Inflow ETF Bitcoin & Juta Tahan Harga Raih US$853 Juta

Bitcoin turun 0,11% ke US$64.848 Senin 10 Agustus 2026. Inflow ETF spot AS US$853,54 juta, IBIT BlackRock US$693 juta, sinyal institusi kembali.

Author Image

Dyah

Inflow ETF Bitcoin & Juta Tahan Harga Raih US$853 Juta

– Pada Senin 10 Agustus 2026, Bitcoin turun 0,11 persen ke US$ 64.848 per koin sementara arus masuk ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencapai US$ 853,54 juta dalam sepekan hingga 7 Agustus. Lonjakan dana itu merupakan yang terbesar sejak pertengahan April dan menjadi sinyal institusi mulai kembali masuk setelah tekanan jual paruh pertama tahun.

Inti artikel

  • Kapitalisasi pasar kripto global justru naik tipis 0,04 persen menjadi US$ 2,21 triliun
  • Data menunjukkan inflow mingguan ETF Bitcoin spot AS menembus US$ 853,54 juta
  • ETF IBIT milik BlackRock menyumbang porsi terbesar, sekitar US$ 693 juta dari total tersebut

Kapitalisasi pasar kripto global justru naik tipis 0,04 persen menjadi US$ 2,21 triliun. Di tengah sentimen makro yang kurang bersahabat, Bitcoin relatif lebih kuat dibanding mayoritas aset digital lain, termasuk Ethereum yang melemah 0,41 persen ke US$ 1.908.

Arus Dana ETF Spot AS Kembali Menguat

Data menunjukkan inflow mingguan ETF Bitcoin spot AS menembus US$ 853,54 juta. ETF IBIT milik BlackRock menyumbang porsi terbesar, sekitar US$ 693 juta dari total tersebut. Angka ini dikonfirmasi sebagai rekor mingguan terbesar sejak pertengahan April menurut ringkasan CoinDesk.

SoSoValue menilai lonjakan arus masuk sebagai indikasi awal bahwa investor institusi mulai kembali berani menempatkan dana. Setelah tekanan jual di paruh pertama 2026, pola pembelian lewat kendaraan ETF dipandang lebih terukur daripada spekulasi ritel semata. Bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia yang memantau aset digital sebagai diversifikasi, sinyal institusi ini sering jadi penanda sentimen jangka menengah.

Definisi inflow di sini merujuk pada arus dana bersih yang masuk ke produk ETF Bitcoin spot di bursa AS. Ketika volume pembelian ETF meningkat signifikan, biasanya permintaan di pasar spot ikut terdongkrak meski harga harian bisa tetap bergerak sempit.

Perbandingan Harga Aset dan Indeks Utama

Perbandingan Harga Aset dan Indeks Utama
Ilustrasi Perbandingan Harga Aset dan Indeks Utama.

Ethereum turun 0,41 persen ke US$ 1.908, sedangkan Binance Coin justru menguat 0,28 persen ke US$ 603. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan 20 aset kripto terbesar melemah 0,17 persen. Pola ini menegaskan bahwa Bitcoin bertahan relatif lebih baik di tengah pelemahan pasar yang lebih luas.

Aset / Indikator Perubahan Level / Nilai
Bitcoin (BTC) -0,11% US$ 64.848
Ethereum (ETH) -0,41% US$ 1.908
Binance Coin (BNB) +0,28% US$ 603
Kapitalisasi pasar global +0,04% US$ 2,21 triliun
Indeks CoinDesk 20 -0,17% Melemah
Inflow ETF Bitcoin spot AS (1 minggu) , US$ 853,54 juta
Kontribusi IBIT BlackRock , sekitar US$ 693 juta

Optimaise News mencatat bahwa Bitcoin sempat menyentuh US$ 65.100 sebelum kembali bertahan di zona sekitar US$ 64.000. Pergerakan tersebut terjadi meski ada kabar peretasan perangkat Coldcard senilai jutaan dolar serta naiknya yield obligasi pemerintah Amerika Serikat yang biasanya menekan selera risiko.

Dampak Praktis bagi Pemantau Pasar di Indonesia

Bagi UMKM dan investor ritel lokal yang memantau kripto sebagai pelengkap portofolio, fokus pada arus ETF lebih relevan daripada fluktuasi harian satu persen. Inflow besar dari institusi sering mendahului stabilisasi harga atau setidaknya membatasi penurunan tajam. Saat yield obligasi AS naik, aset berisiko biasanya tertekan, namun pembelian lewat IBIT dan rekan-rekannya memberi bantalan permintaan.

Harga Bitcoin yang hanya turun tipis di sesi Senin justru menunjukkan ketahanan relatif. Bandingkan dengan pelemahan Ethereum dan indeks CoinDesk 20 yang lebih dalam. Pelaku usaha yang biasa menghitung biaya operasional dalam dollar AS dapat memanfaatkan momen flat harga untuk merapikan alokasi tanpa terburu-buru chasing breakout.

Sentimen negatif makro, termasuk tekanan yield, belum sepenuhnya meredup. Namun data SoSoValue memberikan petunjuk bahwa institusi mulai menguji kembali posisi setelah aksi jual di semester pertama. Bagi pembaca Optimaise News di tanah air, kombinasi inflow ETF besar dan penurunan harga yang sangat tipis bisa dibaca sebagai fase konsolidasi sehat, bukan panik jual massal.

Ringkasan Gerak BTC di Tengah Tekanan Makro

Bitcoin mampu bertahan di kisaran US$ 64.000 dan sempat menguji US$ 65.100. Dua faktor yang biasanya menekan selera spekulasi, yakni kasus peretasan Coldcard dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, tidak mampu memaksa koreksi tajam pada Senin. Kekuatan relatif ini membedakan BTC dari mayoritas altcoin yang lebih volatil.

Pasar global tetap mencatat kapitalisasi US$ 2,21 triliun dengan kenaikan tipis. Artinya, aliran uang tidak keluar total dari ekosistem. ETF spot menjadi saluran utama yang menyerap minat institusi tanpa harus menahan koin di bursa retail. Pola ini cenderung lebih transparan dan mudah dilacak setiap minggu.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah inflow di atas US$ 800 juta dapat berulang. Jika berlanjut, level di sekitar US$ 64.000 berpotensi menjadi pijakan sementara. Sebaliknya, bila yield obligasi AS terus naik agresif, daya tahan harga bisa diuji ulang. Untuk saat ini, data mingguan hingga 7 Agustus 2026 memberikan kerangka yang jelas: dana institusi kembali bergerak, sementara harga Bitcoin hanya goyah tipis.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.