Chevrolet Hengkang Ritel China Usai 21 Tahun

General Motors mengakhiri penjualan mobil Chevrolet baru di China setelah 21 tahun. Focus baru meliputi produksi untuk ekspor global plus target 30 model NEV.

Author Image

Dwi

Chevrolet Hengkang Ritel China Usai 21 Tahun

– General Motors mengkonfirmasi bahwa merek Chevrolet akan menghentikan penjualan mobil baru di pasar China setelah hampir 21 tahun operasi. Keputusan ini diambil karena tekanan penurunan penjualan domestik yang didominasi merek lokal seperti BYD, Chery, Geely, dan Changan.

Inti artikel

  • General Motors mengkonfirmasi bahwa merek Chevrolet akan menghentikan penjualan mobil baru di pasar China setelah hampir 21 tahun operasi
  • Keputusan ini diambil karena tekanan penurunan penjualan domestik yang didominasi merek lokal seperti BYD, Chery, Geely, dan Changan
  • Chevrolet sempat menjadi salah satu merek luar China yang sukses saat bekerja sama dengan SAIC Motor sejak 2005

Penurunan Drastis dari Puncak 760 Ribu Unit

Chevrolet sempat menjadi salah satu merek luar China yang sukses saat bekerja sama dengan SAIC Motor sejak 2005. Tahun 2014 menjadi puncak dengan penjualan lebih dari 760 ribu unit melalui model Cruze. Namun, penjualan terus anjlok hingga kurang dari 9 ribu unit tahun lalu. Menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China, ekspor masih mencapai 6.930 unit pada semester pertama 2026 dengan kenaikan 6,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Produksi China Dipakai untuk Ekspor Global

Produksi di China tidak berhenti, melainkan diarahkan ke pasar ekspor di luar Amerika Serikat. Sasaran mencakup Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, Meksiko, dan Asia-Pasifik. Fokus ini memanfaatkan kemampuan lokal SAIC-GM di bidang teknik dan manufaktur. Lini produk Chevrolet saat ini dinilai paling cocok memenuhi permintaan pasar ekspor.

Perpanjangan Kerja Sama hingga 2047

GM dan SAIC Motor memperpanjang perjanjian usaha patungan hingga tahun 2047. Sementara itu, kedua perusahaan juga mengumumkan rencana minimal 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada 2030. Merek Cadillac dan Buick akan menjadi prioritas dalam program elektrifikasi ini. Optimaise News mencatat langkah ini sebagai fondasi strategi GM jangka panjang.

Layanan Purna Jual Tetap Tersedia

Dua pejabat eksekutif General Motors, John Roth dan diawakannya, menekankan peluang yang besar untuk melangkah lebih jauh dari China ke dunia. Untuk lebih dari 7,5 juta unit pemilik Chevrolet yang sudah ada di pasar, GM menjamin dealer tetap beroperasi, pasokan suku cadang, dan layanan perawatan terus tersedia. Pendekatan ini menjaga hubungan dengan basis konsumen existing.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.