Malang, Optimaise News – Tingkat kejenuhan lalu lintas di ruas Candi Panggung hingga Perliman mendekati 0,9. Angka itu sudah jadi bukti mendesak bahwa koridor tersebut hampir kehabisan kapasitas. Pemerintah Kota Malang pun memutuskan menggelar uji coba fungsional Jalan Tembus Soekarno-Hatta ke Candi Panggung mulai Senin.
Inti artikel
- Tingkat kejenuhan lalu lintas di ruas Candi Panggung hingga Perliman mendekati 0,9
- Angka itu sudah jadi bukti mendesak bahwa koridor tersebut hampir kehabisan kapasitas
- Pemerintah Kota Malang pun memutuskan menggelar uji coba fungsional Jalan Tembus Soekarno-Hatta ke Candi Panggung mulai Senin
Uji coba berlangsung 10 hari dengan aturan operasional yang harus dipegang pengendara. Akses dibuka pukul 05.00 sampai 21.00 WIB saja. Kendaraan besar dan berat dilarang masuk karena batasan ukuran serta ketinggian. Keberhasilan diukur lewat dampak kepadatan di Candi Panggung. Optimaise News merangkum seluruh aturan dan konteksnya biar pengendara punya panduan utuh sebelum melintas.
Angka 0,9 di Candi Panggung yang Memaksa Alternatif Baru
Angka kejenuhan mendekati 0,9 di Candi Panggung sampai Perliman menandakan ruas itu sudah dekat batas aman. Arus kendaraan sering menumpuk di jam sibuk dan membuat waktu tempuh melonjak. Tanpa jalur alternatif, kondisi ini berisiko makin parah seiring volume harian yang terus naik.
Pemkot melihat jalan tembus sebagai jawaban langsung. Tujuan utamanya dua: mengurangi kepadatan di koridor lama sekaligus mengoptimalkan fungsi jalan yang sudah direncanakan. Bukan sekadar buka akses, langkah ini ingin membagi beban lalu lintas secara terukur agar arus lebih lancar di dua sisi.
Jadwal Buka-Tutup dan Jenis Kendaraan yang Boleh Melintas

Selama 10 hari uji coba, portal dibuka setiap hari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Di luar jam itu akses ditutup total. Aturan ini menjaga keamanan malam hari dan memberi ruang evaluasi harian.
Hanya kendaraan berukuran standar yang diperbolehkan. Kendaraan besar dan berat dilarang melintas karena batasan ukuran serta ketinggian jalan. Portal pembatas ketinggian dipasang di titik masuk untuk menegakkan larangan tersebut. Pengendara motor dan mobil pribadi kecil-menengah paling diuntungkan, sementara armada besar harus tetap pakai rute lama.
Kelengkapan Lapangan yang Sudah Disiapkan Dishub

Dinas Perhubungan Kota Malang sudah menempatkan rambu lalu lintas, marka jalan, papan informasi, dan petunjuk arah di lokasi. Perangkat ini memandu pengendara agar tidak bingung saat pertama kali lewat.
Papan informasi menjelaskan jam operasional dan larangan kendaraan. Petunjuk arah menunjukkan alur masuk dari Soekarno-Hatta menuju Candi Panggung dan sebaliknya. Semua kelengkapan siap sebelum hari pertama uji coba supaya arus tetap tertib meski volume meningkat.
Cara Keberhasilan Diukur Setelah 10 Hari
Evaluasi pasca 10 hari menitikberatkan dampak kepadatan di Candi Panggung dan sekitarnya. Indikator utama adalah apakah angka kejenuhan turun dan arus menjadi lebih lancar. Data volume kendaraan serta keluhan warga juga akan ditimbang.
Jika kepadatan berkurang dan fungsi jalan meningkat, uji coba berpeluang dilanjutkan atau dipermanenkan. Sebaliknya, bila dampaknya minim, akses bisa ditinjau ulang. Mekanisme ini memberi kejelasan bagi publik: sukses-gagal ditentukan data di lapangan, bukan sekadar buka tutup portal.
Apa Artinya bagi Pengendara Soekarno-Hatta, Candi Panggung
Bagi pengendara yang rutin dari Soekarno-Hatta ke Candi Panggung, jalan tembus menawarkan potongan waktu tempuh di jam tertentu. Masuk hanya diperbolehkan pukul 05.00 sampai 21.00 WIB. Siapkan rute cadangan jika Anda tiba di luar jam operasional.
Periksa dulu jenis kendaraan Anda. Truck, bus, atau armada berat jangan coba masuk karena portal pembatas ketinggian akan menahan. Gunakan jalur ini hanya untuk motor dan mobil standar. Pantau hasil evaluasi resmi setelah 10 hari agar tahu kelanjutan akses tersebut.
Optimaise News menekankan: pahami aturan jam dan larangan sebelum melintas. Uji coba ini bisa menjadi solusi jangka panjang bila data kepadatan mendukung. Ikuti rambu dan petunjuk di lapangan supaya perjalanan tetap aman dan lancar.







