Jakarta, Optimaise News – Penelitian National Institute of Forest Science menunjukkan hutan kota di Seoul efektif turunkan suhu hingga hampir 2°C saat gelombang panas. Mekanisme shade dan penguapan yang kuat bisa ditiru Indonesia untuk mengatasi tantangan iklim tropis yang semakin panas. Pendekatan ini menawarkan solusi hijau yang murah dan mudah diterapkan di kota-kota besar tanah air.
Inti artikel
- Mekanisme shade dan penguapan yang kuat bisa ditiru Indonesia untuk mengatasi tantangan iklim tropis yang semakin panas
- Pendekatan ini menawarkan solusi hijau yang murah dan mudah diterapkan di kota-kota besar tanah air
- Data pengukuran selama satu tahun penuh membuktikan manfaat nyata hutan kota
Data pengukuran selama satu tahun penuh membuktikan manfaat nyata hutan kota. Warga Seoul merasakan kenyamanan lebih baik di kawasan bervegetasi, sementara Indonesia bisa mengadopsi model serupa sebelum gelombang panas ekstrem datang.
Studi Satu Tahun di 17 Lokasi Seoul Mengukur Efektivitas Hutan Kota
Tim peneliti National Institute of Forest Science mengukur suhu udara selama satu tahun penuh di 17 lokasi berbeda di Seoul. Mereka membandingkan kawasan hutan kota dengan area beton sekitarnya secara teliti. Hasilnya menunjukkan penurunan suhu yang konsisten dan signifikan.
Suhu malam turun antara 1,3 hingga 1,6 derajat Celsius dibandingkan zona beton. Sementara itu, efek pendinginan siang hari mencapai 1,8 hingga 1,9 derajat Celsius di beberapa lokasi. Data ini diambil melalui sensor akurat yang dipasang di titik-titik strategis.
Cara Kerja Hutan Kota sebagai Pendingin Alami yang Mengalahkan Beton

Hutan kota berfungsi sebagai pendingin alami melalui bayangan tajuk pohon dan proses penguapan dari daun. Bayangan ini menghalangi sinar matahari langsung menyentuh permukaan tanah dan bangunan. Penguapan air dari daun juga menyerap panas di sekitarnya secara alami.
Berbeda dengan beton dan aspal yang menyimpan panas siang hari lalu melepaskannya kembali saat malam hari. Penelitian ini membuktikan hutan kota jauh lebih efektif dalam mengatur iklim mikro. Solusi ini menjadi pilihan utama untuk mengurangi efek panas ekstrem di perkotaan.
Jenis Hutan Berdaun Lebar dan Campuran Paling Unggul dalam Penelitian

Di antara berbagai jenis, hutan berdaun lebar bertingkat dan hutan campuran menunjukkan pendinginan terbaik. Hutan berdaun lebar memberikan bayangan lebih luas dan mendukung penguapan lebih optimal. Campuran jenis tanaman menambah keragaman yang membuat efek pendingin lebih kuat dan tahan lama.
Peneliti menyimpulkan bahwa kombinasi ini paling unggul berdasarkan pengukuran selama satu tahun. Pemilihan vegetasi yang tepat menjadi kunci keberhasilan desain hutan kota. Hasil ini bisa menjadi panduan bagi kota-kota di iklim tropis.
Implikasi untuk Gelombang Panas Ekstrem dan Malam Tropis
Gelombang panas ekstrem menjadi ancaman nyata di era perubahan iklim saat ini. Hutan kota di Seoul menunjukkan potensi besar untuk melindungi warga dari efek panas malam yang berlangsung lama. Di Indonesia dengan malam tropis panas dan lembab, strategi serupa bisa mengurangi risiko kesehatan masyarakat.
Proyeksi manfaat jangka panjang meliputi pengaturan iklim mikro perkotaan yang lebih baik. Kerja sama antara peneliti dan pemerintah daerah akan mempercepat penerapan di kota besar. Implikasi ini mendorong perubahan pola perencanaan kota yang berbasis hijau.
Rekomendasi Perencanaan Kota dengan Vegetasi Bertingkat untuk Indonesia
Perencana kota disarankan membangun struktur vegetasi bertingkat untuk menerapkan hutan kota di Indonesia. Mulai dari pohon besar dengan daun lebar, ditambah tanaman bawah yang mendukung penguapan, dan tutupan tanah hijau. Pendekatan ini disesuaikan dengan iklim tropis yang lembab dan panas.
Langkah awalnya adalah memilih jenis pohon lokal yang adaptif seperti pohon kelapa atau mangga yang biasa ditanam di taman kota. Dengan begitu, kota-kota besar seperti Jakarta bisa menjadi lebih ramah terhadap gelombang panas. Optimaise News menekankan pentingnya inisiatif ini sebagai bagian adaptasi iklim nasional.







