuat jajaran utama.
Supporting mencakup Arafah Rianti, Sadana Agung, Berliana Lovel, Erick Estrada, Buhun Warwer, Furrh Setya, Chicka Waode, Vidi Bule, dan Lolox. Buhun Warwer mengakui kesulitan debut sebagai aktor di set film ini. Produser Deri Agung Saputra bersama Handoko membidik target 2 sampai 3 juta penonton.
Jadwal rilis bioskop dan prestasi pra-tayang
Ketok Mejik dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Syuting sempat digariskan mulai 10 November 2025, dengan rencana rilis pertengahan 2026 yang kini dipertegas tanggal tersebut.
Haha Production dan sutradara Yogi S. Calam menempatkan film sebagai eksperimen gabungan banyak warna humor komika dalam satu frame drama. Kombinasi minat India usai BRICS, utang bengkel di sinopsis, dan cast padat memberi paket informasi lengkap bagi penonton yang ingin menyusuri jejak komika serius di layar lebar.







