Jorge Messi meninggal dunia di usia 68 tahun di Rosario, Argentina, usai menjalani perawatan kesehatan yang panjang. Kepergiannya menutup kisah seorang ayah yang sempat jadi supervisor pabrik baja, lalu ikut mengantar Lionel Messi dari lingkungan kelas pekerja menuju akademi Barcelona dan panggung sepak bola dunia.
Inti artikel
- Jorge Messi meninggal dunia di usia 68 tahun di Rosario, Argentina, usai menjalani perawatan kesehatan yang panjang
- Dunia sepak bola Argentina merespons dengan penghormatan formal pekan ini
- Jorge Horacio Messi tumbuh dari latar kelas pekerja berdarah Italia-Spanyol di Rosario
Menurut rangkuman Optimaise News dari berbagai laporan, ia bukan hanya orang tua La Pulga, melainkan agen pribadi dan manajer bisnis keluarga yang mendampingi kontrak besar sampai Inter Miami. Dunia sepak bola Argentina merespons dengan penghormatan formal pekan ini.
Awal karier: dari supervisor pabrik baja ke pelatih usia muda
Jorge Horacio Messi tumbuh dari latar kelas pekerja berdarah Italia-Spanyol di Rosario. Ia pernah bekerja sebagai supervisor di pabrik baja Acindar sebelum beralih mendampingi anak-anak di lapangan.
Di klub Grandoli ia jadi pelatih usia muda. Di sanalah Lionel pertama kali menendang bola saat berusia empat tahun. Keluarga menjalani hidup sederhana. Jorge percaya bakat anaknya sejak dini dan terus menjaga ruang latihan yang aman di lingkungan setempat.
Ketika karier pesepak bola amatirnya terhenti karena wajib militer, fokusnya beralih ke pembinaan. Pilihan itu kelak menentukan arah masa depan putranya.
Barca deal legenda dan manajemen bisnis keluarga

Lionel didiagnosis gangguan hormon pertumbuhan di usia 11 tahun. Biaya pengobatan tinggi memaksa Jorge mencari klub Eropa yang sanggup menanggung pengobatan sekaligus mengembangkan bakat. Keputusan migrasi ke Barcelona lahir dari kebutuhan medis dan peluang karier.
Kesepakatan awal dengan klub Catalan ditulis di atas serbet kertas di klub tenis Barcelona, momen yang kini jadi legenda. Jorge kemudian mengelola urusan profesional, hak citra, serta bisnis keluarga lewat yayasan Leo Messi Foundation, lini pakaian, properti, dan MIM Hotels.
Anggota keluarga yang ikut dalam lingkar tersebut mencakup Rodrigo, Matías, dan María Sol. Jorge menjaga profil rendah, meski berada di pusat banyak negosiasi penting setelah sukses di Barcelona, termasuk langkah ke Paris Saint-Germain dan Inter Miami.
Peran sebagai agen yang dukung karier Lionel hingga 13 tahun
Saat Lionel berusia 13 tahun, Jorge menemani trial di La Masia. Ia bukan sekadar pengantar, melainkan pengelola kontrak dan penengah di masa-masa sulit awal. Dalam wawancara lama, Lionel pernah menceritakan tekanan di Barcelona; ayahnya bertanya apakah ia ingin pulang, dan anaknya memilih bertahan.
Jorge Horacio Messi tetap mendampingi. Ia mengatur negosiasi yang menentukan jalur karier La Pulga selama hampir dua dekade. Peran ganda sebagai ayah dan agen membuat kehilangannya terasa personal sekaligus profesional bagi Lionel.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, keluarga sempat meminta publik menghormati privasi soal kesehatan Jorge, terutama saat spekulasi muncul di sekitar Piala Dunia.
Respon pemakaman dari federasi Argentina
Federasi Sepakbola Argentina dan Liga Profesional menggelar satu menit hening sebelum setiap pertandingan pekan ini. Pemain, pelatih, dan wasit memakai ban tangan hitam sebagai tanda duka.
Bendera di fasilitas federasi dikibarkan setengah tiang hingga Jumat 14 Agustus. Presiden Claudio Tapia menyebut Jorge “melakukan segala yang benar” dan selalu hadir saat kebutuhan di puncak. Kutipan itu menegaskan posisi ayah Messi sebagai sandaran keluarga di momen-momen krusial.
Klub Leones FC yang dipimpin Matías Messi, adik Lionel, menunda pertandingan pekan ini sebagai penghormatan. Real Madrid dan sejumlah lembaga sepak bola internasional juga menyampaikan belasungkawa.
Warisan ayah yang bangun Messi dari Rosario ke dunia
Warisan Jorge Messi terletak pada keberanian merelokasi keluarga demi bakat dan kesehatan anak, kemudian membangun sistem bisnis yang menopang karier global. Dari pabrik baja di Rosario ke serbet kontrak di Barcelona, garis hidupnya menghubungkan dua dunia yang jarang bertemu.
Lionel kini menanggung duka di tengah kalender padat klub dan timnas. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah ini mengingatkan bahwa legenda besar sering dibangun oleh orang yang jarang tampil di kamera, tapi memegang setiap langkah krusial.







