Hujan Deras Picu Banjir Padang

Banjir di Kota Padang akibat hujan deras Senin 3 Agustus 2026 mulai surut Selasa. SAR dan BPBD evakuasi warga; lima kecamatan terdampak, warga diminta tetap.

Author Image

Adel

Hujan Deras Picu Banjir Padang

– Hujan deras mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin siang 3 Agustus 2026 memicu banjir yang merendam permukiman dan jalan utama. Genangan masuk rumah di sejumlah titik hingga sore hari, sehingga Kantor SAR Padang menurunkan tim dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

Inti artikel

  • Hujan deras mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin siang 3 Agustus 2026 memicu banjir yang merendam permukiman dan jalan utama
  • Warga berangsur kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur, meski petugas masih meminta kewaspadaan karena hujan berpotensi berlanjut
  • Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang turun sejak Senin siang

Menurut pantauan Optimaise News, air mulai surut pada Selasa 4 Agustus 2026. Warga berangsur kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur, meski petugas masih meminta kewaspadaan karena hujan berpotensi berlanjut.

Penyebab banjir akibat curah hujan tinggi di Padang

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menjelaskan, banjir dipicu curah hujan tinggi yang turun sejak Senin siang. Hujan intensitas tinggi berlangsung sekitar pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

Volume air membuat beberapa sungai meluap. Genangan dilaporkan mulai masuk ke rumah warga hingga pukul 16.30 WIB. Di sejumlah lokasi, tinggi muka air sempat mencapai sekitar 150 sentimeter.

BNPB mencatat banjir meluas setidaknya ke lima kecamatan: Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Pendataan korban dan kerugian masih berjalan seiring penanganan darurat.

Tim SAR turun dengan perahu karet untuk evakuasi warga

Kantor SAR Kota Padang menurunkan personel ke lokasi terdampak. Tim dilengkapi perahu karet agar bisa menjangkau warga yang terjebak di genangan.

“Tim diturunkan untuk memberikan pertolongan dan penanganan terhadap warga Padang yang terdampak banjir,” kata Abdul Malik. Ia menambahkan, warga yang membutuhkan evakuasi akan dipindahkan ke tempat aman.

Operasi melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kota Padang, Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Sumatera Barat, perangkat kecamatan-kelurahan, serta relawan. Kolaborasi itu mempercepat evakuasi dan kaji cepat di lapangan.

Wilayah terdampak banjir di beberapa kawasan Padang

Genangan merendam kawasan Lubuk Minturun, Rimbo Tarok, Sungai Sapih, dan Kurao Pagang. Air juga memutus akses di ruas jalan utama sehingga lalu lintas terganggu.

Titik lain yang masih dalam proses evakuasi atau asesmen meliputi Pasar Lalang, Lapau Munggu, Gunung Sarik, Aia Pacah, serta kompleks perumahan di sekitar Kuranji. Metro TV News dan laporan BPBD menyebut setidaknya 15 titik dengan ribuan rumah terendam, sementara pendataan rumah dan jiwa terus dihimpun bertahap.

Kawasan di aliran sungai ikut tergenang karena kapasitas sungai tidak mampu menampung volume air. Dampak ini menjelaskan kenapa topik banjir naik di pencarian: peristiwa menyentuh permukiman padat dan akses kota dalam satu hari.

Proses evakuasi dan imbauan waspada dari Kantor SAR

Petugas memprioritaskan warga di daerah rendah, bantaran sungai, dan zona rawan. Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat Ilham Wahab menegaskan tim gabungan masih di lapangan untuk evakuasi sekaligus pendataan.

Kantor SAR Padang mengimbau masyarakat tetap berhati-hati. Hujan masih berpotensi terjadi, sehingga risiko banjir susulan dan pohon tumbang perlu diwaspadai. Warga diminta mengikuti arahan petugas bila diminta mengungsi, menghindari aktivitas di sekitar sungai yang meluap, dan memantau info cuaca.

BMKG melalui prakirawan Stasiun Meteorologi Minangkabau mengingatkan potensi hujan ringan hingga sedang di Sumatera Barat, termasuk Padang dan sekitarnya. Optimaise News mencatat imbauan praktis SAR-BPBD sejalan: siaga di rumah rawan, siapkan jalur aman, dan jangan menyeberang genangan dalam.

Update kondisi banjir mulai surut dan bersihkan rumah

BNPB melaporkan hingga Selasa 4 Agustus 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, genangan berangsur surut. Warga mulai kembali ke rumah dan membersihkan permukiman pascabanjir.

Di kawasan Kuranji yang sempat paling parah, ketinggian air yang sebelumnya lebih dari satu meter sudah jauh berkurang. Masih ada genangan sisa 10, 25 cm di beberapa titik. Warga bergotong royong membersihkan lumpur, termasuk memperbaiki rumah yang rusak.

Status penanganan darurat dan pendataan dampak masih berlanjut. Tim gabungan memastikan pemulihan akses dan keselamatan warga. Meski air turun, siaga tetap diperlukan selama potensi hujan belum mereda.

FAQ
Apa pemicu banjir di Kota Padang?
Curah hujan tinggi sejak Senin siang 3 Agustus 2026 membuat sungai meluap dan genangan masuk permukiman.
Wilayah mana yang terdampak?
Minimal lima kecamatan, termasuk Kuranji dan Koto Tangah, plus titik seperti Lubuk Minturun, Sungai Sapih, Rimbo Tarok, dan Pasar Lalang.
Bagaimana kondisi Selasa 4 Agustus 2026?
Genangan mulai surut; warga membersihkan rumah, sementara petugas lanjut pendataan dan imbau siaga hujan lanjutan.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.