Serang, Optimaise News – Inter Milan mengalahkan Juventus 2-1 dalam uji coba pramusim di Perth Stadium, Australia, Sabtu 8 Agustus 2026. Gol Federico Dimarco di menit 20 dan Andy Diouf di menit 62 memastikan kemenangan Nerazzurri meski Francisco Conceicao mencetak gol penyeimbang Juventus di menit 85.
Inti artikel
- Inter Milan mengalahkan Juventus 2-1 dalam uji coba pramusim di Perth Stadium, Australia, Sabtu 8 Agustus 2026
- Pertandingan ini menjadi kekalahan pramusim pertama Juventus di bawah pelatih Luciano Spalletti
- Optimaise News merangkum jalannya laga, momen krusial, serta konteks persiapan kedua tim sebelum musim kompetitif
Pertandingan ini menjadi kekalahan pramusim pertama Juventus di bawah pelatih Luciano Spalletti. Optimaise News merangkum jalannya laga, momen krusial, serta konteks persiapan kedua tim sebelum musim kompetitif.
Jalannya Laga Inter Milan vs Juventus di Perth Stadium
Inter Milan langsung menekan sejak kick-off. Nicolo Barella melencengkan peluang di menit ke-11 setelah menguasai bola di area penalti. Tekanan berlanjut hingga menit 20 ketika Federico Dimarco menerima umpan Ange-Yoan Bonny dan menembus gawang Michele di Gregorio.
Juventus berusaha merespons. Weston McKennie mengancam gawang Inter di menit 28 namun tendangannya melenceng. Hakan Calhanoglu dan Henrikh Mkhitaryan kemudian menciptakan peluang on target bagi Inter di babak pertama. Di Gregorio berhasil menjaga gawangnya di tengah tekanan konstan dari lini serang Milan.
Babak kedua membawa perubahan tempo. Inter menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat Andy Diouf di menit 62. Gol tersebut memperkuat kendali Inter atas tempo pertandingan. Juventus merespons dengan memasukkan Randal Kolo Muani dan Kerim Alajbegovic untuk menambah daya serang di babak kedua.
Usaha balasan Juventus membuahkan hasil di menit 85. Francisco Conceicao mencetak gol yang mengurangi ketertinggalan menjadi 1-2. Gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Laga berakhir 2-1 untuk Inter Milan di Perth Stadium.
Peluang Emas dan Penyelamatan di Gawang Juventus

Michele di Gregorio menjadi sosok penting bagi Juventus. Ia menghadapi sejumlah peluang Inter di babak pertama, termasuk tembakan on target dari Calhanoglu dan Mkhitaryan. Kehadirannya di bawah mistar menjaga skor tidak lebih lebar sebelum istirahat.
Sisi Inter juga memiliki momen yang terlewatkan. Peluang Barella di menit 11 menjadi contoh bagaimana Inter hampir memperbesar keunggulan lebih awal. Umpan Bonny kepada Dimarco terbukti lebih fatal bagi lini belakang Bianconeri. Struktur serangan Inter terlihat lebih rapi dibandingkan pembukaan laga Juventus.
McKennie sempat mengancam di menit 28. Peluang tersebut melenceng dan menjadi peluang terbaik Juventus di babak pertama. Perubahan formasi lewat masuknya Kolo Muani dan Alajbegovic di babak kedua memberikan ancaman lebih nyata. Gol Conceicao di menit 85 menjadi bukti bahwa Juventus masih mampu merepotkan di sisa waktu.
Arti Kekalahan Pertama Spalletti bagi Persiapan Juventus
Hasil 2-1 menandai kekalahan pramusim pertama Juventus di era Luciano Spalletti. Laga di Australia menjadi ujian nyata bagi rotasi pemain dan pola build-up yang sedang digodok. Spalletti dapat mengevaluasi ketahanan lini tengah dan respons setelah tertinggal dua gol.
Bagi Inter, kemenangan ini memberi catatan positif menjelang musim. Dimarco dan Diouf menunjukkan ketajaman finishing. Kombinasi Bonny-Dimarco terbukti efektif menciptakan peluang dari build-up. Optimaise News mencatat bahwa kedua tim masih dalam fase penyesuaian pramusim, sehingga fokus utama tetap pada kondisi fisik dan kohesi skuat.
Perth Stadium menjadi venue netral yang memberi pengalaman kompetitif tanpa tekanan liga domestik. Skor ketat 2-1 mencerminkan intensitas yang cukup tinggi untuk laga persahabatan. Kedua klub dapat mengambil pelajaran dari momen transisi dan set-piece yang muncul sepanjang 90 menit.







