Sidoarjo, Optimaise News – PT Avia Avian Tbk atau Avian Brands mengukuhkan tata kelola perusahaan lewat Program Kepatuhan Persaingan Usaha yang digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Ketua KPPU Gopprera Panggabean memimpin langsung sesi sosialisasi dan penyuluhan pada 3, 4 Agustus 2026 di fasilitas Avian Innovation Center, Sidoarjo, Jawa Timur.
Inti artikel
- Komisaris Utama Hermanto Tanoko beserta jajaran manajemen ikut hadir menandai komitmen level tertinggi perusahaan cat dan bangunan tersebut
- Kegiatan di AIC dirancang untuk memperkokoh pemahaman internal soal aturan main pasar yang adil
- Program ini bukan sekadar formalitas tahunan
Hadir mendampingi Mohammad Reza selaku anggota KPPU, Sekretaris Jenderal Lukman Sungkar, Deputi Bidang Kajian dan Advokasi Taufik Ariyanto, serta Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan M. Zulfirmansyah. Komisaris Utama Hermanto Tanoko beserta jajaran manajemen ikut hadir menandai komitmen level tertinggi perusahaan cat dan bangunan tersebut.
Sesi Kepatuhan di Pusat Inovasi Sidoarjo
Kegiatan di AIC dirancang untuk memperkokoh pemahaman internal soal aturan main pasar yang adil. Optimaise News mencatat bahwa kehadiran pimpinan puncak KPPU memberi bobot resmi bagi materi yang disampaikan kepada karyawan dan jajaran manajerial Avian Brands.
Program ini bukan sekadar formalitas tahunan. Tim advokasi KPPU memaparkan kerangka kepatuhan agar setiap keputusan bisnis sejalan dengan kaidah yang mencegah praktik monopolistik maupun kartel. Peserta mendapat ruang tanya jawab seputar operasional sehari-hari di industri material bangunan.
Bagi pelaku UMKM pemasok atau mitra ritel, gelaran semacam ini menjadi sinyal bahwa perusahaan besar rantai pasok cat mulai mensyaratkan integritas yang sama. Rantai pasokan yang patuh cenderung lebih stabil dan minim risiko investigasi.
Pesan Hermanto Tanoko soal Budaya Internal
Hermanto Tanoko menekankan bahwa penguatan budaya kepatuhan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan. Ia menekankan kepatuhan sebagai bagian integral tata kelola sekaligus cara menjalankan usaha secara bertanggung jawab.
Menurutnya, seluruh organisasi perlu menaikkan pemahaman dan kesadaran terkait integritas serta prinsip persaingan yang adil. Kutipan ini menjadi acuan internal agar praktik harian, mulai dari penetapan harga hingga seleksi mitra, tidak melanggar koridor hukum persaingan.
Pernyataan tersebut menempatkan GCG tidak hanya di papan kebijakan, melainkan di tingkat operasional. Karyawan yang memahami batasan kompetisi sehat lebih siap menolak pressure jangka pendek yang berisiko sanksi.
Manfaat Nyata bagi Mitra dan UMKM
Avian Brands Perkuat Penerapan GCG melalui partisipasi aktif di program KPPU, sekaligus membuka ruang edukasi ke rantai mitra. Ketika produsen besar transparan soal compliance, pemasok kecil mendapat standar yang jelas tanpa harus menebak-nebak regulasi.
UMKM di Jawa Timur khususnya dapat mencontoh model sosialisasi internal. Materi KPPU yang dibawa ke dalam perusahaan swasta biasanya mencakup deteksi dini collusion, aturan tender, dan larangan diskriminasi harga. Praktik serupa bisa diadaptasi skema lokal dengan skala lebih sederhana.
Kehadiran pejabat KPPU di lokasi pabrik dan pusat inovasi juga mengurangi jarak birokrasi. Perusahaan tidak menunggu undangan formal di Jakarta; regulator datang ke fasilitas operasional. Pola ini mempercepat transfer pengetahuan.
Langkah Berikut setelah Sesi 3, 4 Agustus
Setelah dua hari penyuluhan, tantangan terbesar adalah monitoring berkelanjutan. Hermanto mengaitkan kepatuhan dengan tanggung jawab jangka panjang terhadap seluruh pemangku kepentingan. Artinya, laporan internal dan audit pribadi harus diperkuat agar materi tidak hilang setelah sesi berakhir.
Jajaran manajemen Avian Brands diharapkan menerjemahkan prinsip tersebut ke SOP pembelian, pemasaran, dan rekrutmen distributor. Tanpa prosedur tertulis, pemahaman hanya tinggal di catatan workshop.
Bagi pembaca bisnis, inisiatif ini menunjukkan bahwa GCG di sektor manufaktur cat tidak lagi bersifat retorika. Keterlibatan langsung Ketua KPPU dan lima pejabat tinggi lainnya menandai skala keseriusan yang jarang terlihat di industri sejenis.
Optimaise News menyimpulkan bahwa partisipasi AVIA di program kepatuhan KPPU memberi contoh praktis bagaimana perusahaan terbuka bisa merajut integritas pasar sambil menjaga ekspansi. UMKM yang ingin mengamankan posisi rantai pasok sebaiknya mencermati standar baru yang kini ditanamkan di internal Avian Brands.







