Huawei resmi merilis laptop lipat MateBook Fold Extraordinary Master Edition (2026) di China sebagai generasi kedua setelah model Mei 2025. Pembaruan utama ada di chipset Kirin X90 Plus yang diklaim sekitar 25 persen lebih mulus, dipadu RAM hingga 32 GB dan SSD hingga 2 TB, pada perangkat kelas premium dengan layar OLED 18 inci.
Inti artikel
- Huawei resmi merilis laptop lipat MateBook Fold Extraordinary Master Edition (2026) di China sebagai generasi kedua setelah model Mei 2025
- Optimaise News merangkum spesifikasi, mode pakai, engsel, baterai, hingga harga dari sumber peluncuran di China
- Chipset Kirin X90 Plus menjadi diferensiasi terbesar dibanding generasi sebelumnya
Konsep lipat tengah tetap dipertahankan: dibentang menjadi panel besar setara tablet atau monitor, dilipat jadi form factor mirip laptop 13 inci. Optimaise News merangkum spesifikasi, mode pakai, engsel, baterai, hingga harga dari sumber peluncuran di China.
Lonjakan otak: apa yang ditawarkan Kirin X90 Plus plus RAM 32 GB
Chipset Kirin X90 Plus menjadi diferensiasi terbesar dibanding generasi sebelumnya. Huawei menyebut performa sekitar 25 persen lebih mulus untuk alur kerja yang sebelumnya terasa mentok di multitasking berat.
Konfigurasi puncak membawa RAM hingga 32 GB dan SSD hingga 2 TB. Kombinasi itu menempatkan laptop lipat ini di spektrum workstation ringkas bagi pengeditan, presentasi berlapis, dan aplikasi AI di HarmonyOS 6.1.
Implikasi bagi ekosistem: pengalaman AI dan integrasi layanan Huawei di HarmonyOS bisa lebih leluasa di China. Ketersediaan global belum dikonfirmasi di materi peluncuran, sehingga pembeli di luar China masih menunggu distribusi resmi.
Tiga mode pakai: dari tablet 18 inci ke laptop 13 inci dengan keyboard virtual
Panel dual-layer LTPO OLED 18 inci beresolusi 3.296 x 2.472 piksel (3.3K) dengan kecerahan HDR puncak hingga 1.600 nits. Rasio aspek 4:3 saat dibentang penuh, screen-to-body 92 persen dengan bezel tipis.
Mode full-open mengubah perangkat jadi tablet besar atau monitor desktop. Kickstand bawaan membuat unit bisa berdiri mandiri; keyboard eksternal mengubahnya menjadi stasiun kerja meja.
Mode lipat sebagian meniru laptop konvensional. Bagian bawah layar berubah jadi keyboard virtual dan touchpad; area aktif 2.472 x 1.648 piksel, rasio 3:2, ukuran setara laptop 13 inci saat tertutup.
Bagi pekerja kreatif di Indonesia yang terbiasa laptop non-lipat 14, 16 inci, multi-mode ini menawarkan ganti tablet sketch, monitor presentasi, dan laptop catat dalam satu bodi. Kelemahannya tetap ketergantungan keyboard virtual di mode lipat dan harga premium yang jauh di atas 2-in-1 clamshell biasa.
Engsel liquid metal dan kickstand: beda durabilitas dari generasi 2025
Engsel waterdrop generasi baru berukuran lebih besar memakai liquid metal berbasis zirconium. Huawei menekankan dukungan multi-sudut bukaan, bukan hanya sudut 90 derajat, agar buka-tutup terasa lebih mulus dan lebih tahan lama.
Kickstand bawaan melengkapi skenario monitor. Pengguna bisa meletakkan perangkat di meja tanpa sandaran eksternal, lalu melengkapi keyboard fisik sesuai kebutuhan.
Baterai 74,69 Wh plus 140 W: seberapa layak untuk sesi kerja seharian
Kapasitas baterai 74,69 Wh digandeng pengisian kabel hingga 140 watt. Untuk panel 18 inci beresolusi tinggi, angka itu menargetkan sesi kerja panjang dengan opsi top-up cepat di sela rapat atau perjalanan.
Audio ditopang enam speaker dan empat mikrofon, kamera depan 8 MP, Wi-Fi 6 dual-band, Bluetooth 5.2, plus komunikasi satelit sesuai spesifikasi yang dirangkum dari materi China. Sistem beroperasi di HarmonyOS 6.1 dengan fitur AI bawaan.
Harga dan varian warna di China: vegan leather hingga 2 TB SSD
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, perangkat sudah dipasarkan di toko online resmi Huawei China. Tiga finishing: Phantom Black, Radiant Gold, dan Sky White dengan panel belakang vegan leather.
| Konfigurasi | Harga China (CNY) | Perkiraan setara |
|---|---|---|
| 24 GB + 512 GB | 24.999 | sekitar Rp58 juta |
| 32 GB + 2 TB | 29.999 | sekitar Rp70 juta |
Angka di atas menempatkan MateBook Fold 2026 sebagai laptop lipat kelas atas, lebih cocok sebagai desktop replacement portabel untuk kreator dan profesional mobile daripada pengganti laptop kantor harian berbudget menengah. Siapa yang cocok: editor atau desainer yang butuh kanvas 18 inci di perjalanan. Siapa yang perlu menunggu: pengguna yang mengutamakan ketersediaan servis dan OS global di Indonesia.







