John Ing, analis Maison Placements di Toronto, memproyeksikan harga emas mencapai US$6.000 per troy ounce dari level sekitar US$4.000. Proyeksi itu muncul di tengah utang federal Amerika Serikat yang sudah menyentuh US$39 triliun dengan beban bunga tahunan mendekati US$1 triliun.
Inti artikel
- John Ing, analis Maison Placements di Toronto, memproyeksikan harga emas mencapai US$6.000 per troy ounce dari level sekitar US$4.000
- Dorongan utama datang dari akumulasi agresif bank sentral dunia serta menyusutnya porsi dolar AS di cadangan devisa global
- Nilai emas telah naik sekitar 68 persen sejak 2024
Dorongan utama datang dari akumulasi agresif bank sentral dunia serta menyusutnya porsi dolar AS di cadangan devisa global. Optimaise News menyoroti bahwa pergeseran makro ini memberi konteks baru bagi investor yang rutin memantau harga emas hari ini di pasar domestik.
Lonjakan 68 Persen Sejak 2024
Nilai emas telah naik sekitar 68 persen sejak 2024. Pergerakan tersebut termasuk di antara yang paling kuat dalam periode kontemporer karena dipicu kekhawatiran fiskal di Amerika Serikat.
Investor global beralih ke aset safe haven saat biaya bunga utang AS membebani anggaran federal. Emas semakin dilirik sebagai pelindung nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian moneter.
Kenaikan ini juga mencerminkan berkurangnya kepercayaan terhadap stabilitas kebijakan fiskal AS. Banyak portofolio institusional menambah alokasi logam mulia untuk menyeimbangkan risiko.
Akumulasi Emas Bank Sentral Awal 2026

Bank-bank sentral di berbagai negara mengakuisisi 244 ton emas sepanjang kuartal pertama 2026. Mereka menambahkan 41 ton lagi pada bulan Mei.
Aksi tersebut menandai strategi diversifikasi cadangan yang semakin intensif. Negara-negara ingin mengurangi ketergantungan pada dolar AS yang porsinya di cadangan global telah turun ke 54 persen pada kuartal pertama 2025, jauh dari level 71 persen di 1999.
Total pembelian ini menambah tekanan beli di pasar spot internasional. Kepercayaan institusi moneter terhadap emas sebagai aset cadangan terus menguat seiring pelemahan dominasi greenback.
Tekanan Obligasi AS dan Relokasi Cadangan

Investor asing memegang hampir US$10 triliun dari total pasar obligasi pemerintah AS sebesar US$32 triliun. Federal Reserve dinilai sulit menopang permintaan surat utang hanya lewat ekspansi likuiditas moneter karena berisiko mendorong inflasi.
Sejumlah pemerintah merelokasi cadangan emas fisik mereka keluar dari fasilitas penyimpanan di New York dan London. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan ancaman sanksi internasional serta tekanan politik.
Jika eksposur asing terhadap obligasi AS berkurang, tekanan pada Fed akan membesar. Emas dipandang mampu mengisi peran sebagai tempat parkir dana yang lebih netral dan bebas risiko geopolitik.
Ringkasan Data Kunci Proyeksi Harga Emas
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Prediksi John Ing | US$6.000 per troy ounce |
| Level sekitar saat ini | US$4.000 per troy ounce |
| Utang federal AS | US$39 triliun |
| Biaya bunga tahunan | sekitar US$1 triliun |
| Kenaikan sejak 2024 | sekitar 68 persen |
| Pembelian bank sentral Q1 2026 | 244 ton |
| Tambahan pembelian Mei | 41 ton |
| Porsi dolar cadangan global Q1 2025 | 54 persen |
| Porsi dolar tahun 1999 | 71 persen |
| Kepemilikan asing obligasi AS | hampir US$10 triliun dari US$32 triliun |
Dampak bagi Investor di Indonesia
Bagi investor ritel di Tanah Air, proyeksi ke US$6.000 menjadi sinyal untuk meninjau alokasi portofolio. Banyak yang rutin membandingkan harga emas hari ini di berbagai platform dengan acuan harga emas pegadaian sebelum mengambil keputusan.
Optimaise News menekankan pentingnya memahami faktor makro seperti utang AS dan akumulasi bank sentral, bukan hanya fluktuasi harian. Keputusan investasi pun bisa lebih terukur untuk horizon menengah hingga panjang.
Situs pelacak harga harian seperti logammulia.com atau harga-emas.org tetap berguna untuk referensi spot. Namun sudut pandang jangka panjang dari analis seperti John Ing memberi kerangka yang lebih lengkap bagi perencanaan keuangan.







