Kebun Binatang Surabaya Mau Dibawa ke Mana? Apecsi Tolak 9 Calon

Apecsi tolak 9 calon direktur KBS tanpa kompetensi konservasi. Kebun Binatang Surabaya Mau Dibawa ke Mana? Ancaman pidana ke walikota dan jaminan hukum.

Author Image

Adel

Kebun Binatang Surabaya Mau Dibawa ke Mana? Apecsi Tolak 9 Calon

– Apecsi menolak sembilan calon direktur Perumda Kebun Binatang Surabaya karena dinilai kosong kompetensi konservasi. Tak satu nama pun membawa pengalaman di ranah pelestarian satwa, sementara tiga di antaranya hanya berlatar Sarjana Hukum.

Inti artikel

  • Apecsi menolak sembilan calon direktur Perumda Kebun Binatang Surabaya karena dinilai kosong kompetensi konservasi
  • Tak satu nama pun membawa pengalaman di ranah pelestarian satwa, sementara tiga di antaranya hanya berlatar Sarjana Hukum
  • Proses pemilihan digugat karena tidak transparan dan minim kriteria yang jelas

Proses pemilihan digugat karena tidak transparan dan minim kriteria yang jelas. Optimaise News mencatat peringatan keras: Walikota Surabaya berisiko pidana jika satwa celaka akibat pimpinan yang tidak mumpuni, merujuk UU No 5/1990 jo UU No 32/2024.

Seleksi Direktur Perumda Kebun Binatang Surabaya (@surabayazoo) Dipertanyakan

Daftar sembilan kandidat muncul tanpa penjabaran standar kompetensi yang bisa dicek publik. Apecsi menilai kekosongan rekam jejak pelestarian membuat lembaga rawan salah arah.

Tiga calon dari jalur hukum memang memahami aspek regulasi. Namun latar itu tidak menggantikan keahlian biologi satwa, manajemen habitat, atau standar kesejahteraan hewan modern.

Transparansi yang rendah memicu spekulasi soal motivasi penunjukan. Publik dan pegiat satwa menuntut kriteria tertulis agar Surabaya Zoo tidak digarap sembarangan.

Risiko Pidana Walikota Jika Satwa di Kebun Binatang Surabaya Celaka

Peringatan Apecsi mengarah langsung ke kepala daerah. Apabila terjadi musibah pada satwa karena kepemimpinan yang abai, pejabat bisa digugat pidana berdasarkan dua undang-undang konservasi tersebut.

Aturan itu mewajibkan perlindungan aktif terhadap satwa liar dan ekosistemnya. Pimpinan yang tidak paham risiko operasional berpotensi memperbesar celah hukum.

Ancaman ini bukan baseless. Ia menjadi pengingat bahwa tanggung jawab Perumda tidak berhenti di level direksi, melainkan naik ke pejabat yang menunjuk.

Kasus Gajah Muda di Surabaya Zoo Memperkuat Alarm

Peristiwa seekor gajah berumur setahun yang dinaiki pawang dinilai melanggar prinsip kesejahteraan satwa. Kejadian itu memperkuat argumen soal perlunya pemimpin berpengalaman.

Hewan muda masih rentan cedera fisik dan stres. Praktik semacam itu menunjukkan celah pengawasan yang sudah terjadi di lapangan.

Surabaya Zoo seharusnya mencontohkan standar internasional, bukan memberi celah pelanggaran yang bisa jadi bukti di pengadilan kelak.

Jaminan Perlindungan bagi Karyawan yang Bersuara

Apecsi berkomitmen memberi dukungan penuh serta layanan legal tanpa biaya jika karyawan dikenai sanksi karena unjuk rasa. Langkah ini membuka ruang bagi staf untuk menyuarakan keprihatinan tanpa takut.

Dengan payung itu, pegawai diharapkan lebih berani mengungkap masalah internal terkait arah lembaga. Solidaritas ini dinilai penting agar suara dari dalam tembok kebun binatang surabaya tidak dibungkam.

Perlindungan tersebut juga menekan risiko retaliasi sepihak. Karyawan menjadi mitra pengawasan, bukan sekadar pelaksana perintah.

Tanya Jawab: Kebun Binatang Surabaya (KBS) Mau Dibawa Kemana?
Mengapa Apecsi menolak seluruh calon direktur?
Karena dari sembilan nama tidak ada yang menunjukkan pengalaman di bidang pelestarian satwa. Tiga calon bahkan hanya berlatar Sarjana Hukum, sehingga dianggap tidak siap memimpin lembaga konservasi.
Apa risiko hukum yang mengintai Walikota Surabaya?
Jika satwa di KBS mengalami musibah akibat pimpinan tak kompeten, pejabat bisa diproses pidana merujuk UU No 5/1990 juncto UU No 32/2024 soal konservasi.
Bagaimana Apecsi melindungi karyawan yang demo?
Organisasi itu menjamin dukungan lengkap plus bantuan hukum cuma-cuma apabila staf terkena sanksi terkait unjuk rasa. Tujuannya menjaga kebebasan berpendapat di internal lembaga.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.