Manchester City memasang harga jual agresif untuk Rodri sebesar 100 juta euro. Nilai itu setara sekitar Rp2 triliun dan dua kali lipat dari nilai pasar pemain yang kini sekitar 55 juta euro.
Inti artikel
- Manchester City memasang harga jual agresif untuk Rodri sebesar 100 juta euro
- Nilai itu setara sekitar Rp2 triliun dan dua kali lipat dari nilai pasar pemain yang kini sekitar 55 juta euro
- Minat Real Madrid sempat meredup karena cedera ACL dan usia 30 tahun
Minat Real Madrid sempat meredup karena cedera ACL dan usia 30 tahun. Namun minat itu bangkit lagi usai Rodri membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Optimaise News menilai harga tinggi tersebut sebagai gertakan agar City tetap menguasai lini tengah.
Harga yang Dipasang City: 100 Juta Euro Kontra Nilai Pasar
Man City menetapkan harga untuk penjualan Rodri ke Real Madrid mulai 100 juta euro. Angka itu kontras tajam dengan valuasi pasar terkini yang hanya separuhnya, sekitar 55 juta euro. Perbedaan mencolok ini memberi gambaran utuh soal posisi tawar City.
Harga minta dua kali lipat terasa seperti sinyal tegas. City seolah bilang mereka tak akan murah-murahan melepaskan gelandang andalan meski tawaran datang. Spekulasi gertakan menguat karena kebutuhan skuat di lini tengah masih tinggi.
Bandingkan dengan dulu saat Man City Resmi Tebus Rodri Rp1,1 Triliun dari Atletico Madrid. Investasi itu sudah terbayar lewat gelar-gelar yang diraih bersama. Kini mereka jaga aset itu dengan valuasi tinggi.
Minat Madrid yang Sempat Meredup Kini Tumbuh Lagi

Real Madrid sempat meredam minat pada Rodri. Cedera ACL di September 2024 plus usia yang menginjak 30 tahun jadi pertimbangan utama. Mereka lebih pilih opsi hemat dulu.
Penampilan di Piala Dunia 2026 mengubah peta sepenuhnya. Rodri tampil memukau dan bantu Spanyol meraih gelar juara dunia. Minat yang redup kini tumbuh lagi di markas Los Blancos.
Real Madrid Mau Beli Rodri, tapi Tidak Sekarang sempat jadi preferensi lewat jalur free transfer 2027. Form bagus pasca-juara dunia membuka opsi beli lebih awal meski harganya mahal. Konteks naik-turun minat ini jarang digabung dalam satu narasi.
Kontrak Rodri hingga 2027 dan Alasan City Masih Memegangnya

Kontrak Rodri di Manchester City masih berlaku sampai musim panas 2027. Pemain kelahiran Madrid itu belum menandatangani perpanjangan apa pun. Status ini bikin bursa transfer musim panas 2026 tetap panas.
City dinilai masih membutuhkan Rodri di lini tengah. Harga tinggi justru melindungi posisi mereka dari godaan Real Madrid. Dia tetap tulang punggung meski pernah absen panjang karena ACL.
Sejak pindah dari Atletico pada 2019, Rodri kumpulkan banyak trofi bersama City. Kontribusi juara Piala Liga Inggris 2025-2026 memperkuat alasan klub untuk memegangnya erat. Gertakan lewat harga 100 juta euro jadi perisai alami.
Apakah Real Madrid Siap Tebus Harga Sebesar Itu?
Pertanyaan kuncinya sederhana: apakah Real Madrid siap mengeluarkan 100 juta euro sekarang? Kerangka evaluasi singkat menunjukkan angka itu berisiko untuk pemain 30 tahun pasca-cedera ACL. Nilai pasar 55 juta euro jauh lebih masuk akal bagi sisi pembeli.
Madrid bisa menunggu kontrak habis agar dapat gratis di 2027. Strategi itu lebih hemat dan sesuai pola mereka selama ini. Namun form juara dunia bikin perhitungan berubah jika mereka ingin segera perkuat skuat.
Gertakan City membuat nego jadi lebih rumit. Mereka tak ingin kehilangan gelandang berkualitas tanpa imbalan layak. Kalau serius, Real harus siapkan dana besar atau cari kompromi harga di tengah jalan.
Performa Piala Dunia yang Mengubah Perhitungan Transfer
Penampilan Rodri di Piala Dunia 2026 dinilai memukau oleh banyak pihak. Dia jadi salah satu kunci Spanyol juara dunia. Momen itu langsung mengangkat kembali valuasinya di bursa.
Dari absen panjang karena ACL ke puncak performa internasional, Rodri buktikan dirinya masih layak harga tinggi. City manfaatkan momentum juara itu dengan memasang angka agresif. Perhitungan transfer berubah total setelah turnamen berakhir.
Minat yang bangkit bikin bursa musim panas 2026 menarik diikuti. Gelandang berusia 30 tahun itu kembali jadi topik utama di antara dua raksasa Eropa. City memegang kendali lewat harga yang dipasang.







