Kendari, Optimaise News – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sedang mendorong transformasi aparatur sipil negara agar mereka lebih berperan sebagai penggerak solusi pengangguran di Indonesia. Fokusnya adalah mengukur keberhasilan dari penyerapan kerja lulusan ke dunia usaha, bukan sekadar aktivitas administratif sehari-hari.
Inti artikel
- Fokusnya adalah mengukur keberhasilan dari penyerapan kerja lulusan ke dunia usaha, bukan sekadar aktivitas administratif sehari-hari
- Langkah ini diambil Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sebuah acara di Kendari pada 5 Agustus 2026
- Menteri Yassierli menegaskan bahwa ASN tidak boleh lagi terjebak dalam tugas administratif biasa
Langkah ini diambil Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sebuah acara di Kendari pada 5 Agustus 2026. Menurutnya, ASN harus memahami persoalan ketenagakerjaan secara menyeluruh agar bisa memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Yassierli Tekankan ASN Bangun Solusi Nyata atas Pengangguran
Menteri Yassierli menegaskan bahwa ASN tidak boleh lagi terjebak dalam tugas administratif biasa. Mereka harus aktif membangun solusi konkret untuk mengatasi pengangguran yang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Transformasi ini menjadi prioritas agar ASN lebih efisien dan berdampak langsung pada masyarakat.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. Dengan ASN yang lebih berorientasi, program-program pemerintah bisa lebih tepas sasaran.
Balai Vokasi Diubah Jadi Talent Innovation Hub dengan Fokus Penyerapan Kerja
Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) akan diubah menjadi Talent Innovation Hub. Hub ini akan fokus pada pengembangan keterampilan, konsultasi usaha, peningkatan produktivitas, dan layanan digital yang lebih mudah diakses.
Keberhasilan balai vokasi kini diukur dari jumlah lulusan yang terserap ke dunia usaha dan industri, bukan hanya jumlah peserta pelatihan. Program vokasi akan berlanjut hingga lulusan memperoleh pekerjaan atau mampu mengembangkan usaha mandiri. Ini menjadikan keberhasilan lebih terukur dan berorientasi pada hasil nyata.
Talent Innovation Hub juga akan melayani pengembangan kompetensi yang relevan dengan dinamika ekonomi digital dan industri. ASN diharapkan lebih inovatif dalam menjawab tantangan ini.
Kemnaker Dorong Inovasi ASN dan Integritas di Tengah Transformasi Birokrasi
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mendorong budaya kerja inovatif di kalangan ASN. Tujuannya agar pelayanan publik menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat pencari kerja.
Menteri Yassierli juga menekankan pentingnya menjaga integritas ASN agar tidak terjadi manipulasi anggaran atau program. Keberhasilan program akan dilihat dari manfaat nyata bagi masyarakat dan penurunan angka pengangguran di berbagai daerah.
Program vokasi dan MagangHub akan diperkuat untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Hal ini mencakup pelatihan yang lebih praktis dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Program Vokasi dan MagangHub Diperkuat untuk Kompetensi dan Akses Kerja
Program Vokasi Nasional dan MagangHub akan diintensifkan dengan penekanan pada peningkatan keterampilan. Pelatihan ini akan membantu lulusan perguruan tinggi siap terjun ke dunia kerja dengan lebih cepat.
Program Magang Nasional 2026 akan membuka peluang bagi 150 ribu calon tenaga kerja dengan 8.000 mitra dari swasta, BUMN, dan pemerintahan. Peserta akan mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat kompetensi yang berguna.
Kemnaker Sesuaikan Regulasi Hadapi Dinamika Dunia Kerja
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi sesuaikan regulasi terkait PKWT, outsourcing, dan ekonomi gig untuk menghadapi perubahan cepat di dunia kerja. Regulasi ini akan membuat sistem ketenagakerjaan lebih fleksibel tanpa mengorbankan hak pekerja.
Perubahan ini didasarkan pada pengamatan bahwa pasar kerja terus berkembang, terutama dengan maraknya platform digital dan pekerjaan berbasis proyek. ASN akan membantu mengimplementasikan regulasi ini secara efektif.
Kemnaker Perluas Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia merencanakan perluasan akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan dan kemitraan dengan industri. BPKK Kendari telah melatih 40 penyandang disabilitas yang kemudian ditempatkan di sektor industri ringan.
Hub ini juga merencanakan kegiatan kolaborasi dengan 50 perusahaan di Makassar. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberdayakan masyarakat dengan disabilitas.
Sekjen Cris Kuntadi juga mengunjungi Kepulauan Bangka Belitung untuk meninjau program pelatihan berbasis kompetensi di sana. Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan dan memperkuat jaringan pelatihan regional.
Menaker Yassierli Minta Lulusan Perguruan Tinggi Siapkan Keterampilan untuk PMN 2026
Menaker Yassierli mengajak lulusan perguruan tinggi untuk mempersiapkan keterampilan agar lebih siap menghadapi Program Magang Nasional 2026. Program ini dibuka untuk 150 ribu calon tenaga kerja dengan bantuan 8.000 mitra.
Calon peserta akan mendapatkan perlindungan sosial dan sertifikasi yang valid. Hal ini akan membantu mengurangi kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja serta meningkatkan daya saing lulusan secara umum.






