Jakarta, Optimaise News – Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merotasi 146 perwira di jajaran Polri, termasuk 25 pejabat setingkat brigadir jenderal polisi, pada akhir Juli 2026. Langkah itu resmi lewat dua surat telegram yang ditandatangani pejabat SDM pada 30 Juli 2026 di markas besar Kepolisian RI, Jakarta.
Inti artikel
- Langkah itu resmi lewat dua surat telegram yang ditandatangani pejabat SDM pada 30 Juli 2026 di markas besar Kepolisian RI, Jakarta
- Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menegaskan rotasi sebagai bagian dari siklus pembinaan normal
- Surat pertama berlabel ST/1584/VII/KEP 2026 mencakup 119 personel, sementara ST/1585/VII/KEP 2026 memuat 27 nama
Penyesuaian jabatan dimaksudkan untuk menyegarkan organisasi, membina karier, dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas di berbagai fungsi intelijen serta hubungan internasional. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir menegaskan rotasi sebagai bagian dari siklus pembinaan normal.
Dua surat keputusan bawa 25 pejabat bergeser
Surat pertama berlabel ST/1584/VII/KEP 2026 mencakup 119 personel, sementara ST/1585/VII/KEP 2026 memuat 27 nama. Kedua dokumen digedok Irjen Pol Anwar. Dari total itu, seperempatnya menempati posisi pangkat brigadir jenderal polisi yang tersebar di Baintelkam, Divhubinter, dan staf utama operasional.
Optimaise News mencatat pergeseran tersebut tidak hanya vertikal. Beberapa perwira pindah lateral agar rantai komando intelijen dan kerja sama lintas negara tetap ramping. Rotasi juga menyentuh pejabat yang mendekati masa pensiun agar proses alih tugas berjalan tertib.
Nama-nama kunci di Baintelkam dan Divhubinter
Brigjen Pol Wawan Muliawan meninggalkan kursi Dirkamsus Baintelkam dan naik sebagai Wakabaintelkam Polri. Kursi Dirkamsus kemudian diisi Brigjen Pol Antonius Dwi Hendro Sunarko yang sebelumnya menjabat Karo Analis di unit yang sama. Celah Karo Analis diisi Brigjen Pol Bayu Aji, mantan Agen Intelijen tingkat II.
Brigjen Pol Asep Ruswanda mendapat kenaikan dari Agen Intelijen tingkat II menjadi Agen Intelijen tingkat I Baintelkam. Di jalur hubungan internasional, Brigjen Pol Untung Widyatmoko dipromosikan dari Ses NCB Interpol Divhubinter menjadi Kadiv Hubinter Polri. Posisi sekretaris NCB Interpol digantikan pejabat lain, sementara Brigjen Pol Dani Hamdani digeser dari peran yang sama.
Brigjen Pol Puji Santosa dialihkan ke Pati Stamaops Polri seiring persiapan purna tugas. Pola ini menjaga kontinuitas dokumen operasional tanpa mengganggu ritme kerja harian di lapangan.
Makna rotasi bagi karier pangkat brigadir jenderal polisi
Setiap pergeseran jabatan di level pangkat brigadir jenderal polisi membawa sinyal soal kebutuhan kompetensi di era ancaman hybrid. Penempatan pejabat senior intelijen di slot analisis dan kamsus memperlihatkan prioritas pada pengolahan data serta deteksi dini. Di sisi lain, penguatan Divhubinter menandakan Polri ingin mempererat jaringan Interpol dan mitra regional.
Diskusi publik kadang menyinggung topik brigadir jenderal polisi termuda atau perbandingan gaji brigadir jenderal polisi. Namun fokus resmi mutasi Juli 2026 tetap pada penyegaran dan optimalisasi, bukan usia atau nominal penghasilan. Pejabat yang berstatus brigadir jenderal aktif di kepolisian tetap wajib menjalankan pembinaan unit di bawahnya agar target kinerja triwulan tidak retak.
Organisasi kepolisian berukuran nasional memang rentan stagnasi bila jajaran puncak terlalu lama di satu kursi. Dengan memindahkan 25 pejabat sekaligus, pimpinan pusat memberi ruang rotasi bagi perwira menengah yang menunggu pergeseran berikutnya. Mekanisme surat telegram ganda juga mempercepat administrative clearance tanpa menunggu sidang lengkap pimpinan.
Bagi masyarakat, daftar nama yang berubah di Baintelkam dan Hubinter berpotensi memengaruhi kecepatan respons isu lintas negara serta kualitas produk intelijen. Optimaise News memantau bahwa pola serupa biasanya diikuti evaluasi 90 hari untuk mengukur apakah output unit meningkat setelah pejabat baru duduk.
Secara keseluruhan, mutasi akhir Juli 2026 menegaskan bahwa jajaran brigadir jenderal polisi tetap menjadi tulang punggung pembinaan operasional. Setiap pejabat yang digeser membawa mandat yang sama: menjaga stabilitas internal sambil menyesuaikan diri dengan ancaman baru. Proses ini akan berlanjut seiring kalender pembinaan karier Polri sepanjang sisa tahun.







