Malang, Optimaise News – AKBP Rulian Syauri baru menjabat Kapolres Malang langsung menempuh langkah perdana yang tegas. Ia merajut fondasi Criminal Justice System lewat silaturahmi tatap muka ke pengadilan dan kejaksaan. Tujuannya jelas: jaga kamtibmas tetap terkendali sejak hari-hari awal.
Inti artikel
- AKBP Rulian Syauri baru menjabat Kapolres Malang langsung menempuh langkah perdana yang tegas
- Ia merajut fondasi Criminal Justice System lewat silaturahmi tatap muka ke pengadilan dan kejaksaan
- Tujuannya jelas: jaga kamtibmas tetap terkendali sejak hari-hari awal
Pada 30 Juli 2026 ia boyong pejabat utama beserta kepala satuan operasional Polres Malang. Kunjungan itu bukan sekadar basa-basi. Ia sekaligus memperkenalkan diri dan membuka saluran komunikasi lintas aparat penegak hukum.
Kunjungan Perdana ke PN Kepanjen dan Pertemuan dengan Ketua Pengadilan
Rombongan pertama mendarat di Pengadilan Negeri Kepanjen. Kantor yang berlokasi di Jalan Panji itu menjadi titik awal silaturahmi. Ketua PN Kepanjen Dr. Arizal Anwar menyambut langsung Kapolres baru beserta jajarannya.
Pertemuan berlangsung hangat dan substansial. Kedua belah pihak membahas pentingnya koordinasi agar proses hukum berjalan lancar. Rulian menekankan bahwa pejabat baru wajib membangun komunikasi sejak dini agar sinergi tidak macet di tengah jalan.
Kehadiran para kepala satuan operasional memperkuat kesan bahwa Polres Malang serius. Mereka datang lengkap untuk menunjukkan kesiapan mendukung setiap tahapan peradilan. Suasana di PN Kepanjen terasa produktif tanpa basa-basi bertele-tele.
Lanjutan Silaturahmi di Kantor Kejari Kabupaten Malang

Usai meninggalkan PN Kepanjen, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang. Lokasinya di Jalan J.A. Suprapto Kepanjen. Kajari Dr. Fahmi menyambut kedatangan Kapolres dan pejabat utama Polres Malang dengan antusias.
Diskusi di Kejari fokus pada penegakan hukum yang solid. Rulian menyampaikan niatnya menjaga alur koordinasi dari penyidikan hingga penuntutan. Dr. Fahmi merespons positif dan menegaskan kesiapan Kejari mendukung setiap inisiatif bersama.
Urutan kunjungan yang runtut, PN dulu baru Kejari, memberi gambaran utuh. Langkah ini memperlihatkan bahwa Kapolres baru memahami rantai Criminal Justice System secara berurutan. Kehadiran PJU dan kasat di kedua lokasi menegaskan dukungan internal yang utuh.
Alasan Kolaborasi Polisi-Pengadilan-Kejaksaan Jadi Kunci
Tiga lembaga penegak hukum harus bergerak selaras. Tanpa kolaborasi, proses hukum mudah tersendat di satu titik. Polisi menyiapkan berkas, kejaksaan menuntut, pengadilan memutus, semua harus saling mengisi.
Rulian menilai sinergitas ini mutlak agar penegakan hukum optimal. Ia tidak ingin ada celah komunikasi yang merugikan masyarakat. Kolaborasi yang erat juga mempercepat penyelesaian perkara dan memberi kepastian hukum.
Di tingkat Kabupaten Malang, pola ini menjadi fondasi. Ketika polisi, pengadilan, dan kejaksaan satu frekuensi, kamtibmas lebih mudah dikendalikan. Itulah alasan utama silaturahmi perdana digelar di dua lembaga itu.
Komitmen Jaga Komunikasi Lintas Aparat dan Elemen Masyarakat
Silaturahmi tidak berhenti di PN dan Kejari. Rulian berkomitmen menjaga komunikasi lintas aparat secara berkelanjutan. Ia juga akan merambah berbagai elemen masyarakat selama masa jabatannya.
Langkah ini penting supaya informasi dua arah tetap mengalir. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan, sementara aparat mendapat masukan langsung dari lapangan. Pola komunikasi terbuka ini diharapkan mencegah gesekan yang tidak perlu.
Dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi lokal, Polres Malang ingin memperluas jaring kamtibmas. Rencana lanjutan itu sudah masuk radar Kapolres baru sejak hari pertama.
Target Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
Semua silaturahmi dan koordinasi mengarah ke satu outcome. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Malang harus senantiasa aman, kondusif, dan terkendali. Itulah target akhir yang digarisbawahi Rulian.
Sinergitas yang dijaga terus-menerus menjadi modal utama. Ketika Criminal Justice System berjalan mulus, rasa aman masyarakat meningkat. Kejahatan bisa dicegah lebih dini dan penanganan perkara lebih cepat.
Kapolres baru menempatkan kamtibmas sebagai barometer keberhasilan. Kunjungan 30 Juli 2026 hanyalah pembuka. Ke depan ia akan terus merawat komunikasi agar fondasi yang sudah diletakkan tidak goyah.







