Jakarta, Optimaise News – PT Niscala Energi Indonesia melalui merek iGreen+ meresmikan fasilitas SPKLU Ultra Fast Charging di kawasan kantor pusat PT Pos Indonesia (Persero), Jakarta, pada Rabu 12 Agustus 2026. Stasiun ini menjadi unit ke-17 milik iGreen+ sekaligus bagian dari kerja sama antar-BUMN yang mendorong kemandirian energi menuju target Net Zero Emission 2060.
Inti artikel
- Enam unit pengisi cepat berdaya 120 kW berstandar konektor CCS2 disiapkan untuk melayani pengguna harian di sekitar gedung Pos
- Fasilitas baru itu menghadirkan total enam unit Ultra Fast Charger arus searah berkapasitas 120 kilowatt
- Semua unit memakai konektor standar CCS2 sehingga kompatibel dengan mayoritas mobil listrik yang beredar di pasar domestik
Titik tersebut menempati area Ring 1 ibukota dan digambarkan sebagai salah satu lokasi pengisian daya kendaraan listrik berkapasitas besar di kawasan pusat bisnis tersebut. Enam unit pengisi cepat berdaya 120 kW berstandar konektor CCS2 disiapkan untuk melayani pengguna harian di sekitar gedung Pos.
Enam Pengisi 120 kW CCS2 di Gedung Pos Ring 1
Fasilitas baru itu menghadirkan total enam unit Ultra Fast Charger arus searah berkapasitas 120 kilowatt. Semua unit memakai konektor standar CCS2 sehingga kompatibel dengan mayoritas mobil listrik yang beredar di pasar domestik. Optimaise News mencatat posisi di Ring 1 memudahkan akses sopir EV yang beroperasi di kawasan elite Jakarta.
Lokasi pusat Kota memungkinkan pengisian sambil menunggu proses administratif atau rapat di gedung Pos. Kapasitas enam charger sekaligus mengurangi antrean pada jam sibuk. Desain ruang dirancang agar kendaraan dapat masuk dan keluar tanpa mengganggu lalu lintas internal kantor.
iGreen+ berperan sebagai operator premium yang mengelola 19 stasiun se-Indonesia dengan akumulasi 132 gun pengisian. Jaringan tersebar di 10 titik DKI Jakarta meliputi lima di Jakarta Selatan, dua di Jakarta Pusat, satu di Jakarta Timur, serta dua di Jakarta Barat. Sebaran luar ibukota mencakup empat stasiun Tangerang, satu di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek KM Karawang, satu di Yogyakarta, dan tiga di Bali.
Jaringan 19 Stasiun dan Lima Titik Baru Segera Online

Perluasan terus digarap. Lima stasiun tambahan sedang dipersiapkan agar segera masuk operasi komersial. Langkah ini melengkapi peta layanan yang sudah ada di Jawa dan Bali. Pengguna dapat merencanakan rute jarak jauh dengan opsi top-up daya di rest area atau kota tujuan.
Penempatan di Tangerang dan Karawang mendukung koridor barat-timur yang ramai. Sementara titik Yogyakarta dan Bali menjangkau wisatawan serta penduduk setempat yang mulai beralih ke kendaraan listrik. Total gun yang mencapai 132 unit memberi fleksibilitas jam operasi yang lebih panjang.
Dalam konteks lebih luas, pemberitaan mengenai 1.823 SPKLU Dibangun di Kantor Pos, Tersebar dari berbagai wilayah menunjukkan skala kerja sama infrastruktur pos dengan penyedia energi. Unit Ultra Fast di markas Pos ini menambah opsi cepat di tengah sejumlah stasiun yang sudah terpasang di jaringan pos nasional.
Simbol Kolaborasi BUMN dan Target 200 Titik
CEO iGreen+ Lawrence menyebut peresmian SPKLU ke-17 sebagai simbol kolaborasi lintas sektor. Ia juga memandang fasilitas tersebut sebagai hadiah kemerdekaan Indonesia. Pernyataan itu menekankan sinergi antara pelaku energi swasta, BUMN pos, dan mitra pendukung.
Lawrence menargetkan perluasan hingga 200 titik SPKLU dengan melibatkan Pos Indonesia, PLN, media, serta mitra ekosistem lain. Target tersebut diarahkan untuk mendukung Net Zero Emission 2060. Kolaborasi multi pihak diharapkan mempercepat densitas stasiun di kota besar dan koridor utama.
Posisi iGreen+ sebagai charge point operator premium memberi standar layanan yang konsisten di seluruh stasiun. Pengalaman pengguna menjadi fokus, mulai dari kecepatan pengisian hingga kenyamanan lokasi. Dengan kehadiran di markas Pos, citra infrastruktur publik ikut terangkat.
Optimaise News melihat langkah ini mempertegas peran aset BUMN dalam transisi energi. Gedung yang semula berorientasi layanan pos kini menambah fungsi pendukung mobilitas listrik. Hal tersebut sejalan dengan agenda kemandirian energi yang digaungkan pemerintah.
Ke depan, integrasi dengan sistem pemesanan dan pembayaran digital diperkirakan mempermudah akses. Pengguna dapat mengecek ketersediaan charger sebelum tiba. Sinergi data antar operator juga bisa mengurangi tumpang tindih lokasi di kota padat.
Peresmian di Jakarta Pusat memberi sinyal bahwa pusat-pusat kantor BUMN lain berpotensi mengikuti. Pola pemanfaatan lahan idle di area perkantoran bisa direplikasi. Jika pola serupa diterapkan, densitas SPKLU di Ring 1 hingga Ring 2 akan meningkat signifikan.
Secara keseluruhan, hadirnya enam charger 120 kW di markas Pos menandai progres konkret. Dari 19 stasiun yang sudah aktif menuju target 200 titik, setiap unit baru menyumbang kapasitas nyata bagi pengguna EV. Kolaborasi yang digaungkan Lawrence menjadi fondasi agar target NZE 2060 tidak hanya wacana.







