Inter Milan menempatkan Cristian Romero sebagai target utama bursa transfer musim panas 2026. Klub Nerazzurri bersaing ketat dengan Barcelona untuk merekrut bek tengah Argentina rekan Lionel Messi itu dari Tottenham Hotspur. Banderol yang dipasang mencapai 50-55 juta euro atau setara Rp1,1 triliun.
Inti artikel
- Inter Milan menempatkan Cristian Romero sebagai target utama bursa transfer musim panas 2026
- Klub Nerazzurri bersaing ketat dengan Barcelona untuk merekrut bek tengah Argentina rekan Lionel Messi itu dari Tottenham Hotspur
- Banderol yang dipasang mencapai 50-55 juta euro atau setara Rp1,1 triliun
Kebutuhan mendesak muncul usai Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij hengkang. Romero ingin kembali ke Serie A meski tawaran Barcelona menggiurkan. Optimaise News memantau peluang Inter memanfaatkan nostalgia pemain tersebut di Italia.
Banderol Tottenham Capai 55 Juta Euro untuk Romero
Tottenham Hotspur tidak main-main soal harga Cristian Romero. Klub London itu memasang banderol 50 hingga 55 juta euro untuk melepaskan bek andalannya. Nilai setara Rp1,1 triliun mencerminkan statusnya sebagai regular lini belakang Argentina.
Pembeli potensial harus siap menggelontorkan dana besar agar deal selesai. Pasar transfer Eropa memang ramai isu bursa 2026. Harga tinggi memaksa Inter menyusun strategi finansial cermat sebelum mengajukan tawaran resmi.
Status juara dunia menambah bobot valuasi. Tottenham sadar pasar sedang panas sehingga mereka tak gampang menurunkan angka. Inter harus mempersiapkan paket menarik di luar gaji semata.
Inter Prioritaskan Pengganti Acerbi dan de Vrij

Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij meninggalkan Inter Milan. Situasi ini memaksa manajemen mencari bek tengah baru secepat mungkin. Cristian Romero langsung masuk daftar prioritas utama mereka.
Selain itu, Inter juga membutuhkan wing-back kanan pengganti Denzel Dumfries yang digadang hengkang. Lini belakang Nerazzurri butuh penyegaran total di dua posisi krusial. Romero dianggap cocok berkat agresivitas dan kemampuan duel yang sudah teruji internasional.
Pelatih menginginkan profil pemain yang siap main setiap minggu. Bek Argentina itu memenuhi kriteria fisik dan mental. Proses rekrutmen digarap serius agar tak kalah cepat dari kompetitor.
Nostalgia Serie A Jadi Senjata Inter Lawan Barcelona

Cristian Romero pernah membela Genoa di Serie A pada musim 2018-2019. Pengalaman singkat itu membuatnya rindu kembali ke Italia. Inter Milan memanfaatkan keinginan tersebut sebagai senjata utama lawan Barcelona.
Persaingan dengan raksasa Spanyol tidak mudah. Nostalgia liga Italia bisa jadi penentu pilihan final Romero. Inter berharap kedekatan emosional memberi keunggulan di meja perundingan.
Barcelona menawarkan prestise Champions League dan proyek jangka panjang. Namun Romero dinilai lebih nyaman di lingkungan Serie A yang sudah ia kenal. Faktor keluarga dan gaya hidup juga dipertimbangkan serius.
Jejak Gol Romero ke Gawang Timnas Indonesia
Cristian Romero pernah mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia. Momen itu terjadi saat Argentina menghadapi Garuda dalam laga persahabatan. Gol tersebut jadi kenangan pahit bagi fans tanah air tapi menaikkan profil pemain.
Pernah Bobol Timnas Indonesia, Inter Milan Bersaing dengan Barcelona demi mendapatkan jasanya. Jejak itu mengingatkan penggemar bola lokal pada kehebatan bek kelahiran Cordoba. Kini ia jadi incaran dua klub raksasa Eropa sekaligus.
Gol lawan Indonesia bukan satu-satunya sorotan. Romero juga kerap mencetak gol dari set-piece di level klub. Kemampuan menyerang dari lini belakang menambah daya tarik di mata scouting Inter.
Performa Piala Dunia 2022 yang Angkat Nilai Jualnya
Romero menjadi bagian penting skuad Argentina juara Piala Dunia 2022. Ia tampil reguler di lini belakang Albiceleste bersama bintang lain. Performa solid di turnamen puncak itu mengerek nilai jualnya tajam di pasar.
Status juara dunia plus runner-up di kompetisi tahun ini membuat Tottenham pasang harga premium. Klub yang ingin memperkuat defense melihatnya sebagai investasi jangka panjang. Inter yakin Romero masih di puncak karier dan siap berkontribusi segera.
Pengalaman turnamen besar membentuk mental juara. Ia terbiasa tekanan tinggi dan duel fisik intens. Kualitas itu yang dicari Inter untuk mengamankan gelar domestik dan Eropa ke depan.







