1.500 Tukik Lekang Dilepas di Gajahrejo lewat Ibu Kota Penyu

Pertamina lepas 1.500 tukik lekang plus satu penyu dewasa di Desa Gajahrejo lewat program Ibu Kota Penyu. Capaian BSTC, edukasi diorama limbah, dan kolaborasi.

Author Image

Dwi

1.500 Tukik Lekang Dilepas di Gajahrejo lewat Ibu Kota Penyu

– Senja di Pantai Gajahrejo, Kabupaten Malang, menyaksikan barisan peserta membawa batok berisi tukik. Sebanyak 1.500 ekor tukik lekang dan satu ekor penyu lekang dewasa hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke samudra. Momen ini menjadi puncak aksi nyata program Ibu Kota Penyu, bukan sekadar pernyataan komitmen biodiversitas.

Inti artikel

  • Senja di Pantai Gajahrejo, Kabupaten Malang, menyaksikan barisan peserta membawa batok berisi tukik
  • Sebanyak 1.500 ekor tukik lekang dan satu ekor penyu lekang dewasa hasil rehabilitasi dilepasliarkan ke samudra
  • Momen ini menjadi puncak aksi nyata program Ibu Kota Penyu, bukan sekadar pernyataan komitmen biodiversitas

Kegiatan bertajuk Singgah di Samudra melibatkan sekitar 200 orang. BBKSDA, Perhutani, pemerintah desa, komunitas konservasi, dan warga setempat bergabung. Community Involvement Development Fuel Terminal Malang menjadikan pelepasan ini bagian dari upaya menjaga habitat pesisir selatan jangka panjang.

Aksi Massal di Gajahrejo: 1.500 Tukik dan Satu Penyu Dewasa

Peserta berdiri di tepi air saat tukik-tukik kecil meluncur ke ombak. Satu ekor penyu lekang dewasa yang sudah sembuh ikut dilepas di samping ribuan tukik. Pelepasan dewasa ini punya makna khusus. Ia membuktikan bahwa program tidak hanya menyelamatkan telur dan tukik, tapi juga merawat individu yang sempat terluka hingga siap kembali ke laut.

Acara digelar di Desa Gajahrejo dengan dukungan penuh warga. Mereka membantu mengangkut wadah dan menjaga jalur aman ke air. Kolaborasi lapangan ini membuat aksi massal terasa lebih dari seremoni. Setiap orang merasakan langsung peran menjaga spesies yang terancam.

Capaian BSTC: Ribuan Telur Jadi Tukik Siap Laut

Capaian BSTC: Ribuan Telur Jadi Tukik Siap Laut
Ilustrasi Capaian BSTC: Ribuan Telur Jadi Tukik Siap Laut.

Bajulmati Sea Turtle Conservation mencatat capaian solid. Lebih dari 14.000 tukik sudah dilepas dari 19.102 butir telur sepanjang 2024-2025. Angka itu lahir dari patroli malam, penanganan sarang, dan perawatan di hatchery yang konsisten.

Data kumulatif ini memberi konteks bagi aksi di Gajahrejo. Pelepasan 1.500 tukik hari itu bukan kejadian tunggal. Ia melanjutkan rangkaian kerja yang sudah berjalan bertahun-tahun di kawasan Bajulmati-Modangan. Setiap telur yang berhasil menetas menambah peluang regenerasi populasi di perairan selatan Jawa.

Edukasi Pesisir: Sekolah Alam hingga Diorama Limbah Kertas

Selain pelepasan, rangkaian acara memuat Sekolah Alam Pesisir. Anak-anak dan warga belajar langsung tentang siklus hidup penyu serta cara menjaga pantai. Aktivitas Titip Cerita untuk Samudra memberi ruang peserta menuliskan pesan harapan yang dibawa tukik ke laut.

Pameran diorama berbahan limbah kertas jadi sorotan khusus. Karya itu memvisualkan ancaman sampah plastik terhadap penyu dengan cara sederhana dan menyentuh. Diorama menjembatani isu limbah rumah tangga dengan konservasi. Peserta melihat sendiri bagaimana kertas bekas bisa diubah menjadi alat edukasi yang kuat, bukan sekadar pajangan.

Lima Spesies di Bajulmati-Modangan dan Ancaman yang Dihadapi

Sejak 2020, kawasan Bajulmati-Modangan menjadi pendaratan alami bagi lima dari tujuh spesies penyu dunia. Status itu menjadikan pesisir Malang Selatan sangat berharga secara ekologis. Namun ancaman terus mengintai. Aktivitas manusia, sampah, dan gangguan sarang masih menekan populasi.

Pelepasan massal hari ini menjawab ancaman itu secara langsung. Tukik yang selamat menambah peluang regenerasi. Penyu dewasa yang kembali ke laut juga membawa pengalaman hidup yang bisa memperkuat kelangsungan spesies. Habitat yang terjaga menjadi kunci agar lima spesies itu tetap memilih pantai ini sebagai tempat bertelur.

Kolaborasi CID FT Malang Jaga Habitat Malang Selatan

Program Ibu Kota Penyu dijalankan sebagai identitas kerja pesisir Fuel Terminal Malang. Branding ini jarang dijabarkan utuh di tempat lain. Ia memadukan aksi lapangan, edukasi, dan keterlibatan warga dalam satu payung yang mudah diingat. Kolaborasi BUMN, BBKSDA, Perhutani, desa, dan komunitas menciptakan jaring pengaman yang lebih kuat daripada kerja sendiri-sendiri.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menegaskan bahwa program ini menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat pesisir. Ia menekankan pentingnya kerja bersama agar habitat tetap hidup. Bagi pembaca, kolaborasi semacam ini relevan karena Indonesia memiliki banyak pantai pendaratan penyu yang rentan. Model di Malang Selatan menunjukkan cara BUMN dan masyarakat bisa saling mengisi tanpa menunggu solusi dari atas saja.

Aksi di Gajahrejo merangkum capaian kumulatif BSTC, makna pelepasan dewasa, dan kekuatan edukasi visual lewat diorama limbah kertas. Satu narasi utuh ini memberi gambaran bahwa konservasi penyu butuh aksi berulang, data, dan partisipasi warga. Habitat Malang Selatan tetap punya peluang asalkan kerja sama seperti ini terus dijaga.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.