Jakarta, Optimaise News – Jamie Carragher mengingatkan Fans Merseyside agar waspada: strategi bursa transfer Liverpool di era Andoni Iraola bisa terpeleset ke pola belanja glamor. Ia memuji Manchester United yang mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans total tak lebih dari 85 juta poundsterling, lalu mengekspresikan kekhawatiran serupa terhadap klub lamanya.
Inti artikel
- Fokusnya pada target sayap Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dan bayangan belanja musim lalu yang menurutnya terasa ala Real Madrid
- Musim 2026/2027 menandai babak baru Liverpool bersama pelatih Andoni Iraola
- Skuad Merseyside sedang mencari sayap segar setelah Mohamed Salah meninggalkan Anfield usai sembilan tahun penuh rekor dan trofi
Fokusnya pada target sayap Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dan bayangan belanja musim lalu yang menurutnya terasa ala Real Madrid. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, prediksi gelar juara Premier League 2026/2027 dari Carragher juga mencoret Liverpool dan United, tinggal Arsenal atau Manchester City.
Era Iraola dan kebutuhan sayap usai kepergian Salah
Musim 2026/2027 menandai babak baru Liverpool bersama pelatih Andoni Iraola. Skuad Merseyside sedang mencari sayap segar setelah Mohamed Salah meninggalkan Anfield usai sembilan tahun penuh rekor dan trofi.
Kebutuhan itu masuk akal. Namun, cara mengisinya yang memicu komentar keras legenda bek itu. Carragher menilai warisan Salah di Premier League bahkan lebih besar dari Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney, dengan hanya Thierry Henry yang masih di atasnya berkat konsistensi gol dan asis musim demi musim.
Dalam pandangan itu, daftar nama besar lain seperti Eden Hazard, Gianfranco Zola, Dennis Bergkamp, atau Eric Cantona kalah stabil dibanding pemain Mesir itu. Hilangnya Produktivitas Salah justru memperkuat tekanan agar pengganti benar-benar setara, bukan sekadar label.
Link Barcola dari PSG: harga mahal vs nama besar
Nama yang paling sering muncul saat ini adalah Bradley Barcola. Pemain sayap Paris Saint-Germain dikaitkan kuat dengan Liverpool, sementara Les Parisiens dikenal tidak melepas aset andalan dengan harga murah.
Di sinilah kontrasnya terang. Target mahal Barcola, ditambah bayangan striker lain seharga puluhan juta, berdiri berseberangan dengan total belanja United yang ditekan di bawah 85 juta pound untuk dua pemain sekaligus. Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa tekanan nama besar di bursa ini justru menjadi inti kekhawatiran Carragher.
Pujian Carragher untuk transfer cermat United
Di podcast Football Ramble, seperti dilaporkan Mirror, Carragher secara eksplisit memuji Setan Merah. Menurutnya, United musim panas ini tidak lagi terobsesi mengejar bintang-bintang berlabel glamor yang dulu sering jadi pola mereka.
Ia membandingkan secara terbuka: hal yang ia sukai dari United justru membuatnya cemas terhadap klub yang pernah dibelanya ratusan laga. Andrey Santos dan Youri Tielemans menjadi contoh strategi harga terkendali, bukan spektakel biro berita.
Kutipan podcast: bandingan belanja musim lalu Wirtz-Isak-Ekitike
“Hal yang mungkin saya sukai dari United musim panas ini adalah, rasanya selama bertahun-tahun mereka selalu terobsesi dengan nama-nama besar, dan saya sedikit khawatir klub saya sendiri juga melakukan hal itu,” kata Carragher.
Ia melanjutkan penilaian terhadap belanja Liverpool musim sebelumnya. “Apa yang kami lakukan musim panas lalu-dan saya sudah pernah mengatakan ini, serta saya tidak begitu menyukainya-terasa seperti belanja musim panas ala Real Madrid.”
“[Florian] Wirtz, [Alexander] Isak, kita akan mendatangkan [Hugo] Ekitike, striker lain seharga £80 juta padahal kita sudah punya satu seharga £125 juta. Musim panas ini semuanya tentang Barcola,” tambahnya. Angka dan nama itu menempatkan Barcola sebagai simbol lanjutan pola yang ia kritisi.
Implikasi prediksi Carragher soal kesiapan gelar Liverpool
Kekhawatiran transfer itu menyambung langsung ke prediksinya soal juara Premier League 2026/2027. Carragher hanya melihat Arsenal atau Manchester City yang realistis meraih trofi, meski bursa masih tersisa sekitar sebulan.
Ia menjatuhkan pilihan favorit ke City. Alasan utamanya, skuad itu masih kompetitif musim lalu meski Pep Guardiola sudah pergi, dan pelatih baru Enzo Maresca dinilai tahu apa yang dilakukannya setelah penampilan menghadapi Liverpool ketika masih di Chelsea. Masa depan Rodri menjadi faktor besar: jika gelandang itu pindah ke Real Madrid, City bisa turun dari posisi favorit.
Untuk Liverpool, penilaiannya tegas. “Saat ini saya rasa Liverpool belum memiliki modal untuk berpikir menjadi juara liga. Kita lihat saja apa yang terjadi dalam sebulan ke depan, tetapi saya rasa mereka belum berada di level itu.” Manchester United juga dicoret. “Manchester United tidak akan menjuarai liga.”
Sintesisnya untuk pembaca: jika Link Barcola dan pola nama besar berlanjut tanpa fondasi seimbang, prediksi kesiapan gelar Si Merah semakin jauh dari podium. Sebaliknya, pendekatan hemat United mendapat pujian, tetapi tetap tak cukup untuk memasukkan mereka ke perhitungan juara versi Carragher.







