Kalah 4-6, Rabiot Bongkar Sikap Rekan Prancis di Miami

Usai kalah 4-6 dari Inggris di perebutan posisi tiga Piala Dunia 2026, Adrien Rabiot kecewa sikap rekan yang belum pernah ia lihat. Inggris raih podium terbaik

Author Image

Dwi

Kalah 4-6, Rabiot Bongkar Sikap Rekan Prancis di Miami

Adrien Rabiot tak hanya menyesali skor akhir 4-6. Gelandang Les Bleus menyoroti sikap sejumlah rekan yang ia akui belum pernah terlihat di babak pertama laga perebutan posisi tiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.

Inggris memastikan podium ketiga terbaik sejak 1966, sementara Prancis tertinggal total sebelum bangkit paruh kedua. Catatan Optimaise News merangkum reaksi internal itu sebagai sorotan utama usai drama 10 gol.

Drama 10 Gol di Miami: Inggris Kunci Podium, Prancis Gagal Bangkit Total

The Three Lions memimpin 4-0 sebelum jeda lewat Declan Rice (3′), tandukan Ezri Konsa (18′), lalu dua gol Bukayo Saka (37′ dan 45+1). Prancis tampil pucat sejak peluit awal.

Babak kedua sempat menghidupkan harapan. Brace Kylian Mbappe (48′ dan 66′) plus gol Bradley Barcola (55′) menipiskan jadi 3-4, tapi Inggris merespons tegas hingga skor final 6-4.

Rabiot Bongkar Sikap Internal Les Bleus yang Tak Pantas di Laga Penutup

Rabiot Bongkar Sikap Internal Les Bleus yang Tak Pantas di Laga Penutup

Kepada BeIN Sports, Rabiot menilai pembukaan laga sangat memalukan. Ia kecewa melihat perilaku beberapa pemain di pertandingan terakhir kompetisi ini.

“Kami mengawali babak pertama dengan sangat memalukan (ketinggalan 0-4),” katanya. “Saya melihat perilaku dari beberapa pemain yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini agak mengecewakan, karena ini adalah pertandingan terakhir untuk tampil bagus di kompetisi ini.”

Ia menambahkan bahwa kekalahan dari Spanyol di semifinal menyisakan banyak kekecewaan, namun pekerjaan belum selesai. “Ada banyak kekecewaan setelah kekalahan melawan Spanyol, tetapi masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan hingga akhir, dan kami tidak bisa begitu saja puas dengan permainan ceroboh seperti itu.”

Frasa prancis tampil ceroboh menjadi inti kritiknya. Tim redaksi Optimaise News mencatat penekanan itu menyasar sikap internal, bukan cuma hasil akhir.

Saka Hat-trick dan Gol Telat Bellingham Tentukan Nasib Posisi Tiga

Saka Hat-trick dan Gol Telat Bellingham Tentukan Nasib Posisi Tiga

Hat-trick Saka ditutup di menit ke-87, menjauhkan skor lagi setelah Prancis sempat mengejar. Ousmane Dembele masih menambal di menit ke-90+6.

Jude Bellingham menutup pesta di menit ke-90+8. Dua gol stoppage-time itu mengunci posisi tiga untuk Inggris dan mengubur sisa peluang Prancis.

Sejarah Berulang: Prancis Keempat Lagi, Inggris Cetak Rekor Sejak 1966

Finis keempat bagi Prancis merupakan yang kedua di Piala Dunia setelah edisi 1982. Inggris, sebaliknya, mencatat hasil terbaik sejak juara dunia 1966.

Konteks sejarah itu mempertegas rasa pahit di sisi Les Bleus. Podium tiga yang diraih Inggris jadi penutup turnamen yang jauh lebih manis.

Dari Diskusi Jeda hingga Kebanggaan Setengah Kedua yang Terlambat

Rabiot menjelaskan tim berdiskusi saat istirahat. Mereka saling yakin harus menunjukkan kebanggaan di sisa pertandingan.

“Kami berdiskusi saat jeda, kami meyakinkan diri kami harus menunjukkan kebanggaan, dan penampilan di babak kedua jauh lebih baik, karena di babak pertama, beberapa perilaku memang tidak dapat diterima,” ujarnya. Kebangkitan itu datang terlambat untuk mengubah nasib laga.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.