Jaksa Agung Burhanuddin Lantik 15 Kajati di Jakarta 2026

Jaksa Agung Burhanuddin melantik 15 Kajati dan pejabat eselon II Kejagung di Jakarta pada 11 Agustus 2026. Simak daftar lengkap pelantikan berita terbaru ini.

Author Image

Adel

Jaksa Agung Burhanuddin Lantik 15 Kajati di Jakarta 2026

Jaksa Agung Burhanuddin Langsung Lantik Pejabat Baru Kejagung

– Jaksa Agung Burhanuddin melantik 15 Kepala Kejaksaan Tinggi serta beberapa pejabat eselon II Kejagung pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Jakarta. Pelantikan ini jadi bagian penting dari pembinaan organisasi Kejaksaan Agung RI yang lebih kuat untuk mendukung penegakan hukum secara nasional. Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga integritas serta koordinasi antar daerah guna memperkuat struktur kejaksaan.

Inti artikel

  • Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga integritas serta koordinasi antar daerah guna memperkuat struktur kejaksaan
  • Siswanto dilantik sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer sementara Supardi terpilih sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset
  • Seluruh pelantikan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penanganan kasus korupsi di berbagai daerah dengan pendekatan yang lebih terbuka

Siswanto dilantik sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer sementara Supardi terpilih sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset. Lantikan ini mencakup empat Kajati yang bertanggung jawab atas wilayah-wilayah strategis termasuk Kalimantan Tengah dengan Hendrizal Husin, Sulawesi Selatan oleh Muhammad Syarifuddin serta Daerah Khusus Jakarta yang kini dipegang Sutikno.

Daftar Lebih Lengkap Pejabat yang Dilantik Burhanuddin

Pejabat lain yang turut dilantik antara lain Nurcahyo Jungkung Madyo sebagai Kajati Sumatera Selatan, I Putu Gede Astawa untuk Kajati Papua Barat, Chatarina Muliana yang dipercaya untuk Kajati Kalimantan Timur, Herry Hermanus Horo sebagai Kajati Banten serta Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kajati Maluku Utara. Seluruh pelantikan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penanganan kasus korupsi di berbagai daerah dengan pendekatan yang lebih terbuka.

Jaksa Agung sekarang terlihat fokus pada penguatan Koordinasi Pimpinan Daerah agar setiap Kajati dapat bertindak mandiri tanpa bergantung terlalu banyak pada pimpinan pusat. Kejaksaan Agung RI juga diminta memperbaiki citra publik melalui lebih tegas menangani pelanggaran yang melibatkan pejabat negara. Pelantikan ini sejalan dengan kebijakan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum yang selama ini dianggap kurang responsif.

Impak Pelantikan terhadap Penanganan Korupsi di Daerah

Kajati dan pejabat struktural baru ini diharapkan turut berkontribusi dalam menangani perkara korupsi secara lebih profesional dengan membangun koordinasi yang lebih baik antar forum pimpinan daerah. Pada saat toeng market jaksa agung suprapto masih banyak menjadi sorotan publik, pelantikan kali ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen Burhanuddin dalam memimpin Kejaksaan Agung RI dengan karir yang sudah lama menantang tantangan korupsi dan pemalsuan dokumen.

Burhanuddin menegaskan bahwa setiap Kajati harus siap menangani kasus besar seperti yang menimpa mantan pejabat seperti pada era sebelumnya. Pelantikan tersebut juga menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi internal melalui program pendidikan berkala yang dipimpin oleh kepala pusat pelatihan. Melalui langkah ini, Kejaksaan Agung RI diharapkan mampu kembali menjadi bintang penegakan hukum nasional yang tepercaya.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.