Jannus Th Siahaan Kritik Swasembada Gula Tak Cukup Tambah Lahan

Dr Jannus Th Siahaan menilai swasembada gula sebagai persoalan struktural yang tak cukup diatasi hanya dengan tambah lahan. Optimaise News mengulas solusi.

Author Image

Dyah

– Dr Jannus Th Siahaan, doktor sosiologi Universitas Padjadjaran, menilai swasembada gula sebagai persoalan struktural yang melibatkan rantai hulu hingga hilir selama puluhan tahun. Dia menekankan bahwa isu ini tidak cukup diatasi hanya dengan menambah luas lahan atau meningkatkan produksi tebu semata.

Inti artikel

  • Dia menekankan bahwa isu ini tidak cukup diatasi hanya dengan menambah luas lahan atau meningkatkan produksi tebu semata
  • Produkswasembada gula di Indonesia menghadapi tantangan panjang yang berakar dari berbagai aspek ekonomi dan teknologi pertanian
  • Pendekatan yang pasif seringkali gagal karena kompleksitas sistem yang sudah mapan dalam waktu lama

Produkswasembada gula di Indonesia menghadapi tantangan panjang yang berakar dari berbagai aspek ekonomi dan teknologi pertanian. Pendekatan yang pasif seringkali gagal karena kompleksitas sistem yang sudah mapan dalam waktu lama.

Produktivitas dan Efisiensi Pabrik yang Rendah

Indonesia masih tertinggal dalam rata-rata produktivitas tebu dibanding negara produsen utama. Rendemen gula mengalami kemacetan karena varietas yang belum dioptimalkan serta praktik budidaya yang kurang efisien. Banyak pabrik gula berusia lebih dari seratus tahun dengan efisiensi ekstraksi rendah, sehingga sulit bersaing di pasar global.

Perusahaan perlu mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif agar tetap viable. Hal ini mencakup investasi besar mulai dari pembukaan lahan baru hingga modernisasi sistem pasokan.

Rencana Perbaikan yang Diajukan Jannus

Jannus menyarankan langkah pertama melalui reformasi agronomi berbasis riset. Percepatan replanting varietas unggul, mekanisasi panen, serta precision farming menjadi prioritas utama. Investasi besar pada riset dan pembangunan infrastruktur akan membantu meningkatkan kualitas dan volume.

Langkah kedua adalah revitalisasi total pabrik gula. Pendekatan ini menargetkan perbaikan infrastruktur lama agar lebih efisien dan mampu memproses lebih banyak tebu dengan hasil lebih baik.

Langkah ketiga menuntut konsolidasi lahan dan kelembagaan petani. Fragmentasi lahan saat ini menghambat peningkatan skala ekonomi, sehingga integrasi petani menjadi kunci keberhasilan program ini.

Tanpa langkah komprehensif tersebut, swasembada gula hanya menjadi jargon berulang tanpa dampak nyata. Rekonstruksi ekosistem industri gula secara menyeluruh diperlukan agar program ini mencapai hasil maksimal.

Implikasi Kebijakan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian mewajibkan industri gula rafinasi untuk menanam tebu di lahan mereka. Jannus Th Siahaan menilai langkah tersebut bermasalah karena bersifat dari desain kelembagaan yang kurang tepat. Pendekatan ini berpotensi menciptakan inefisiensi jika tidak diimbangi reformasi struktural yang lebih luas.

Perusahaan harus menanggung investasi besar mulai dari pembukaan lahan hingga modernisasi pabrik. Skema insentif fiskal atau pembiayaan murah berperan sebagai penjamin pasar sekaligus penyedia teknologi bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

FAQ
Apa yang membuat swasembada gula bersifat struktural?
Jawaban: Isu ini mencakup hulu-hilir selama puluhan tahun, sehingga membutuhkan pendekatan holistik.
Mengapa hanya tambah lahan tidak cukup?
Jawaban: Produktivitas dan efisiensi industri masih rendah, perlu perbaikan varietas serta mekanisasi.
Apa yang direkomendasikan Jannus untuk pabrik gula?
Jawaban: Revitalisasi total dan konsolidasi lahan agar skala ekonomi meningkat.
Bagaimana dampaknya bagi UMKM gula?
Jawaban: Pendekatan yang tepat akan meningkatkan akses pasar dan mengurangi ketergantungan impor.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.